Situs ini diperbarui secara berkala untuk menyajikan informasi dan data faktual seiring perkembangan proses hukum kasus Chromebook Nadiem Makarim
●
Situs ini diperbarui secara berkala untuk menyajikan informasi dan data faktual seiring perkembangan proses hukum kasus Chromebook Nadiem Makarim
●
Cerita Dampak dari Sekolah
Cerita Dampak
dari Sekolah
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan Mas Nadiem membuka kesempatan luas bagi guru-guru
Mas Nadiem merupakan sosok paling krusial dalam mengatasi dan mempertahankan berjalannya sistem pendidikan selama wabah Covid-19. Kebijakannya juga membuka peluang bagi guru-guru junior dan minim jaringan (seperti saya) untuk mengembangkan diri secara optimal, melampaui batas usia dan membangun jaringan pendidikan yang luas. Dengan seleksi yang terpusat (tidak melalui birokrasi daerah), alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh kementerian.
Lebih dari sekadar penanganan pandemi, kebijakan beliau juga membuka pintu kesempatan yang luas bagi guru-guru junior yang minim jaringan. Melalui sistem yang lebih inklusif, setiap pengajar kini memiliki peluang untuk mengembangkan diri secara optimal tanpa terhambat oleh batasan usia. Hal ini memicu semangat baru bagi para pendidik muda untuk terus berinovasi dan membangun jejaring pendidikan yang lebih luas dan solid di seluruh penjuru negeri.
Salah satu terobosan yang paling terasa manfaatnya adalah penerapan sistem seleksi terpusat yang memangkas birokrasi daerah yang berbelit. Berkat transparansi dan efisiensi sistem ini, saya pribadi mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi langsung dari kementerian. Sistem yang adil ini memastikan bahwa prestasi dan potensi individu menjadi tolok ukur utama bagi guru untuk terus berkembang.

Sonny Rohimat al-Baregbegi
Kota Serang - Banten
#DukunganKebijakanLain
Bebaskan Mas Nadiem
Kami jadi melek teknologi sejak Mas Nadiem jadi menteri. Saya juga sdh mengikuti UTBK PPG Guru Tertentu. Memahami IT satu kompetensi utama saat ini. Doa saya selalu untuk Mas Nadiem dan para profesional seperti Mas Ibam agar bisa bebas dari semua tuduhan. Sebagai guru saya miris dan prihatin kalau sampai anak2 bangsa yg cerdas dan berpotensi seperti Mas Nadiem dan Mas Ibam tidak mau berbakti untuk negara sebagai pengambil keputusan karena takut dikriminalisasikan. Mau jadi apa negara ini tanpa anak2 muda yg mau memajukannya.

Yoga
Surabaya
#DukunganKebijakanLain
Aplikasi PMM yang berkesan
Masih ingat saat itu sekitar tahun 2023, saya terpilih untuk mengikuti pelatihan di Jakarta bersama guru-guru hebat lainnya seluruh Indonesia. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga, karena selama lebih dari 20 tahun saya mengajar, hampir tidak pernah terpilih mengikuti pelatihan di pusat. Setelah datang ke Jakarta, saya baru tahu kalau pemilihan peserta berdasarkan keaktifan di PMM. Akhirnya, saya merasakan pemilihan peserta pelatihan sungguh adil melalui PMM. Saya memang sangat aktif menggunakan PMM untuk belajar mandiri baik meningkatkan skill sebagai guru, ,maupun mempelajari Kurikulum Merdeka. Terima kasih Mas Nadiem, saya bersaksi bahwa Mas Nadiem punya jasa besar dalam melakukan transformasi pendidikan Indonesia.

Dewi S. P
Tasikmalaya
#DukunganChromebook
"Teknologi itu alat. Guru yang mau belajar adalah kuncinya."

Perkenalkan, saya adalah Kepala SD & Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri.
Berawal dari Guru di salah satu SD Negeri di Kediri, sekolah saya adalah penerima bantuan Chromebook. Saya Aktif melatih puluhan guru se-Kabupaten Kediri untuk pemanfaatan Chromebook dalam pembelajaran.
Kini Saya fokus mendorong transformasi digital sekolah dan memberi masukan kebijakan pendidikan berbasis pengalaman lapangan. Tentunya dengan memanfaatkan chromebook dan mendorong guru-guru agar terus belajar dan aktif memanfaatkannya
"Teknologi itu alat. Guru yang mau belajar adalah kuncinya."

RDT
Kediri
#DukunganChromebook
Chromebook menciptakan generasi emas
Saya adalah Kepala Sekolah di salah satu Kota Palu Sulawesi Tengah Sebagai Kepala Sekolah Saya terus berbenah Alhamdulillah dengan adanya bantuan crombook tahun 2022 perlahan kami menerapkan pembelajaran digital dengan menggunakan Chromebook. Saya melakukan pelatihan di sekolah mendampingi dan mendukung penuh guru-guru untuk mengoptimalkan pemanfaatan crombook yang berdampak langsung pada kualitas hasil pembelajaran peserta didik di SD Inpres 3 Birobuli siswa belajar lebih efektif dan inovatif. Ini adalah upaya saya untuk mencerdaskan anak2 di SD kami dengan menciptakan generasi emas yang melek teknologi dan berwawasan luas. Terima kasih mas Nadiem yang sudah dari awal membantu kami dengan crombook ini.

Arm
Palu
#DukunganChromebook
Chrombook betul-betul digunakan di pembelajaran maupun pengembangan kompetensi guru
Sekolah mendapatkan bantuan croomebook tgl 22 Oktober 2021vdan peran saya sebagai penanggung jawab di Sekolah baik dalam penggunaan, perawatan , fungsi dll. Saya mendapatkan pelatihan tingkat nasional dan provinsi dalam pemanfaatan croomebook dan mentransformasikan kepada guru di Sekolah sehingga croomebook bisa dimaksimalkan penggunaan adapun manfaat yang didapat adalah sekolah memiliki lab komputer, bisa melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer secara mandiri yg sebelumnya menumpang ke sekolah lain, P5 memilih tema berkreasi dengan teknologi agar murid bisa berinovasi memanfaatkan CB dengan karyanya, digunakan dalam proses pembelajaran yg membuat murid semangat dan interaktif dalam pembelajaran, selain itu juga CB dipakai guru untuk mengikuti pelatihan daring dan program dlm peningkatan kompetensinya sehingga CB di sekolah benar-benar dimanfaatkan dan digunakan secara maksimal sehingga berdampak untuk kemajuan sekolah.
Kami menunjukkan komitmen kuat dalam pemanfaatan Chromebook sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan di SMA PGRI Larangan sejak tahun 2021 hingga sekarang. Ia secara aktif mengawal implementasi dan integrasi Chromebook dalam pembelajaran, pengelolaan kinerja guru, serta tata kelola sekolah secara berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinannya, Chromebook dimanfaatkan secara konsisten dalam berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari penyusunan perangkat ajar, akses sumber belajar digital, pelaksanaan asesmen, hingga pembelajaran interaktif di kelas. Guru dan siswa terbiasa memanfaatkan teknologi, sehingga meningkatkan keterlibatan dan kualitas pembelajaran.
Pada aspek manajerial, Chromebook mendukung pengelolaan kinerja guru yang lebih transparan dan berbasis data, memudahkan supervisi akademik, serta mempercepat administrasi sekolah. Perangkat ini juga dimanfaatkan dalam rekrutmen dan pengembangan guru, termasuk pelaksanaan program Guru Penggerak.
Selain itu, saya rpibadi mendorong terbentuknya budaya belajar berbasis teknologi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, Chromebook tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi menjadi bagian integral dari transformasi pembelajaran.
Pemanfaatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan efektivitas pembelajaran, kompetensi digital guru, serta terwujudnya ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

DS
Pamekasan
SMA PGRI
#DukunganChromebook
Doa terbaik untuk mas Nadiem
Doa terbaik selalu dari kami u Mas Nadiem, keluarganya.
Sejak awal kasus ini, kami berasa sedihnya ga habis2, padahal biasanya kalau ada pejabat ditangkap krn kasus korupsi, Kami ga pernah mau ambil pusing, tapi beda saat dengan Mas Nadiem, doa kami selalu. Kami ingin bs membantu Mas Nadiem, Kami ingin juga mendukung selalu beliau.
Sudah bnyk kebijakan, program, bantuan selama beliau menjabat dulu. Di papua yang pelosok pun juga terkna dengan kebijakan Mas Nadiem. tikda benar jika program-program mas Nadiem itu tidak bermanfaat, termasuk penggunaan chromebook.
Chromebook di sini betul-betul terpakai. Guru dan murid, semua menggunakan. Hanya sekolah yang memang tidak peduli, tidak mau maju, yang tidak menggunakan chromebook itu.
Untuk itu, semoga mas Nadiem, diberikan kesehatan melewati semua ini.
Titip salam dari kami guru-guru papua

DAT
Papua
#DukunganKebijakanLain
Jejaring penggerak yang berdampak
Kini saya sudah purna tapi kenangan pertemuan dengan mas mentri juga dengan teman teman sesama penggerak tak dapat saya lupakan sampai sekarang. Bertemu dan berjejaring dengan rekan-rekan sesama penggerak komunitas guru menjadi semangat baru bagi saya untuk terus belajar dan berbagi terkait proses belajar mengajar.
Saya masih selalu memperhatikan diskusi teman teman sesama penggerak walau sudah tidak aktif seperti dulu.
Semoga mas Nadiem diberikan kesehatan, dan dilancarkan persidangannya dengan hasil terbaik

Yani
Jawa Timur
#DukunganKebijakanLain
PMM Menjadi Wadah Guru untuk Berkembang
PMM merupakan platform digital resmi dari kemendikbud ristek dan berfungsi sebagai pendamping guru dalam kurikulum merdeka yang menyediakan fitur untuk belajar, mengajar dan berkarya yang bisa dipergunakan kapan saja dan di mana saja.
Juga terdapat fitur Komunitas yang dapat dipergunakan berbagi ilmu pendidikan kepada seluruh guru se-Indonesia.
Saya patut berterimakasih, karena saya salah satu penggerak komunitas yang dapat mendapatkan dan berbagi ilmu kepada guru lain.

SRY
Jawa Timur
#DukunganChromebook
Saya menggunakan chromebook untuk ANBK

Sejak ada chromebook, ujian online seperti ANBK menjadi sangat mudah dilaksanakan kami.
Sekolah sudah tidak perlu mencari-cari bantuan atau meminjam laptop ke sekolah lain, sehingga ujian pun berjalan lancar.
selain itu, data juga terintegrasi dengan mudah dan aman untuk diakses tentunya.
Banyak manfaat lainnya juga tentunya selain ujian

Ira
Aceh
SD Pahlawan
#DukunganChromebook
Pelatihan Chromebook yang berkesan
Pada tahun 2022, pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Jakarta sebagai guru, yang mengikuti pelatihan dan bertemu dengan banyak guru hebat dari berbagai kota di Indoensia. Pengalaman ini mendorong saya dan memotivasi saya ketika kembali ke sekolah untuk bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak murid.

Anonim
Sulawesi Selatan
#DukunganKebijakanLain
PMM membuat saya bisa ke jakarta
Selama Mas Nadiem menjabat, saya merasa sebagai guru lebih dihargai. Karena, saya mendapatkan akses ke pelatihan yang diadakan di pusat yang selama ini tidak pernah saya ikuti. Saya merasa apa yang saya lakukan selama menjadi guru tidak sia-sia, karena dari keaktifan saya menggunakan PMM saya bisa mengikuti pelatihan di Jakarta dan menambah banyak teman guru terbaik di seluruh Indonesia.

Anonim
Sampang - Jawa Timur
SMK Sampang
#DukunganKebijakanLain
Program Guru Peenggerak yang luar biasa
Sebagai guru penggerak, saya merasa bisa menjadi guru yang lebih “bernyawa” dalam menjalankan peran di kelas maupun di lingkungan sekolah. Ada semangat baru yang tumbuh, bukan hanya sekadar mengajar, tetapi benar-benar hadir untuk membersamai proses belajar murid dengan lebih sadar dan bermakna.
Saya juga merasakan dukungan yang kuat untuk terus mengembangkan diri. Berbagai kesempatan belajar terbuka, sekaligus mempertemukan saya dengan guru-guru hebat dari berbagai sekolah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Dari sana, saya belajar banyak perspektif baru, praktik baik, dan inspirasi yang memperkaya cara saya mengajar.
Jejaring guru ini menjadi hal yang sebelumnya sulit saya dapatkan, padahal dampaknya sangat besar. Melalui koneksi dan kolaborasi ini, saya tidak lagi berjalan sendiri. Ada ruang untuk saling menguatkan, berbagi, dan tumbuh bersama, demi memberikan pengalaman belajar terbaik bagi anak-anak yang kita dampingi.

Anonim
NTT
#DukunganChromebook
Chromebook untuk belajar murid di kelas
Chrome Book bisa membantu saya mengkatrol kemampuan dalam merancang pembelajaran berbasis digital. Anak-anak mendapat pengalaman baru dalam mendapat pembelajaran, dan lebih interaktif.
Beebrapa kali dalam pembelajaran, saya menggunakan chromebook di kelas, sehingga anak-anak sangat senang memanfaatkannya. di antaranya untuk buat poster, main game eduksasi, ujian dll
Terima kasih untuk cromebooknya

Anonim
Jawa Tengah
#DukunganChromebook
Chromebook dan PJJ
Dengan adanya 5 Chrome Book yang diberikan kepada sekolah kami, sangat membantu dalam proses pembelajaran jarak jauh di sekolah.
Dulu PAda zaman covid, Program pembelajaran jarak jauh menjadi jauh lebih terbantu dan efektif. Siswa dapat mengikuti kegiatan belajar secara daring dengan lebih mudah, mengakses materi pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berinteraksi dengan guru tanpa hambatan berarti.
hadirnya Chromebook pada saat itu juga membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, sehingga semangat belajar siswa tetap terjaga meskipun dilakukan dari jarak jauh.

GL
Kediri - Jawa Timur
#DukunganChromebook
Cara baru untuk menjawab rasa penasaran anak-anak
Dengan adanya Chromebook di kelas, saya merasa punya cara baru untuk menjawab rasa penasaran anak-anak yang seringkali tidak terwadahi hanya dari buku pelajaran konvensional. Saya bisa mengajak mereka mengeksplorasi berbagai hal secara langsung—mulai dari melihat video pembelajaran, menjelajah informasi dari berbagai sumber, hingga mengenal dunia luar yang sebelumnya terasa jauh. Dalam prosesnya, saya tidak hanya mengajar, tapi juga mendampingi mereka belajar dengan lebih kontekstual, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup, bermakna, dan dekat dengan realitas yang mereka ingin pahami.

TW
Bandung - Jawa Barat
#DukunganChromebook
Anak-anak bisa fokus ujian tanpa memikirkan biaya
Dulu, saya harus membawa anak-anak ke kota untuk mengikuti ANBK dan kegiatan ini membuat anak-anak harus mengeluarkan uang untuk biaya transport. Setelah ada ChromeBook, anak-anak bisa fokus ujian tanpa memikirkan biaya dan mobilisasi ke tempat yang jauh.

Anonim
Pamekasan - Jawa Timur
#DukunganKebijakanLain
Kemajuan pendidikan di Indonesia
Selama Nadiem menjabat, saya merasakan adanya ikhtiar kemajuan pendidikan di Indonesia dengan beragam perubahan yang dibuat, salah satunya dengan adanya Platform Merdeka Mengajar. Melalui platform tersebut, guru tidak lagi harus menunggu undangan atau penunjukan dinas untuk bisa mengikuti pelatihan yang berkualitas. Guru cukup mengakses pelatihan yang tersedia di dalam platform, dan dapat dipelajari kapanpun sesuai waktu yang dimiliki. Saya yakin, dengan itikad baik tersebut Nadiem berada pada jalur yang benar dan memiliki integritas yang bisa dipertanggung jawabkan.

NR
Jakarta
#DukunganKebijakanLain
Memberdayakan potensi guru melalui guru penggerak

Program pendidikan guru penggerak menjadi program yang sangat baik pada jaman mas Nadiem sebagai menteri pendidikan. Program ini mengeksplor potensi yang dimiliki setiap guru untuk kemudian bergerak memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan.
Melalui program ini akhirnya dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada murid melalui pembelajaran berdiferensiasi, membuat kesepakatan kelas, sampai melakukan coaching kepada murid. Program pendidikan guru penggerak memberikan sangat banyak manfaat bagi kami guru-guru.
Terima kasih banyak atas perjuangan untuk pendidikan yang lebih baik.

Ramli Basri,
Pinrang -Sulawesi Selatan
SMAN 9 Pinrang,
#DukunganChromebook
Mengirim email menggunakan chromebook

Sebagai guru Bindo kelas 5 SD, sya merasakan perubahan besar dalam proses pembelajaran sejak menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan memanfaatkan Chromebook. Melalui chrombook, siswa tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga diajak berpikir kritis, mengeksplorasi berbagai sumber belajar digital, serta mengerjakan proyek. salah satunya adalah mengirim email.
murid2 sangat senang ketika diminta untuk menulis surat melalui email dan dikirim ke rekan-rekannya atau sahabtnya dengan menggunakan chromebook

Anonim,
Jatim
#DukunganChromebook
Menggunakan chromebook di komunitas belajar

Merdeka mengajar melalui kegiatan pengembangan diri di komunitas belajar sekolah, ini adalah usaha dan kegiatan rutinitas kami untuk semakin berdampak dan meningkatkan kualitas pembelajaran perserta didik dengan pembelajaran digitalisasi melalui pemanfaatan Chromebook dan aplikasi Quizizz untuk pembelajaran dan asesmen.
Kegiatan komunitas belajar rutin kami lakukan tiap minggu, khususnya dalam mempelajari teknologi-teknologi kemendikbud. Salah satunya dengan memanfaatkan chromebook yang banyak manfatnya di sekolah

S. A.
Aceh
#DukunganChromebook
Melaksanakan ujian TKA dengan chromebook

trima kasih dengan adanya cromebook, kami bisa memanfaatkan untuk simulasi ujian online TKA sehingga memudahkan para guru di sekolag untuk mendampingi murid-murid
walau diawalnya sulit, tapi dengan terus belajar, murid-murid mudah untuk meggunakan chromebook

L. Citra. D,
Cipadung - Jabar
#DukunganChromebook
Chromebook mewujudkan digitalisasi di sekolah kami
Digitalisasi pendidikan bukan lagi sekadar wacana, tetapi sebuah kebutuhan nyata di sekolah kami. Kehadiran Chromebook menjadi salah satu langkah penting yang membawa perubahan positif, baik bagi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran.
Pada tahun 2020, sekolah kami menerima bantuan berupa 6 unit laptop untuk wali kelas. Bantuan ini menjadi awal yang baik dalam pemanfaatan teknologi di sekolah. Namun, dalam penggunaannya, laptop tersebut masih memiliki beberapa kendala, terutama dari segi kecepatan. Proses booting yang memakan waktu lebih dari 5 menit, serta aplikasi yang lambat saat dibuka, seringkali menghambat kelancaran pembelajaran.
Kemudian pada tahun 2021, sekolah kami mendapatkan bantuan Chromebook. Sejak saat itu, terjadi perubahan yang cukup signifikan. Chromebook terasa lebih ringan, cepat, dan responsif. Guru tidak perlu menunggu lama untuk mulai mengajar, sehingga waktu pembelajaran dapat dimanfaatkan secara maksimal. Perlahan, laptop yang sebelumnya digunakan kini mulai ditinggalkan karena kalah praktis dibandingkan Chromebook.
Dampaknya sangat terasa di kelas. Siswa menjadi lebih antusias, lebih aktif, dan lebih terbiasa menggunakan teknologi secara positif. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, tidak hanya berpusat pada buku, tetapi juga memanfaatkan berbagai sumber digital yang menarik.
Bagi guru, Chromebook juga memberikan kemudahan dalam mengelola pembelajaran. Mulai dari menyiapkan materi, memberikan tugas, hingga melakukan penilaian dapat dilakukan dengan lebih praktis dan cepat. Hal ini tentu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.
Kehadiran Chromebook bukan hanya tentang perangkat, tetapi tentang perubahan cara belajar dan mengajar. Dari yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan teknis, kini bertransformasi menjadi pembelajaran yang lebih dinamis, efisien, dan menyenangkan.
Dengan segala manfaat yang dirasakan, Chromebook benar-benar menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan digitalisasi di sekolah kami. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan pendidikan.

M,
Soppeng - Sulawesi Selatan
SDN 140 Masumpu,
#DukunganChromebook
Chromebook menjadi jawaban untk menjawab tantangan yang saya

Harapan sederhana yang bisa menjadi tantangan tersulit abad ini, konsistensi yang dapat saya lakukan;
1. Mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman sehari hari mereka.
2. Selalu melibatkan mereka dengan cara saya, seringkali saya terapkan mengintegrasikan pembelajaran dengan permainan, interaksi positif, diskusi, eksperimen sederhana untuk memancing rasa ingin tahu mereka.
3. Menyajikan informasi untuk mereka analisis dan meminta kesimpulan.
4. Selalu membuka ruang pertanyaan dan meminta untuk mencari jawabannya.
5. Memberikan tantangan dan penalaran sesuai porsi masing2.
6. Memberikan dukungan ataupun pengakuan atas usahanya.
7. Melibatkan orang tua dirumah untuk memberi dukungan dalam proses belajar.
Semua itu salah satunya dengan memanfaatkan teknologi, yaitu cromebook. Adanya cromebook ini membantu proses pendidikan lebih cepat dan mudah.

AF,
Jatim
#DukunganChromebook
Inovasi memanfaatkan chromebook

Pemanfaatan Chromebook di sekolah kami membuka peluang besar dalam pengembangan inovasi pembelajaran, salah satunya melalui pembuatan aplikasi INDARA yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Dengan dukungan perangkat yang praktis, cepat, dan terintegrasi dengan berbagai platform digital, proses perancangan hingga pengembangan aplikasi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan kolaboratif oleh guru maupun siswa. Chromebook membantu kami mengakses sumber belajar, menyusun konten interaktif, hingga menguji aplikasi secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya Chromebook di sekolah kami, karena telah menjadi jembatan lahirnya kreativitas dan solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Agus S,
NTB
#DukunganChromebook
Terima kasih Pak Nadiem

Terima kasih Pak Nadiem atas berbagai media belajar yang dihadirkan, terutama keberadaan Chromebook yang kini bisa kami manfaatkan di kelas. Dengan perangkat ini, proses belajar terasa lebih hidup karena kami dapat mengakses berbagai sumber pengetahuan, mengerjakan tugas secara digital, dan mengeksplorasi materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik. Bagi kami, Chromebook bukan sekadar alat, tetapi jendela baru untuk belajar lebih luas dan lebih dekat dengan dunia digital. Semoga fasilitas ini terus memberi manfaat bagi banyak siswa dan membantu kami belajar dengan lebih semangat setiap harinya.

Sukardi Malik,
Bali
#DukunganChromebook
Chromebook mendukung Anak-anak zaman sekarang, generasi digital native
Anak-anak zaman sekarang adalah generasi digital native, mereka tumbuh dengan teknologi yang semakin canggih dan mudah diakses. Di sekolah, mereka kini memiliki kesempatan untuk menggunakan Chromebook sebagai alat pembelajaran yang inovatif dan interaktif.
Saya masih ingat ketika pertama kali melihat anak-anak di sekolah menggunakan Chromebook untuk pertama kalinya. Mata mereka berbinar-binar dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu. Mereka dengan cepat memahami cara menggunakan Chromebook dan mulai menjelajahi dunia digital dengan penuh kesenangan.
Dengan Chromebook, anak-anak dapat mengakses berbagai sumber belajar online, seperti video edukatif, artikel, dan aplikasi pembelajaran interaktif. Mereka dapat bekerja sama dengan teman-teman dalam proyek kelompok, membuat presentasi, dan membagikan hasil kerja mereka dengan guru dan teman-teman lainnya.
Penggunaan Chromebook di sekolah tidak hanya meningkatkan kemampuan teknologi anak-anak, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Mereka belajar untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan efektif, serta mengembangkan kemampuan untuk belajar secara mandiri dan berkelanjutan.
Saya sangat senang melihat anak-anak menggunakan Chromebook dengan penuh kesenangan dan semangat. Mereka tidak hanya belajar tentang mata pelajaran, tetapi juga tentang bagaimana menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Saya yakin bahwa dengan Chromebook, anak-anak akan siap menghadapi tantangan di era digital ini dan menjadi generasi yang lebih baik.
Penggunaan Chromebook di sekolah adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan anak-anak menghadapi era digital. Saya berharap bahwa penggunaan teknologi ini dapat terus ditingkatkan d

Rindang Djoko Triasmoro,
Kediri
#DukunganChromebook
Manfaat Chrome Book Bagi Kami

Apa Manfaat Chrome Book Bagi Kami.
Hari ini kami SDN. Blaban III sebagai penerima manfaat dari perangkat chrome book ini akan mendeskripsikan bagaimana dampak positif yang diperoleh ḍari penggunaanya
1. Media interaktif
Chrome Book selama ini oleh guru dan murid telah dimanfaatkan sebagai media interaktif. Guru sejak memperoleh fasilitas CB telah mengplikasikan beberapa fitur-fitur yang terintegrasi didalamnya untuk pembelajaran di kelas atau di luar kelas. Para guru menggunakan media-media digital seperti halnya google form untuk asesmen, google doc sebagai materi dan media i teraktif lainnya seperti quzizizz, kahoot dan canva.
2.Media pengembangan kompetensi digital
Keberadaan chrome book selama ini memiliki sisi positif yang berpengaruh besar dalam peningkatan kompetensi digital guru dan murid. Sebagian besar bahkan terbilang semuanya guru di sekolah mampu mengoperasikannya untuk kebutuhan pendidikan. Selain itu para murid dengan semangat dan bahagianya ketika bisa menggunakan media yang telah difasilitasi mas menteri ini disaat pembelajaran.
Mereka dapat mengasah berlatih skill mengetik, skill koneksi internet, skill pembelajaran jarak jauh dengan google meet.
Semua ini mempengaruhi kemampuan dasar mereka dalam berteknologi yang baik.
3.Mempermudah proses pendidikan
Teknologi Digital dengan pemanfaatan chrome kami merasa sudah banyak membantu dalam mempermudah proses pembelajaran. Mulai dengan pembuatan media, asesmen awal, membuat LKPD serta proses saving data secara otomatis.
4.Memperkuat administrasi guru dan murid
Dengan pemanfaatan akun belajar id yang terintegrasi dengan chrome book ini mereka murid dan guru dapat menyimpan beberapa data penting pendidikan dan data penting sekola

Blabantiga,
Jawa Timur
Blaban 3,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk HGN

Tahun lalu menjelang HGN, melalui Chromebook di kelas, murid-murid diminta membuat kartu ucapan Hari Guru menggunakan Canva AI melalui chromebook, sehingga mereka belajar banyak hal mulai dari berkreasi, menuangkan rasa terima kasih, hingga menggunakan teknologi untuk menyampaikan pesan yang bermakna.
Dengan Chromebook, murid bisa membuat desain kartu ucapan yang menarik, memilih kata-kata terbaik, dan mengekspresikan rasa terima kasih kami kepada para guru dengan cara yang lebih kreatif. tentunya dengan adanya crombook ini, kami merasa senang karena teknologi di sekolah tidak hanya membantu dalam pelajaran, tetapi juga membantu murid dalam menyampaikan apresiasi kepada guru-guru.
Trimkasih

B. Hund,
Tarakan
#DukunganChromebook
Melatih Chromebook menyenangkan

Dulu saya pernah bertugas sebagai pelatih dalam kegiatan pemanfaatan Chromebook bagi guru-guru di Sulawesi Selatan, saya merasakan langsung semangat belajar yang luar biasa dari para peserta. Sejak awal sesi, para guru terlihat antusias mencoba berbagai platform pembelajaran yang dapat diakses melalui Chromebook. Mereka saling berdiskusi, bertanya, dan bereksplorasi untuk menemukan cara-cara baru agar pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik dan bermakna bagi murid. Bagi saya pribadi, kehadiran Chromebook sangat membantu proses pelatihan ini. Perangkat tersebut memudahkan para guru untuk langsung mempraktikkan berbagai fitur dan aplikasi yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar. Saya pun merasa bersyukur, karena melalui pemanfaatan teknologi ini, para guru semakin percaya diri untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan dekat dengan kebutuhan murid di era digital.

Muhal,
Sulsel
#DukunganChromebook
Chromebook dari Kemendikbudristek sangat terasa dampak dan manfaatnya.

Awal tahun 2026 saya teringat kisah perjalanan waktu kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka mengajar episode ke 15 Tahun 2022, Dimana saya gigih belajar tanpa Lelah tentang kurikulum Merdeka, P5 dan membuat Komunitas belajar yang akhirnya saya banyak terlibat aktif dalam program yang diluncurkan Kemendikbudristek, terasa langsung bagi guru se Indonesia yang memang aktif belajar waktu itu , walaupun semua itu sekarang tinggal kenangan tidak menyurutkan saya untuk terus belajar dan kolaborasi demi mewujudkan Pendidikan bermutu untuk semua.
Saya pertama kali melaksanakan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) pada tahun 2021, dimana sekolah keterbatasan sarpras sehingga pelaksanan ANBK harus menumpang ke Sekolah lain di kota dengan biaya tambahan untuk biaya sewa laptop dll.
Lain waktu, sekolah saya akhirnya melaksanakan ANBK secara mandiri dan menggunakan Croome Book saat proses pembelajaran sehingga bisa meningkatkan motivasi belajar murid, guru pun juga disaat jam istirahat belajar mandiri di Platform Merdeka Mengajar.
Banyak sekali dampak dan manfaat dengan bantuan Chrome Book , bagi murid Akses sumber belajar yang luas, lebih interaktif dan menyenangkan serta meningkatkan kemampuan bidang IT dll, bagi guru akses pengajaran on line lebih mudah dan bisa dipakai untuk segala pekerjaan sekolah, sejak adanya bantuan Crome Book dari Kemendikbudristek sangat terasa dampak dan manfaatnya.
Terima kasih Kemendikbudristek dan Mas Nadiem Makarim atas inovasinya, dedikasi dan komitmennya yang telah membawa Pendidikan di Indonesia makin maju, saya dan warga sekolah selalu mendoakan sehat selalu, mudah dan lancar segala urusannya serta semoga badai segera berlalu, yakinlah bahwa kebenaran dan kejujuran diatas segalanya.

Daman Sa'id,
Jawa Timur - Pamekasan
SMA PGRI Larangan
#DukunganChromebook
Terima kasih untuk chromebooknya

Kami mengucpkan terima kasih atas adanya Chromebook di sekolah, karena perangkat ini sangat membantu kami menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sehingga bisa membuat siswa semakin semangat belajar
Sy biasanya di kelas memanfaatkan Chromebook untuk membuat kegiatan “Belajar Asyik dengan Komik ” sebagai bentuk asesmen alternatif yang menyenangkan. Melalui Chromebook, siswa membuat dan membaca komik sederhana untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang materi yang dipelajari, sehingga belajar terasa lebih seru dan tidak membosankan. Dari hasil komik yang dibuat, kami bisa melihat cara berpikir, kreativitas, dan pemahaman siswa dengan lebih mudah.

DWU,
Jawa Barat
#DukunganChromebook
Chromebook Dengan Belajar.id, Keren

Chromebook bagi saya merupakan perangkat digitall yang sangat keren. Kenapa keren? Sistem operasinya (SO) gratis, sehingga tidak perlu takut sewaktu-waktu SO akan terblokir seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya. Chromebook ringan dan mudah digunakan. Chromebook memiliki fitur Aksesibilitas sehingga menjadikannya sebagai perangkat yang inklusif karena dapat digunakan oleh orang-orang berkebutuhan khusus. Menggunakan belajar.id menjadikan chromebook lebih keren lagi. Karena apa? Chromebook dengan belajar.id menjadikan perangkat tersebut memiliki kontrol untuk memfilter konten-konten yang bisa diakses. Dengan belajar.id maka konten-konten yang tidak berbaur pendidikan akan terfilter. Hal ini menjadikan penggunaan chromebook salah satu strategi pembelajaran yang lebih ramah anak. Denggan chromebook anak-anak akan terhindar dari paparan pornografi, Judi Online dan situs-situs lain yang tidak sesuai dengan pendidikan. Waktu penggunaan Chromebook juga dapat dibatasi dan di kontrol sehingga orang tua maupun guru tidak perlu kuatir jika murid atau anak kebanyakan bermain. Banyak guru yang pernah saya fasilitasi dalam pelatihan merasa bahwa penggunaan chromebook sangat membantu dalam penbelajaran. Banyak testimoni positif baik dari guru maupun murid tentang pemanfaatan chromebook. Saya berharap chromebook dapat digunakan maksimal di setiap sekolah penerima bantuan chromebook bahkan sekolah lain juga bisa mendapatkan chromebook.

Meida Sitanggang,
Medan
#DukunganKebijakanLain
Peningkatan Kesejahteraan Guru Melalui Program PPPK
Senyum Guru Honorer: Masih banyak bersyukur bagaimana beliau membuat kebijakan yang berpihak pada Murid dan Guru, terlepas dari semua hal, terimakasih Mas Menteri banyak membuat Guru Indonesia tersenyum bahagia #pppk #merdekabelajar #ppg

Okto,
Jawa Tengah
SDN Kertaharja 01,
#DukunganChromebook
Chromebook jadi sahabat guru dan siswa!
"Chromebook jadi sahabat guru dan siswa! Dengan Chromebook, pembelajaran jadi lebih menyenangkan. Guru dan murid lebih mudah dalam menjelajah dunia digital. Murid-murid juga jadi lebih simpel mengerjakan TKA dengan Chromebook.
Google Drive dengan akun Belajar ID jadi tempat aman dokumentasi administrasi dan pembelajaran. Semua file rapi, mudah diakses kapanpun, dan bisa kolaborasi bareng tim. Plus, akun Belajar ID bisa akses banyak aplikasi pendukung dari Google buat bantu belajar jadi lebih keren!
Fakta di lapangan:
- Siswa lebih cepat adaptasi dengan Chromebook, belajar digital jadi seru!
- Guru lebih kreatif buat materi pakai Google Slide & Docs.
- Akun Belajar ID buka akses ke Google Drive, Docs, Sheets, dan apps Google lainnya.
Dengan memanfaatkan Rumah Pendidikan (dulu Platform Merdeka Belajar), pembelajaran jadi makin asik. Siswa belajar, guru dapat pelatihan mandiri, dan akses materi berkualitas.
Chromebook, Google Drive, dan Rumah Pendidikan, kombinasi pas buat pendidikan modern!"" 😊

Yr,
Pekanbaru
#DukunganKebijakanLain
Program Literasi Zaman Nadiem Sangat Berdampak!

Bagi saya, program pemanfaatan buku bacaan bermutu yang digagas pada masa kepemimpinan Nadiem Makarim merupakan langkah nyata yang membawa perubahan besar dalam dunia literasi di Indonesia. Terlebih lagi melalui kebijakan Merdeka Belajar Episode 23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia , saya merasakan adanya dorongan yang kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna program, tetapi juga menjadi penggerak literasi di lingkungan saya.
Program ini bukan sekedar mendistribusikan buku, melainkan sebuah gerakan untuk membangun ekosistem literasi yang hidup. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak anak Indonesia yang belum memiliki akses terhadap bacaan yang berkualitas. Oleh karena itu, kehadiran program ini menjadi sangat penting sebagai upaya pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan kualitas literasi secara nasional.
Pengalaman bantuan saya semakin memperkuat hal tersebut ketika saya mendapatkan 1000 buku dari Teras Baca Agmarani yang saya kelola. Meskipun sekolah kami saat ini belum menerima bantuan buku dari pemerintah karena kemampuan literasi dalam rapor pendidikan sudah tergolong baik, saya melihat bantuan tersebut sebagai peluang besar untuk terus mengembangkan literasi, bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Buku-buku tersebut saya manfaatkan secara maksimal dengan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran. Saya membacakan bacaan dengan topik yang sedang dipelajari, sehingga murid merasa bahwa membaca bukan sekadar tugas, tetapi kebutuhan yang relevan dengan kehidupan mereka. Dari sini, saya mulai melihat perubahan nyata: murid lebih antusias membaca, aktif berdiskusi, dan mampu menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman mereka sehari-hari.
Lebih dari itu, kebijakan Episode 23 ini menjadikan saya semakin konsisten dalam menggaungkan literasi, baik di sekolah maupun di masyarakat. Semangat tersebut saya wujudkan melalui berbagai kegiatan literasi, termasuk pengelolaan Teras Baca Agmarani sebagai ruang belajar bersama. Konsistensi ini juga membawa saya pada kesempatan untuk mengikuti seleksi penggiat literasi Indonesia bersama SLI (Sahabat Literasi Indonesia), dan saya bersyukur dapat lolos serta dikenal sebagai salah satu penggiat literasi di tengah masyarakat.
Dampak yang paling saya rasakan adalah perubahan budaya membaca di kalangan murid. Mereka mulai membaca tanpa harus diperintah oleh guru. Buku tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebagai teman belajar. Hal ini saya buktikan melalui berbagai kegiatan di sekolah dan praktik baik dalam pembelajaran yang memanfaatkan buku bacaan berkualitas. Ekosistem literasi di sekolah pun menjadi lebih hidup—terlihat dari kebiasaan membaca, diskusi yang lebih bermakna, hingga keterlibatan aktif murid dalam kegiatan literasi.
Dukungan terhadap program ini, menurut saya, perlu terus diperkuat oleh semua pihak. Guru sebagai penggerak, masyarakat sebagai pendukung, dan kebijakan sebagai penguat harus berjalan beriringan. Pengalaman saya menunjukkan bahwa ketika buku hadir dan dimanfaatkan dengan tepat, dampaknya tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter dan cara berpikir murid.
Pandangan saya sederhana: buku bacaan berkualitas adalah alat transformasi. Ketika dimanfaatkan secara kontekstual dan terintegrasi dalam pembelajaran, buku mampu menumbuhkan kecintaan membaca secara alami. Dan ketika kecintaan itu tumbuh, literasi akan menjadi budaya, bukan sekadar program. hal ini saya buktikan ketika menjalankan projek penguatan profil pelajar pancasila yang digagas oleh Gencerling dengan topik Bangunlah Jiwa raganya dengan topik _Aksi Cilik Jaga Air mendapatkan terbaik versi penyampaian materi melalui pemanfaatan buku bacaan bermutu pada tahun 2024 dimana programnya digagas pada tahun 2024.
Saya percaya, dari ruang-ruang kecil seperti kelas dan taman baca, gerakan literasi Indonesia dapat tumbuh besar. Dan semua itu berawal dari satu hal sederhana: menghadirkan buku yang tepat di tangan yang tepat, serta guru yang terus bergerak untuk membuat perubahan.

MS Medan,
Medan, Provinsi Sumatra Utara
UPT SDN 068008 Medan,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk TKA

Chromebook membantu siswa dalam pelaksanaan TKA karena memudahkan mereka mengakses soal dan mengerjakan ujian secara digital. Pada bulan Maret, siswa memanfaatkan Chromebook untuk mengikuti kegiatan gladi bersih TKA sebagai persiapan sebelum pelaksanaan sebenarnya. Melalui kegiatan ini, siswa dapat berlatih menggunakan perangkat dengan lebih lancar, memahami alur ujian, serta meningkatkan kesiapan mereka agar pelaksanaan TKA berjalan dengan baik dan tanpa kendala.

Dini,
Bali
SMP NEGERI 2 AMLAPURA,
#DukunganKebijakanLain
Dari Gaptek Menjadi Melek Teknologi

Pada era kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, berbagai platform digital diluncurkan untuk membantu guru memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Ketika dunia dilanda pandemi COVID-19, proses pembelajaran tetap berlangsung secara jarak jauh (daring) melalui beragam aplikasi digital seperti Platform Merdeka Mengajar, Google Meet, Zoom, Google Classroom, serta yang paling populer dan familiar di berbagai kalangan, yaitu WhatsApp.
Transformasi besar pun terjadi. Guru yang sebelumnya kurang akrab dengan teknologi (gaptek) perlahan beralih menjadi melek teknologi. Antusiasme guru untuk belajar secara mandiri semakin meningkat, melahirkan sosok guru pembelajar di berbagai pelosok negeri. Mereka berlomba mengasah keterampilan digital tanpa paksaan, melainkan didorong oleh kesadaran akan pentingnya perubahan.
Kehadiran Kurikulum Merdeka, Merdeka Mengajar dan Merdeka Belajar menjadi bukti nyata pembelajaran yang berpihak pada murid serta selaras dengan tuntutan zaman. Harapannya, transformasi ini terus berlanjut sehingga kualitas pendidikan di Indonesia semakin maju dan merata.

Marlis Fatma,
Kab. Pasaman, Prov. Sumatera Barat
SMA Negeri 3 Sumatera Barat,
#DukunganKebijakanLain
Kesempatan bagi Guru Desa

Kebijakan Program Guru Penggerak digagas dan diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim pada Juli 2020 sebagai bagian dari Merdeka Belajar episode kelima. Program ini bertujuan mencetak pemimpin pembelajaran. Proses rekruitmennya tidak dibatasi sehingga siapa saja bisa mendaftar, dari proses pendaftaran yang memang bertahap Hingga proses pelatihan yang memperkuat peran guru sebagai pemimpin pembelajaran. Banyak poin penting yang sangat bermanfaat bagi saya seorang guru. Dari proses pendidikan guru penggerak ini yang kemudian membuka ruang bagi saya yang seorang guru di desa bisa menebarkan kebaikan atau istilahnya "berbagi praktik baik". Bagi saya konsep merdeka belajar bukan sekedar kebebasan dalam belajar, namun ruang bagi murid untuk bertumbuh. Hal ini pula yang diperkuat dalam program pendidikan guru penggerak. Terlepas dari istilahnya yang sering diplesetkan oleh orang lain, namun program guru penggerak memberikan saya ruang untuk bertumbuh hingga saat ini

M.FB,
Sulawesi Tengah-Kab.Banggai
SMP Negeri 1 Balantak,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk pembelajaran yang menyenangkan

Kegiatan anak-anak di sekolah sekarang semakin menarik dengan adanya pembelajaran berbasis teknologi. Kami memanfaatkan Chromebook sebagai media pembelajaran di kelas. Anak-anak terlihat lebih antusias saat belajar karena mereka bisa melihat materi dengan cara yang lebih jelas dan interaktif. Mereka juga menjadi lebih aktif, senang mencoba hal baru, dan tidak cepat bosan saat mengikuti pelajaran.
Sejak menggunakan Chromebook, proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Anak-anak lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Hingga hari ini, Chromebook masih kami gunakan karena sangat membantu dalam meningkatkan semangat dan partisipasi siswa dalam belajar. Kami merasa penggunaan teknologi ini memberikan dampak positif bagi kegiatan pembelajaran di sekolah.

Rif,
Jawa Tengah
#DukunganChromebook
Chromebook digunakan hingga di Merauke

Pemanfaatan Chromebook di Sekolah kami, di Merauke menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih inklusif dan modern. Dengan perangkat yang ringan, mudah digunakan, serta terintegrasi dengan berbagai aplikasi pembelajaran digital, siswa dan guru kini memiliki akses lebih luas terhadap sumber belajar yang berkualitas. Kehadiran Chromebook tidak hanya meningkatkan efisiensi proses belajar mengajar, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda Merauke untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia digital. Dukungan terhadap inisiatif ini sangat penting agar pemerataan pendidikan berbasis teknologi dapat terus berkembang hingga ke wilayah terdepan Indonesia.

SMP Merauke,
Merauke
#DukunganKebijakanLain
Guru pelosok bisa berkontribusi
Guru di pelosok memiliki peluang besar untuk berkontribusi secara mandiri melalui berbagai skema seleksi yang diselenggarakan kementerian, terutama pada masa kepemimpinan Pak Nadiem yang mendorong transformasi pendidikan berbasis fleksibilitas dan kompetensi. Melalui Kurikulum Merdeka, para guru diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan sesuai potensi dan konteks daerahnya, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem yang kaku. Dengan semangat ini, guru tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang aktif meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi diri, serta berperan dalam menciptakan pendidikan yang lebih relevan dan merata hingga ke pelosok negeri.

EY,
Pamekasan-Jatim
#DukunganChromebook
PMM Dan Chromebook Membawa Perubahan Nyata Pada Guru Dan Siswa Serta Sekolah Menjadi Lebih Baik
Terimakasih kami ucapkan kepada Mas Menteri Nadiem yang telah membawa perubahan nyata untuk Indonesia Hebat
1. PMM adalah solusi nyata bagi kami dalam bertransformasi menghadapi tantangan era digital sehingga kami terlatih untuk siap dalam kondisi apapun, dan hasilnya sungguh luar biasa, muncul lahir kreatifitas para guru hebat yang siap bersaing di era digital
2. Chromebook merupakan bantuan yang sangat tepat bagi kami sekolah yang ada diluar pulau Jawa terutama bagi kami di Pulau Sumatera, dan Alhamdulillah bantuan itu sangat memudahkan kami dalam aktivitas kegiatan sekolah. Dulunya kami ketika ANBK selalu meminjam Laptop atau Chromebook sekolah tetangga, dan sekarang berkat bantuan yang diprogramkan pada masa Mas Nadiem, Alhamdulillah sangat memudahkan kami para siewa dan guru dalam melaksanakan kegiatan seperti ANBK, TKA, Ujian Tobo Kito, dan Sulingjar serta aktivitas lainnya, terimakasih mas Nadiem.

Deka Irawan,
Bengkulu
#DukunganKebijakanLain
Dari Guru yang Bergerak, untuk Pendidikan yang Berdampak

Saya adalah seorang guru yang memang tidak bisa diam. Sejak tahun 2017, saya mulai melangkah, bergerak, dan terus mencari cara agar pembelajaran yang saya hadirkan bisa lebih bermakna bagi siswa. Bagi saya, menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi tentang terus bertumbuh, mencoba hal baru, dan memberi dampak nyata.
Ketika program Guru Penggerak dihadirkan oleh Nadiem Makarim, saya merasa seperti menemukan rumah untuk semangat saya. Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang tumbuh yang menguatkan langkah saya sebagai pendidik. Saya merasa didukung, dipercaya, dan diberi kesempatan untuk berkembang lebih jauh.
Sejak saat itu, perjalanan saya semakin terarah. Saya terus bergerak, berinovasi, berbagi, dan membersamai rekan-rekan guru lainnya. Konsistensi ini bukan karena tuntutan, tetapi karena saya percaya bahwa perubahan pendidikan dimulai dari guru yang mau melangkah.
Lebih dari itu, saya benar-benar merasakan bagaimana program-program yang dihadirkan oleh Bapak Nadiem Makarim memberikan dampak nyata, bukan hanya pada diri saya, tetapi juga pada lingkungan sekolah saya. Cara saya mengajar berubah, cara saya memandang murid menjadi lebih utuh, dan semangat kolaborasi di sekolah kami semakin tumbuh. Saya melihat langsung bagaimana kebijakan yang tepat bisa menghidupkan harapan, menggerakkan guru, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih berpihak pada siswa.
Dari hati yang paling dalam, saya ingin menyampaikan dukungan moral yang sangat kuat kepada Bapak Nadiem Makarim. Terima kasih telah berani menghadirkan perubahan, mempercayai guru sebagai penggerak, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi kami untuk berkembang. Program-program yang Bapak hadirkan bukan hanya kebijakan di atas kertas, tetapi telah menjadi energi nyata yang menghidupkan semangat kami di ruang-ruang kelas.
Saya percaya, apa yang Bapak perjuangkan adalah fondasi penting bagi masa depan pendidikan Indonesia. Dan sebagai guru, saya merasa menjadi bagian dari perjalanan besar tersebut.
Terima kasih Bapak Nadiem Makarim. Dukungan ini akan terus saya jaga dengan satu komitmen: tetap bergerak, tetap berdampak, dan terus menyalakan semangat perubahan di lingkungan saya, sekecil apa pun langkah yang saya lakukan.

Citra DNA,
Kota Tangerang - Banten
SDN PARAPAT 1,
#DukunganKebijakanLain
Guru Penggerak telah Mengubah Jalan Pedang Saya

Guru Penggerak telah mengubah jalan pedang saya—dari guru dengan rutinitas biasa menjadi seorang pemimpin pembelajaran. Mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah di usia muda dan berhasil lulus Ujikom Pengawas adalah wujud komitmen saya yang tak pernah padam untuk pendidikan. Kini, saya terus bergerak dan menanti waktu untuk memperluas ruang pengabdian.

BA
DIY
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan yang Pro dengan Digitalisasi Pendidikan di Indonesia

Saya merasa kebijakan yang diambil oleh Mas Nadiem dalam dunia pendidikan di Indonesia sangat luar biasa sekali khususnya di Digitalisasi Pendidikan berbasis Teknologi. Sebenarnya, Mas Nadiem mengambil keputusan tersebut merupakan terobosan baru, supaya pendidikan di Indonesia semakin baik dan tidak ketinggalan dengan teknologi. Semasa Mas Nadiem menjadi Menteri Pendidikan, pemerataan akses pendidikan cukup lumayan merata khususnya dalam peningkatan kompetensi Guru dan Kepala Sekolah dibidang Digitalisasi. Mulai dari minimalisasi administrasi guru dan pemanfaatan media pembelajaran digitalisasi. Saya merasa Mas Nadiem termasuk Tokoh Pendidikan di Indonesia yang mampu mengubah paradigma pendidikan statis menjadi dinamis. Saya bangga dengan Mas Nadiem, sebagai Tokoh Digitalisai Pendidikan di Indonesia. Terima Kasih.

Kang Mei,
Nias-Sumatera Utara
#DukunganChromebook
Sahabat Belajar Siswa di Era Digital

Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian penting dari proses belajar mengajar. Salah satu alat yang telah menjadi sahabat siswa di era digital adalah Chromebook. Alhamdulillah kami merasakan manfaat yang luar biasa setelah mendapat bantuan dari Mas Menteri Nadiem Makarim dan didukung oleh Google, Chromebook tentunya dirancang khusus untuk pendidik dan siswa sehingga mudah dalam penggunaan dan pemanfaatannya. Manfaat yang sangat kami rasakan adalah saat pelaksanaan ANBK dan TKA yang sekarang ini, dengan adanya Chromebook kami tidak perlu lagi bersusah payah menyiapkan perangkat untuk pelaksanaan, dan juga siswa sudah sangat familiar dan terbiasa dalam penggunaannya.

Yosi Winandar
Kalimantan Barat
SDN 13 Pemangkat
#DukunganKebijakanLain
PMM Memberikan Ruang Belajar, Berbagi, dan Berkarya

Sebelum ada PMM (Platform Merdeka Mengajar) semua guru terlena dalam zona nyaman tanpa mengembangkan diri. Ternyata dunia begitu banyak berubah, banyak hal baru terkait pendidikan yang harus dipelajari. PMM sarana tepat untuk learn and relearn. Seperti pada kegiatan pengenalan wawasan nusantara juga pencegahan perundungan yang saya lakukan saat aksi nyata di PMM. Luar biasa inovasinya. Selama saya mulai kecil berusia 7 tahun hingga berusia 43 tahun belum pernah ada terobosan di dunia pendidikan seperti yang dilakukan oleh Mas Menteri.

Dwi Setyowati,
Lumajang-Jawa Timur
SMPN 1 Sukodono,
#DukunganKebijakanLain
Pelatihan Berkualitas untuk Guru secara Merata

Salah satu hal positif dari berbagai kebijakan positif Nadiem Makarim adalah banyaknya pelatihan berkualitas untuk untuk guru secara merata dan gratis (tidak berbayar). Di era Nadiem Makariem, semua guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan berkualitas sesuai dengan kebutuhannya tanpa dipungut biaya. Kami, guru yang berada jauh dari ibu kota negara, mendapatkan hak yang sama untuk mengikuti pelatihan atau program pemerintah secara langsung melalui seleksi nasional (bukan sistem penunjukan, kedekatan dengan pihak tertentu, atau bagian dari afiliasi tertentu). Semua guru dari berbagai daerah ditantang dan dirangkul untuk mendapatkan materi langsung yang sama dari narasumber nasional. Ini menjadi salah satu motivasi bagi guru untuk terus mengupgarde diri dan berbagi kepada rekan guru. Selain itu, semua guru bisa belajar mandiri melalui kanal pembelajaran resmi dan bisa berbagi kepada rekan-rekan guru lainnya. Jadi, kegiatan belajar dan berbagi tidak terbatas pada orang-orang tertentu dengan biaya yang sudah dipetakan oleh pihak tertentu.

TM,
Kota Parepare - Sulawesi Selatan
UPTD SMP Negeri 1 Parepare,
#DukunganChromebook
PMM Sebagai Jembatan Transformasi Digital

Beberapa poin dukungan dan fakta yang kami rasakan. Dulu, pelatihan guru bersifat terbatas dan formal. Melalui fitur Pelatihan Mandiri di PMM, guru-guru kami di dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Ini sangat membantu kami dalam memahami Kurikulum Merdeka secara mandiri. Fitur Bukti Karya memberikan ruang bagi kami untuk menunjukkan inovasi pembelajaran. Ini sejalan dengan semangat komunitas yang saya dirikan, di mana kami saling menginspirasi dan mengunggah hasil karya digital kami ke PMM. Fitur Rapor Pendidikan yang terintegrasi memudahkan saya sebagai pimpinan sekolah untuk mengambil kebijakan berdasarkan data riil, bukan sekadar asumsi. PMM memungkinkan guru-guru kami terhubung dengan jutaan pendidik lainnya. Ini membuktikan bahwa transformasi digital adalah kunci untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan.

HN
Jawa Timur
#DukunganChromebook
Chromebook untuk Ko-Kurikuler

Penggunaan Chromebook di sekolah baru. Hingga saat ini masih bermanfaat. Dengan keterbatasan koneksi jaringan Chromebook sangat membantu para siswa di pelosok. Kami gunakan dalam kegiatan ko-kurikuler dimana Chromebook membantu siswa menyelesaikan praktik baik terkait dgn 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.

DT,
Sumba
#DukunganChromebook
Chromebook Membantu dan Memiliki Banyak Kelebihan
Saya adalah alumni guru penggerak angkatan 10 di Kab. Barito Utara. Selama saya menjalani pendidikan, Chromebook adalah alat yang sangat membantu saya dalam menyelesaikan semua tugas. Saya merasa sangat terbantu sekali dengan penggunaan Chromebook ini, banyak kelebihannya, salah satunya baterai yg awet, pengoperasian yang mudah serta tahan banting.

Alumni GP Barito,
Kalimantan Tengah
Muara Teweh - Barito Utara
#DukunganChromebook
Semua Guru Mendapatkan Pelatihan dan Kesempatan yang Sama untuk Berkarir

Dalam kebijakan yang telah Pak Nadiem lakukan selama ini saya sangat merasakan dampak yang luar biasa selama menjadi guru honorer di sekolah TK Kartika tempat saya bekerja, kebijakan yang sangat saya rasakan adalah aplikasi Platform Merdeka Mengajar yang sempat beliau luncurkan untuk seorang guru yang memiliki keterbatasan untuk pergi pelatihan di mana pelatihan secara luring akan diberikan kesempatan oleh dinas pendidikan kepada guru-guru tertentu atau guru-guru terdekat saja namun dengan adanya aplikasi Platform Merdeka Mengajar semua guru baik itu honorer maupun juga guru PNS itu semua merasakan kesempatan yang sama untuk belajar lewat aplikasi tersebut. Saya pribadi tidak memiliki keterpaksaan untuk terus belajar dalam menggunakan aplikasi tersebut untuk menambah wawasan saya sehingga banyak hal-hal baru dan ilmu yang bermanfaat yang saya dapatkan setelah saya mengajar saya membuka aplikasi tersebut dan memahami beberapa hal yang belum saya ketahui seperti salah satunya tentang bimbingan konseling untuk anak usia dini saya mempelajari hal tersebut lewat aplikasi Platform Merdeka Mengajar. Ternyata pada aplikasi tersebut yang dilakukan Pak Nadiem yaitu melihat sejauh mana guru tersebut mau belajar dan memberikan kesempatan untuk bisa terpanggil secara luring kepada guru-guru yang aktif menggunakan hal tersebut tanpa dipaksa apa disuruh.
Sehingga saya pribadi mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke Jakarta walaupun saya guru honorer saya bisa merasakan pergi ke Jakarta dengan dibiayai oleh pemerintah untuk belajar secara langsung dan difasilitasi oleh Kemendikbud dengan orang-orang hebat. Alhamdulillah dengan adanya kegiatan tersebut sepulangnya pelatihan dari Jakarta saya bisa mengimpaskan kegiatan tersebut kepada kombel-kombel yang telah saya kelola untuk di daerah kota Pariaman khususnya juga untuk kelompok guru belajar di KKG maupun di sekolah sehingga nya kota Pariaman khususnya untuk TK sendiri sudah berjalan maju dan sesuai dengan kemajuan zaman bagaimana saya memotivasi rekan-rekan guru yang lainnya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri sehingga nya nanti guru bisa memberikan yang terbaik mulai dari fasilitas maupun pelayanan kepada anak anak di sekolah tanpa membedakan anak tersebut. Kemudian untuk saya pribadi sebenarnya aplikasi Platform Merdeka Mengajar di sini dapat kita lihat bersama-sama bahwasanya kita bisa mengetahui mana guru yang benar-benar ingin belajar secara sungguh-sungguh dan mana yang tidak kita bisa melihat berapa persentase untuk guru yang mau belajar dan mana yang tidak dan kita juga bisa melihat mana guru yang benar-benar tulus dalam mengajar dan mana yang tidak. Dan membuat webinar lewat PMM tanpa menggunakan biaya sedikitpun. Kita guru-guru jadi aktif dan saling berbagi tanpa harus meninggalkan kelas sekalipun. Saya melakukan dengan ikhlas demi agar semua guru punya visi yang sama menjadikan generasi masa depan generasi yang hebat, mandiri, berkarakter, jujur, berbudi pekerti luhur dan penuh tanggung jawab.

Alifa Monica Jency
Kota Pariaman - Sumatera Barat
TK Kartika I-59
#DukunganKebijakanLain
Program Berdampak Bagi Sekolah

Sebagai guru di sekolah dasar, saya merasakan langsung beberapa perubahan positif dalam dunia pendidikan pada masa kepemimpinan Mas Menteri. Program-program yang diluncurkan saat itu memberi banyak ruang bagi guru untuk belajar, berkembang, dan memperbaiki cara mengajar di kelas. Salah satu melalui Platform Merdeka Mengajar. Melalui platform ini, saya bisa belajar banyak hal baru, melihat contoh perangkat ajar dari guru lain, serta mendapatkan ide-ide pembelajaran yang bisa langsung diterapkan di kelas. Bagi saya, ini membantu guru untuk terus berkembang tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mengajar.
Selain itu, program pendidikan guru juga terasa lebih terarah. Bukan hanya sekadar untuk memperoleh sertifikat pendidik, tetapi benar-benar mendorong guru untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya sebagai pendidik. Program lain seperti Guru Penggerak juga membuka ruang bagi guru untuk belajar tentang kepemimpinan pembelajaran dan menjadi penggerak perubahan di sekolah. Sebagai guru yang berada di lapangan, saya melihat bahwa berbagai program/kebijakan tersebut memiliki tujuan yang jelas untuk memperkuat kualitas guru dan pembelajaran. Sebagai penggagas kebijakan tersebut, saya percaya beliau memahami arah dan langkah-langkah yang ingin dicapai melalui berbagai program pendidikan yang dijalankan, sehingga guru-guru perlahan dituntun melalui lorong yang gelap menuju cahaya yang lebih baik bagi pendidikan.

Intan,
Batam - Kepri
Guru SD,
#DukunganKebijakanLain
Transformasi Pedagogi Berbasis Digital: Analisis Program Guru Penggerak dan Efisiensi Administrasi Guru

Guru Penggerak: Bukan Sekadar Pelatihan, Tapi "Rebranding" Peran Banyak yang mengira Program Guru Penggerak (PGP) hanyalah seminar biasa. Faktanya, ini adalah strategi rekrutmen pemimpin masa depan.
Fakta yang Jarang Diketahui: Lulusan PGP kini memiliki "jalur cepat" untuk menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas sesuai Permendikbudristek No. 40/2021. Ini adalah upaya memutus rantai pengangkatan kepsek yang dulu sering dianggap politis atau berdasarkan senioritas semata. Saya sendiri setelah mengikuti PGP angkatan ke 4 tahun 2021 s.d 2022 perjalanan PGP yang paling panjang selama PGP hingga angkatan 11 mendapatkan dampak bagi saya tahun 2023 saya lulus PPG dan ada kemudahan yang diberikan. Syarat PPG hanya mengupload laporan kegiatan saja.
1. Transformasi Pedagogi: Mereka diajarkan Differentiated Learning (Pembelajaran Berdeferensiasi)
Metode di mana guru menyesuaikan materi dengan kemampuan tiap siswa, bukan memaksa semua siswa paham dengan satu cara yang sama. Paradigma Baru: Guru bukan lagi "penguasa kelas", melainkan fasilitator yang berhamba pada kepentingan murid. Alumni guru penggerak hingga saat ini masih berusaha menjadi guru yang di dambakan murid, karena guru penggerak senantiasa melakukan identifikasi awal sebelum proses belajar berlangsung, sehingga kebutuhan belajar murid d idalam kelas dapat di sesuaikan.
2. Digitalisasi: PMM sebagai "Ruang Guru" bagi Guru
Digitalisasi bukan hanya soal bagi-bagi laptop, melainkan ekosistem. Munculnya Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah kunci. Dukungan: PMM memberikan akses materi berkualitas ke guru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang sebelumnya sulit mendapat pelatihan fisik. Fakta Lapangan: Digitalisasi ini memaksa guru "bermigrasi" dari cara manual ke sistem digital (seperti Pengelolaan Kinerja di PMM yang terintegrasi dengan E-Kinerja BKN). Meskipun di awal memicu resistensi, ini bertujuan menciptakan data tunggal pendidikan yang akurat. Saya mengakui awal-awal pengenalan PMM banyak guru masih melek digital, takut dengan laptop seiring waktu berjalan karena selain sebagi guru yang mengajar dikelas saya juga ikut mendampingi guru untuk belajar di PMM, perubahan guru dalam digitalisasi semakin banyak, guru mulai meningkatkan kemapuan literasi digital nya.

Wahyuni,
Aceh Utara
SMP Negeri 1 Samudera,
#DukunganChromebook
Chromebook Dirasakan Sampai Sekarang

Chromebook adalah salah satu alternatif mempermudah akses dalam proses pembelajaran terlebih lagi saat melaksanakan Ujian terutama ANBK. Chromebook juga dapat mempermudah akses dalam dunia pendidikan saat ANBK berlangsung Chromebook berperan penting membantu anak. Untuk mengikuti sesi pembelajaran dan saat ini masih banyak menggunakan Chromebook dalam proses pembelajaran. Jika di tanya bermanfaat atau tidak, maka Chromebook sangat bermanfaat dan mempermudah.

AR
Aceh
#DukunganKebijakanLain
Titik Cahaya Diujung Harapan

Saya pernah menjadi seorang guru honorer di sebuah sekolah dasar negeri. Selama kurang lebih 15 tahun saya mengabdikan diri sebagai guru honorer komite. Dalam perjalanan panjang tersebut, saya dan banyak teman sesama guru honorer telah melalui berbagai perjuangan. Kami terus berharap ada perubahan kebijakan yang dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi guru honorer.
Selama bertahun-tahun kami menunggu adanya kesempatan untuk memperoleh status yang lebih jelas. Namun hingga waktu yang cukup lama, hasil yang kami rasakan seolah masih belum ada perubahan yang berarti. Perasaan lelah, putus asa, dan ketidakpastian sering muncul karena pengabdian yang begitu lama belum juga memberikan kepastian.
Perubahan mulai saya rasakan ketika Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Pada masa kepemimpinannya, muncul berbagai program baru di dunia pendidikan, salah satunya adalah program Guru Penggerak. Saya memutuskan untuk mengikuti program tersebut. Melalui program itu, saya mendapatkan banyak pengalaman baru, pengetahuan baru, serta kesempatan untuk berkembang sebagai pendidik.
Program Guru Penggerak ternyata membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Saya mendapatkan kesempatan untuk memperoleh sertifikasi melalui jalur Guru Penggerak. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi saya setelah sekian lama mengabdi sebagai guru honorer.
Selain itu, selama beliau menjabat sebagai menteri, saya juga merasakan tumbuhnya rasa percaya diri sebagai seorang guru. Saya merasa bahwa guru seperti saya diberi kesempatan untuk terus belajar dan berkembang. Saya dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan guru dari berbagai daerah di Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti Komunitas Belajar dan juga BERGEMA. Melalui kegiatan tersebut, saya memperoleh banyak kesempatan untuk keluar daerah, menimba ilmu, serta berbagi pengalaman dengan guru-guru lain dari berbagai penjuru Nusantara. Hal ini sangat berharga bagi saya, karena meskipun saya hanya seorang guru biasa, saya merasa dihargai dan diberi ruang untuk berkembang.
Tidak hanya itu, pada masa kepemimpinan beliau juga dibuka kesempatan bagi guru honorer untuk mengikuti seleksi ASN PPPK. Kesempatan ini sangat berarti bagi saya, karena usia saya sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengikuti tes CPNS. Saya pun mengikuti seleksi tersebut dengan penuh harapan.
Akhirnya, pada tahun 2023 saya resmi diangkat menjadi ASN PPPK. Bagi saya pribadi, hal ini bukan sekadar perubahan status pekerjaan, tetapi juga sebuah harapan baru setelah bertahun-tahun mengabdi sebagai guru honorer komite dengan berbagai keterbatasan.
Pengalaman ini membuat saya merasakan bahwa kebijakan di masa kepemimpinan Nadiem Makarim telah memberikan kesempatan nyata bagi banyak guru honorer seperti saya untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Program-program tersebut tidak hanya membuka jalan bagi peningkatan karier, tetapi juga membangun rasa percaya diri bahwa guru dari mana pun, bahkan yang sederhana sekalipun, memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memberi kontribusi bagi pendidikan di Indonesia.

Armalina,
Pekanbaru- Riau
SDN 146 Pekanbaru,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk Gladi TKA

Saya ingin bercerita tentang hari ini. Siswa-siswi kami di kelas 6 SD Negeri 29 Terusan memulai Gladi TKA 2026 dengan penuh khidmat dan tertib. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (Rabu & Kamis, 11-12 Maret 2026) ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mental dan teknis anak-anak menuju ujian utama. Kami berharap agar di hari pertama ini segalanya berjalan lancar, bebas dari kendala jaringan maupun teknis. Catatan spesial kali ini, bahwa gladi tahun ini sepenuhnya memanfaatkan Chromebook bantuan pemerintah.
Meski banyak dinamika yang menerpa kebijakan digitalisasi pendidikan, faktanya perangkat ini tetap tangguh dan bermanfaat sejak ANBK 2024 hingga sekarang. Sebuah solusi nyata di era "Mas Menteri" Nadiem Anwar Makarim yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh satuan pendidikan di daerah. Semoga ANBK hari kedua besok tetap lancar tanpa kendala.

Anonim,
Jambi
SD Negeri 29 Terusan,
#DukunganChromebook
Chromebook: Bukan Sekadar Laptop, Tapi Jendela Dunia Kami

Jujur saja, sebagai guru di kelas, saya merasa sangat terbantu. Dulu, sebelum ada Chromebook, ujian atau simulasi digital itu rasanya seperti mimpi buruk. Harus pinjam sana-sini, loading-nya lama, dan sistemnya sering error.
Tapi sekarang, ceritanya beda:
1. Sangat Awet & Bermanfaat: Sampai hari ini di tahun 2026, perangkat yang kami terima sejak beberapa tahun lalu itu masih "sehat walafiat" walaupun beberapa unit mengalami kerusakan, hal wajar akibat pemakaian. ChromeOS itu ringan banget, nggak gampang kena virus, dan nggak lemot meskipun spesifikasinya terlihat sederhana.
2. Penyelamat Ujian Nasional: Kita sudah melewati ANBK 2024 dan 2025 dengan lancar berkat alat ini. Dan sekarang, saat anak-anak menghadapi TKA (Tes Kompetensi Akademik) 2026, Chromebook tetap jadi "senjata" utama kami. Bayangkan kalau tidak ada alat ini, mungkin kami masih sibuk pinjam sana-sini laptop orang tua murid.
3. Digitalisasi yang Nyata: Anak-anak sekarang bukan cuma main game. Mereka sudah terbiasa pakai Google Classroom, bikin presentasi, dan mencari bahan belajar sendiri. Digitalisasi ini bukan sekadar istilah keren di televisi, tapi nyata di meja belajar anak didik saya.
Harapan Kami untuk Mas Nadiem:
Melihat berita yang menimpa Mas Nadiem, rasanya sedih dan bingung. Kami di sekolah tidak paham urusan politik atau kontrak yang rumit di Jakarta sana. Yang kami tahu dan kami rasakan adalah: barangnya ada, barangnya berguna, dan manfaatnya sampai ke tangan anak-anak. Kalau dibilang program ini merugikan negara, kami yang di sekolah justru merasa "diuntungkan" karena akhirnya sekolah kami punya fasilitas yang setara dengan sekolah-sekolah di kota besar. Rasanya sayang sekali jika sebuah terobosan yang benar-benar mengubah cara belajar kami di kelas, harus berakhir dengan kesan yang negatif seperti ini.
"Bagi kami, Chromebook ini adalah warisan perubahan. Kami hanya berharap kebenaran segera terungkap, agar semangat transformasi pendidikan tidak layu hanya karena persoalan hukum yang terasa dipaksakan."

Almuttahidin,
Batang Hari - Jambi
#DukunganChromebook
Membuka Pintu Dunia Pengetahuan Melalui Media Pembelajaran Interaktif Dengan Memanfaatkan Chromebook untuk Siswa SD Inpres 3 Birobuli
Perubahan pembelajaran dimulai ketika SD Inpres 3 Birobuli mendapatkan bantuan Chromebook sebagai media pembelajaran interaktif. Dengan dukungan dari pihak terkait dan pelatihan yang diberikan kepada guru, langkah demi langkah alat teknologi ini mulai diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. Guru mulai menyusun materi dalam bentuk presentasi menarik, video edukatif, dan permainan belajar yang dapat diakses siswa melalui perangkat tersebut.
Selain itu, Chromebook juga memudahkan siswa untuk mengakses sumber belajar dari internet yang terpercaya, sehingga mereka bisa belajar lebih luas dari apa yang ada di buku pelajaran. Guru juga dapat memberikan tugas secara daring dan memberikan umpan balik dengan lebih cepat, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Bagi siswa yang memiliki kesulitan dalam memahami materi di kelas, mereka bisa mengulanginya kapan saja melalui konten yang disimpan di Chromebook.
Dengan dukungan yang terus diberikan dan komitmen guru serta siswa dalam memanfaatkannya dengan baik, Chromebook telah menjadi alat yang berharga untuk membantu siswa SD Inpres 3 Birobuli meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas.

Arham,
Kota Palu
SD Inpres 3 Birobuli,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk presentasi dan pengelolaan kinerja guru

"Alhamdulillah.
Walaupun kondisi siswa yang tidak punya laptop untuk presentasi, Chromebook menjadi solusi bagi kami. Kami memanfaatkan Chromebook untuk presentasi belajar siswa, mengakses internet, membuka aplikasi editing, dan untuk pembelajaran pada umumnya.
Selain siswa, Guru-guru juga memanfaatkan Chromebook untuk mengisi pengelolaan kinerja guru, mengakses internet secara umum dan untuk keperluan administrasi lainnya.
Terima kasih atas bantuan Chromebook dari Pemerintah untuk sekolah kami."

Ikhwan,
Jambi
Guru SMA,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk pelaksanaan ANBK

"Sejak sekolah kami memanfaatkan Chromebook, terutama untuk pelaksanaan ANBK, semuanya terasa jauh lebih mudah dan efisien. Proses persiapan lebih praktis, pelaksanaan lebih lancar, dan siswa pun lebih siap menghadapi ujian berbasis digital."

Agus,
Sulawesi Selatan
Guru SD,
#DukunganKebijakanLain
Kebenaran akan terbukti
Saya turut berdoa agar kebenaran dan keadilan benar-benar ditegakkan dalam setiap proses yang sedang berjalan. Semoga para hakim sebagai wakil Tuhan di dunia senantiasa diberi hikmah, kejernihan hati, dan kebijaksanaan dalam menimbang serta memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya.
Semoga setiap tuduhan yang keji, yang lahir dari niat yang tidak murni, tidak hanya terbongkar kebenarannya, tetapi juga kembali kepada pihak yang membangunnya. Karena pada akhirnya, kebenaran tidak bisa ditutup-tutupi, dan keadilan akan menemukan jalannya, meski terkadang harus melalui proses yang tidak mudah.
Tetap semangat Mas Nadiem. Banyak yang masih percaya dan mendoakan dari jauh. Yakinlah, selama berpihak pada kebenaran, jalan akan selalu terbuka, dan pada waktunya nanti, semuanya akan menjadi terang.

Sunaringsih
Depok
#DukunganKebijakanLain
Program Pak Nadiem Bermanfaat
Saya ingin bersaksi atas kebaikan Kementerian Pendidikan era Pak Nadiem. Semua program yang diberikan sangat bermanfaat, dan saya merasa sangat beruntung, terutama pada saat COVID-19. Pada program Kampus Merdeka, saya mendapatkan yang saku 1,5jt setiap bulannya, dan mendapatkan keringanan tidak perlu membayar SKS selama 1 semester. Terima kasih banyak, jasa bapak sangat berharga bagi saya.
Bebaskan Pak Nadiem, saya bersaksi beliau menteri yang baik.

Guru Ternate
Ternate
SMA di Ternate
#DukunganChromebook
Saya aktif menggunakan chromebook

Sekolah saya penerima Chromebook tahun 2021, saat itu masih menjadi guru di SMP Aceh. Dalam peran pemanfaatan chromebook, saya mendaftar dalam program Google Master Trainer Level 1 sampai menjadi Google Certified Trainer tahun 2022 melalui legalitas tersebut saya aktif mengimplementasi Chromebook di sekolah saya dan berhasil mengubah pembelajaran dari monoton dan konvensional menjadi digitalisasi serta merubah asesmen berbasis kertas menjadi asesmen berbasis digital. Melatih dan memberdayakan rekan2 sejawat dalam peningkatan kompetensi diri. Dampak implementasi pemanfaatan Chromebook tidak hanya dalam pembelajaran bagi murid tetapi juga bagi guru tidak hanya membantu peningkatan kompetensi diri tetapi juga untuk memudahkan guru dalam menyusun administrasi.
Seiring berjalannya waktu optimalisasi pemanfaatan chromebook tidak hanya berdampak pada satuan pendidikan saya, tetapi juga pada sekolah2 lain. Saya terlibat aktif dalam pemanfaatan chromebook untuk pelatihan TIK bagi sekolah sasaran penerima chromebook mulai jenjang SD sampai SMP di Aceh.
Juga terlibat langsung sebagai mentor dalam melatih guru untuk pembuatan konten pembelajaran digital interaktif dengan pemanfaatan tool gwe dan platform digital lainnya yang terintegrasi dengan akun belajar id.
Sampai saat ini saya konsisten sebagai pengguna aktif chromebook dalam pemanfaatan google workspace for education dalam pembelajaran dan aktifitas interaktif lainnya hingga mengantarkan saya sebagai salah satu peserta champion energizer 2026 yg diselenggaran oleh Google Indonesia minggu lalu.

SA
Aceh
#DukunganChromebook
Dari sejak guru hingga menjabat di Dinas, saya tetap gunakan CB.
Peran dalam pemanfaatan chromebook, pada tahun 2022 saya menjadi guru di daerah 3T. Saya menggunakan Chromebook dalam pembelajaran. Saya menggunakan CB dalam pembelajaran matematika pada materi statistik. Kemudian pada mata pelajaran informatika kami juga menggunakan CB untuk melatih siswa mengetik dokumen. CB juga kami gunakan untuk ulangan semster dengan mode offline. Laptop kami jadikan server dan CB kami jadikan client dalam ulangan semster. Mode ulangan ini sangat di minati siswa karena tidak berbasis kertas dan mereka bisa langsung melihat hasil ulangan mereka. Para guru juga bisa belajar di PMM dengan CB dengan materi yang ada di flash disk.
Pada tahun 2023 saya menjadi kepala sekolah. Di sekolah ini fasilitas listrik dan internet sudah ada. Saya menggunakan CB dalam pembelajaran terutama menggunakan canva dan google meet dalam pembelajaran. Ulangan juga kami menggunakan mode offline. pada kegiatan P5 kami tema suara demokrasi kami mengadakan pemilihan ketua osis dengan sistem online menggunaka CB. Selain itu Cb juga kami gunakan dalam pelaksanaan AN.
pada tahun 2024 saya di minta untuk membantu di dinas pendidikan. Saya mengawal proses pemanfaatan CB di sekolahs ekolah, kami mengadakan berbagai pelatihan digitalisasi. Data pemanfaatan CB di dasbord juga kami gunakan sebagai dasar sekolah yang aktif dalam penggunaan CB. dengan ada nya dasbord ini memudahkan dinas dalam melakukan monev CB.

Muhamad Firman
Kalbar
Dinas pendidikan dan Kebudayaan
#DukunganChromebook
CB untuk adminnstrasi sekolah
Sejak 2022 saya aktif dalam pemanfaatan CB u kebutuhan administrasi sbg guru, dan di 2023 mulai menggunakan CB pada kegiatan pembelajaran dan asesment dengan murid. Selain itu terlibat aktif pada kegiatan pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, BPMP PB, BGTK PB, Dinas Pendidikan terkait CB untuk rekan sejawat dalam pemanfaatan CB untuk sekolah-sekolah penerima bantuan CB di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya,
Saya juga melakukan pengimbasan dan berbagi praktik baik pemanfaatan CB ke rekan sejawat di sekolah sendiri maupun di sekolah lain. kami memang Fokus pemanfaatan CB yang terintegrasi dengan akun belajar.id. dan hingga kini CB pun masih kami gunakan dengan baik

Novitasari
Sorong
SMAN 2 Sorong
#DukunganChromebook
CB kami gunakan dengan baik

Saya Arby W.Mamangsa Kepala SMK Kesehatan Nusantara Kota Sorong, Saya Pernah bertugas sebagai Kepala SMP Nusantara Kota Sorong dari Tahun 2015 sampai Tahun 2024. Tepatnya pada Bulan Juli Tahun 2020 SMP Nusantara Kota Sorong mendapat bantuan CB sebanyak 15 Unit dan itu menjadi awal Transformasi yang luar biasa dalam sejarah hidup saya selaku seorang guru, karena sekolah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Sekolah yanag dulu dianggap sekolah buangan dan tidak diperhitungkan kemudian berubah menjadi sekolah pilihan yang kemudian menjadi salah satau sekolah penggerak di Indonesia pada tahun 2021. Pembelajaraan yang disertai dengan penggunaan CB dan akun belajar telah memberikan gairah dan fenomena baru bagi para siswa dilingkungan SMP Nusantara Kota Sorong. Para guru dan siswa mulai mengembangkan diri dengan memanfaatkan CB untuk keperluan belajar dan mengajar. Sejak saat itu SMP Nusantara mulai memberi warna dan dampak bagi sekolah-sekolah di Kota Sorong, dan Tanah Papua melalui berbagai best praktis yang terus kami lakukan sebagai akibat dari pemanfaatan CB dan sekolah penggerak bukan hanya di indonesia tapi di negara negara asia tenggara dan menjadi utusan indonesia pada ivent G 20 di Brasil . Perubahan ini di dasari pada prinsip dasar transformasi mindset utk beradaptasi dengan dengan semua kemajuan. dan karena itulah pemerintah kota sorong kemudian ingin agar perubahan itu terjadi pada skala yang lebih besar di kota sorong dan kemudian saya diangkat menjadi sekretaris dinas pendidikan dan kemudian menjadi Plt Kadis Pendidikan kota Sorong. Saat ini saya kembali memimpin SMK Keshatan Nusantara Kota Sorong dan CB tetap menjadi teman kerja setia saya , bahkan membuat paragraf inipun saya masih tetap menggunakan CB bantuan Pemerintah pada era Pa Nadiem Makarim seorang pemimpin yang Visioner. Trimkasih Pak telah meninspirasi kami untuk berani menerima tantangabn bagi suatu perubahan yang dapat mengubahkan generasi bangsa menuju generasi emas Indonesia.

Arby W.Mamangsa
Sorong
SMK Kesehatan Nusantara Kota Sorong
#DukunganChromebook
Melepaskan pemilik Gojek demi anak negeri menuju Peradapan Teknologi demi kemajun NKRi ,

Chromebook Adalah sebuah inovasi perubahan teknologi dari manual menjadi melek teknologi sejak dini dari sekolah Dasar sampai ahkir hayat, fakta program UN dulu mengunakan kertas memelukan biaya banyak sekarang program ANBK,TKA mengundang teknologi dengan Chromebook menghemat biaya yang lebih banyak dan siswa menjadi paham teknologi sejak dini..Program Sekolah Pengerak,Guru pengerak adalah sebuah program 6ang sangat baik sebenarnya tapi banyak rakyat belum memahami kaum golongan tua ..Program sekolah pengerak dibiayai negara 140 jt sd 150 perlembaga dengan tujuan pengembangan teknologi Pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa kalau dilaksanakan dengan kejujuran lembaga itu akan lebih maju dari lembaga yang tidak mendapat biayanya.

Sugeng riadi
Kota Madiun Jawa Timur
SD Madiun
#DukunganKebijakanLain
Kurikulum Merdeka adalah Kurikulum yang sangat baik
Kurikulum Merdeka memberikan dampak yang sangat terasa di sekolah kami. Kami sebagai guru merasa lebih leluasa dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Tidak lagi sekadar mengikuti pola yang kaku, kami bisa lebih kreatif dan fleksibel dalam menentukan metode, media, serta pendekatan belajar yang relevan.
Dengan kebebasan tersebut, kami juga semakin terdorong untuk terus belajar dan berkembang. Kami tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif mencari cara terbaik agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Ruang untuk bereksplorasi ini membuat kami lebih percaya diri dalam mencoba hal baru, sekaligus saling berbagi praktik baik antar sesama guru di sekolah.
Di sisi lain, kebebasan ini juga diiringi dengan tanggung jawab yang lebih besar. Kami merasa memiliki peran penting, tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk sekolah, masyarakat, dan diri kami sendiri. Kami berupaya menjaga kepercayaan tersebut dengan memberikan yang terbaik, sehingga pembelajaran yang kami hadirkan benar-benar berdampak dan membawa perubahan positif.

SA
Malang
SMA Batu
#DukunganKebijakanLain
Open Letter to Nadiem
To whom it may concern,
I write this letter in my capacity as a former Harvard Business School classmate to Nadiem Makarim, and as a close personal friend of seventeen years. I have known Nadiem since we arrived at HBS together in 2009, where we became close friends. In that time, I have come to know his character, his values, and the quiet conviction that has guided every major decision in his life.
After business school, Nadiem and I both went on to found businesses and our shared entrepreneurial path kept us connected. Throughout those years, Nadiem was someone I turned to for sound advice—not because he would tell me what I wanted to hear, but because I trusted his moral compass and the clarity of his thinking.
When Nadiem made the extraordinary decision to step away from Go-Jek to serve Indonesia as Minister of Education, it confirmed everything I already knew about him. This was not a career move. It was an act of profound personal sacrifice, motivated by a genuine belief that he could help his country.
Beyond his professional life, I know Nadiem as an outstanding husband and father. Our families have remained close throughout the years, and I have had the privilege of witnessing firsthand the warmth, devotion, and integrity he brings to his family life. The allegations surrounding Nadiem are highly out of character with the man that I know and I find it illogical that he would commit the acts he is being accused of.

Christopher Koh
Gangnam-gu, Seoul
Managing Partner, Han River Partners
#DukunganChromebook
Dari PMM saya belajar
Selama Mas Nasdiem menjabat, saya senang sekali karena lingkungan belajar tidak hanya diusahakan untuk murid tapi juga untuk guru. Melalui PMM, saya bisa memahami kurikulum dan implementasinya secara langsung dan hal ini meminimalisir miskonsepsi dalam pelaksanaannya. Tidak hanya itu, akses terhadap buku pelajaran dan pelatihan serta forum-forum belajar bersama guru yang lain juga membantu saya mengajar lebih baik.

Anonim
Madiun
#DukunganChromebook
PMM membuat akses belajar yang memudahkan
Terima kasih Mas Nadiem telah membuat PMM, karena saya bisa mengakses dan belajar materi-materi yang mendukung penyusunan rencana pembelajaran secara fleksibel. Berbeda dengan sebelumnya, dimana untuk mendapat pelatihan harus datang jauh ke kota atau ke Jakarta. Melalui PMM, saya bisa belajar kapan saja dan dimana saja sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang saya miliki.

Anonim
Pati - Jawa Tengah
#DukunganChromebook
Chromebook untuk daerah terpencil
Kami tinggal di daerah terpencil yang jaringan naik turun. Namun dengan bantuan Chrome Book, kami tetap bisa mengakses alat digital karena bisa digunakan dalam keadaan tanpa sinyal atau offline. Saya jadi bisa menunjukkan ke anak-anak bagaimana belajar secara digital.

Anonim
Papua
#DukunganChromebook
Dengan Chromebook, saya benar-benar terbantu
Chromebook menjadi perangkat yang benar-benar membantu saya sebagai guru dalam menjalankan berbagai aktivitas pembelajaran. Tidak hanya saat mengajar di kelas, tetapi juga ketika saya harus mengikuti pelatihan di luar sekolah, saya tetap bisa terhubung dan berpartisipasi dengan optimal karena memiliki alat kerja digital yang praktis dan mudah digunakan.
Dengan Chromebook, saya bisa mengakses materi, mengerjakan tugas, hingga berkolaborasi secara daring tanpa kendala berarti. Hal ini membuat proses pengembangan diri sebagai guru tetap berjalan, tanpa harus meninggalkan tanggung jawab utama dalam mendampingi peserta didik.

Anonim
Maluku
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan yang signifikan
Saya terima kasih dengan adanya kebijakan-kebijakan yang siginifikan dari Bapak Nadiem Makarim selama menjabat. Di antaranya program Guru Penggerak dan Kurikulum Merdeka. Program-program ini mendorong saya sebagai guru harus belajar lebih cepat dan mengikuti zaman.

Anonim
Magetan - Jawa Timur
#DukunganChromebook
Mengikuti perkembangan zaman dalam menyusun rencana pembelajaran
Masifnya penggunaan AI saat ini membuat saya bersyukur telah mendapatkan Chrome Book beberapa tahun lalu. Setidaknya, saya punya pengetahuan tentang dunia digital, dan bisa mengikuti perkembangan zaman dalam menyusun rencana pembelajaran.

PS
Depok - Jawa Barat
#DukunganChromebook
Siap menghadapi era digital
Kebijakan yang progresif di bidang pendidikan membantu sekolah saya lebih siap menghadapi era digital yang semakin masif. Kami sebagai guru jadi lebih siap untuk menghadapi anak murid yang lebih melek digital.

Anonim
Tangerang - Banten
#DukunganChromebook
Bangga dengan Chromebook
Saya merasa terbantu sekali dengan adanya ChromeBook karena saya dan guru-guru lain jadi terdorong mengembangkan skill dalam mengajar dengan pendekatan digital. Sebelumnya kami di sekolah mengajar dengan cara jadul, konvensional. Tanpa ChromeBook, mungkin sampai saat ini saya masih mengajar dengan metode lama.

Anonim
Serang - Banten
#DukunganKebijakanLain
Open Letter - Nadiem Makarim's Support
I write this letter in my capacity as a Harvard Business School classmate (Class of 2011) to Nadiem Makarim, and as a professional engaged in the global technology and infrastructure ecosystem. I have known Nadiem for more than fifteen years, across his academic life, his entrepreneurial journey, and his public service. In that time, I have had an uniquely close vantage point into his character, his values, and his unwavering commitment to Indonesia.
Across business or academia, I have rarely encountered someone that combines intellectual rigor, moral clarity, and humility in the way that Nadiem does. Nadiem’s contributions to Indonesia are both profound and widely recognized. As the co-founder of GoJek, he helped build one of Southeast Asia’s most transformative technology platforms—expanding economic access, empowering millions of drivers and small businesses, and placing Indonesia firmly on the global innovation map. Yet, what stands out even more is his decision to step away from this success to serve his country. This was not a symbolic transition that required courage and sacrifice for the greater good.
Beyond his accomplishments, it is Nadiem’s integrity that has and will always define him. He is a person of exceptional ethical grounding—transparent in decision-making, principled under pressure, and motivated not by personal gain but by a genuine desire to create lasting societal impact. In my years of interactions with him, I have never observed behavior that would remotely suggest impropriety, corruption, or abuse of power. To the contrary, he has consistently held himself to the absolute highest standards of integrity and transparency — standards far higher than what is typically expected in public life or even in business.
The current circumstances surrounding his imprisonment are deeply troubling and fundamentally inconsistent with the individual I know. It is difficult to reconcile these allegations with a person who has demonstrated such a sustained pattern of integrity, sacrifice, and service at the highest levels.
I respectfully urge all relevant authorities and stakeholders to consider the totality of Nadiem Makarim’s life, work, and character. He is not only a transformational leader but also a deeply principled individual whose contributions have strengthened Indonesia’s institutions and global standing. I offer this statement with full conviction and stand ready to provide any further information or clarification that may be helpful.

Santanov Chaudhuri,
San Francisco CA
Harvard Business School, Class of 2011,
#DukunganChromebook
Serunya bermain game dengan chromebook
Kata siapa murid di kelas tidak boleh main game? Sejak adanya Chromebook di sekolah kami, saya justru memanfaatkannya sebagai media pembelajaran yang seru dan interaktif. Salah satunya melalui platform seperti gimkit.com, di mana murid-murid bisa belajar sambil bermain game edukatif. Mereka terlihat lebih antusias, aktif menjawab soal, dan tidak merasa sedang “belajar” dalam arti yang membosankan. Bagi saya, ini menjadi cara baru yang menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekaligus membuat suasana kelas jadi lebih hidup dan penuh semangat.

R. Fajrin A.
Riau
#DukunganChromebook
Asesmen formatif menggunakan quizziz dan chromebook

Serunya Asesmen Formatif berbasis Quizizz dan akun belajar menggunakan chromebook.
saya Adalah Guru Matematika kelas 7 di salah satu SMP di Lampung Barat. Didiklah siswa dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri. Salah satunya pemanfaatan teknologi yaitu chromebook bantuan pemerintah dalam kegiatan belajar mengajar termasuk dalam kegiatan asesmen Formatif dengan memanfaatkan Quizizz dan akun belajar.
Quizizz dipilih karena fitur yang tersedia mudah dimanfaatkan oleh siswa melalu chromebook yang telah ada di sekolah. Ditiap soal baik dijawab dengan benar atau salah, disediakan animasi yang menarik sebagai apresiasi atas jawaban yang telah diberikan. Tampilan ini menjadikan asesmen Formatif matematika bukanlah hal yang menakutkan. Walaupun jawaban salah, siswa akan terhibur karena animasi dan sound yang diberikan. Sedangkan bagi yang menjawab benar, siswa akan termotivasi untuk meningkatkan lagi pengetahuannya.

Pak Iswan,
Lampung Barat
SMP Lampung Barat,
#DukunganChromebook
Program Google Master Trainer melalui chromebook
Guru-guru di morowali, utamanya di sekolah sy, aktif menggunakan chromebook, kebanyakan adalah google master trainer (GCE) yang mendapatkan pelatihan dari tim Google untuk memanfaatkan chromebbook menggunakan apilikasi google seperti gform, word, gsheet, google class room, dll
Aplikasi-aplikasi ini sangat memudahkan guru-guru untuk belajar dan memanfaatkan untuk kegiatan di kelas. Aplagi dengan adanya bantuan chromebook, tentunya lebih maksimal lagi dalam pemanfaatannya

Suleman,
Morowali
#DukunganKebijakanLain
Program Guru Penggerak mengubah Pola Pikir dan Pandangan Saya
Mengikuti Program Guru Penggerak menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan saya sebagai seorang pendidik. Saya berkesempatan mengikuti program ini pada angkatan 11, yang berlangsung dari Juni hingga Desember 2024.
Sejak awal, saya sudah merasakan sesuatu yang berbeda. Proses rekrutmen yang transparan dan fair memberikan kesan bahwa program ini benar-benar menjunjung tinggi kualitas dan integritas. Hal ini menumbuhkan rasa percaya dan semangat untuk mengikuti setiap tahapannya dengan sungguh-sungguh.
Selama kurang lebih 6 bulan, saya menjalani proses pembelajaran yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengubah pola pikir dan cara pandang saya sebagai guru. Materi yang disajikan sangat relevan, praktis, dan dekat dengan realitas di kelas. Bahkan, beberapa materi belum pernah saya dapatkan saat kuliah di jurusan PGSD. Namun justru di situlah letak kekuatannya—materi yang diberikan benar-benar yang dibutuhkan guru di lapangan.
Saya menyadari bahwa menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi bagaimana kita mampu memahami murid, menciptakan lingkungan belajar yang berpihak pada mereka, serta terus bertumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Program ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Diskusi, kolaborasi, hingga refleksi menjadi bagian penting yang membuat prosesnya terasa mendalam. Tidak pernah sebelumnya saya mengikuti pelatihan guru yang dirancang sekomprehensif dan sebermakna ini.
Bagi saya, Program Guru Penggerak bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi sebuah perjalanan transformasi. Perjalanan yang menguatkan peran saya sebagai guru untuk terus bergerak, belajar, dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik.
Di akhir perjalanan ini, saya merasa jika ada program pelatihan seperti ini lagi, maka program ini sangat layak untuk dihadirkan kembali. Karena dampaknya benar-benar nyata dan dirasakan langsung oleh guru.
Saya sangat mendukung keberlanjutan program ini, karena manfaatnya tidak hanya untuk guru, tetapi juga untuk masa depan pendidikan di Indonesia.

AS,
Soppeng - Sulawesi Selatan
#DukunganChromebook
Chromebook & Kurikulum Merdeka

Salam,
Perkenalkan saya Guru PAI di Salah satu SD di Kab. Purbalingga
Setiap hari selasa, saya dan sebagian kecil peserta didik kelas IV, V, dan VI SD Negeri 2 Sirandu mengikuti kegiatan ekstrakulikuler desain grafis. Kegiatan ini merupakan salah satu dari progam pendukung sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka khususnya di SD Kami.
Dengan memanfaatkan chromebook yang dimiliki oleh sekolah dan aplikasi Canva for Education, peserta didik yang ikut ekstrakulikuler ini belajar tentang prinsip dasar desain grafis, belajar membuat desain grafis seperti: poster, infografis, dsb. Program ekstrakulikuler ini bertujuan mengembangkan kreatifitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud kesadaran kami dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang menuntut kita untuk “melek teknologi”. Kegiatan ini dapat berjalan, tidak lepas dari dukungan Kemendikbud Ristek yang telah memberikan email belajar.id kepada peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, sehingga kami dapat memanfaatkan beberapa fitur-fitur premium yang ada di aplikasi Canva.
Dengan dukungan Kurikulum Merdeka, kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.

Guru,
Purbalingga - Jawa tengah
#DukunganChromebook
Chromebok untuk ANBK

Pelaksanaan ANBK di sekolah saya menjadi semakin lancar berkat adanyaChromebook sebagai perangkat utama ujian. Dengan Chromebook, siswa dapat mengerjakan asesmen secara digital dengan lebih mudah, cepat, dan minim kendala teknis, sehingga mereka bisa lebih fokus pada kemampuan literasi dan numerasi yang diujikan.
Selain itu, penggunaan Chromebook juga membantu sekolah dalam menciptakan lingkungan ujian yang tertib, efisien, dan terintegrasi dengan sistem pusat.

SD Bengkulu,
Bengkulu
#DukunganKebijakanLain
Terima kasih untuk program2 pak Nadiem
Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Pak Nadiem Makarim atas berbagai program yang telah dihadirkan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
Meskipun saya pribadi tidak menerima Chromebook secara langsung, saya turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan pemanfaatan teknologi tersebut di lingkungan kami. Selain itu, program-program lain seperti Platform Merdeka Mengajar dan Guru Penggerak juga terasa sangat membantu dan memberi banyak manfaat bagi para guru di wilayah kami.
Melalui berbagai inisiatif ini, kami merasakan dorongan yang kuat untuk terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih baik bagi murid-murid kami. Terima kasih atas upaya dan perhatian yang telah diberikan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia
Semoga apa yang dihadapi pak Nadiem bisa segera terselesaikan dan terbukti tidak bersalah

Anita N,
Kalimantan Utara
#DukunganChromebook
Chromebook memiliki peran strategis dalam menunjang pembelajaran di sekolah

Chromebook memiliki peran strategis dalam menunjang pembelajaran di sekolah , terutama melalui digitalisasi pendidikan, penguatan literasi digital, dan fleksibilitas metode belajar. Meskipun terdapat anomali berupa dugaan korupsi dalam pengadaannya dan kendala teknis (seperti hang atau masalah baterai), Chromebook diakui memberikan manfaat signifikan di banyak sekolah, khususnya untuk asesmen dan materi berbasis cloud.
Berikut adalah manfaat Chromebook untuk pembelajaran dalam konteks pembelajaran
Mendukung Asesmen Nasional & Berbasis Digital: Chromebook mempermudah pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), TKA dan ujian sekolah berbasis digital karena kompatibilitasnya yang tinggi dengan sistem ujian.
Efisiensi dan Kemudahan Penggunaan: Perangkat ini memiliki booting cepat (sekitar 8 detik), antarmuka sederhana, dan ringan, sehingga ideal untuk penggunaan instan di kelas.
Kolaborasi Proyek & Literasi Digital: Chromebook terintegrasi dengan Google Workspace for Education (Docs, Classroom, Slides), memudahkan siswa berkolaborasi dalam proyek Proyek Pembelajaran dan meningkatkan literasi digital.
Fleksibilitas Pembelajaran (Online/Offline): Meski berbasis cloud, Chromebook didesain untuk tetap berfungsi secara offline, memastikan proses belajar tidak terhenti di sekolah dengan keterbatasan internet.
Pembelajaran yang Menarik: Mengubah metode belajar menjadi lebih dinamika, atraktif, dan tidak membosankan melalui penggunaan video, animasi, dan akses langsung ke referensi internet.
Hemat Biaya dan Aman: Chromebook cenderung lebih terjangkau, hemat biaya TI sekolah, dan memiliki sistem keamanan tinggi yang otomatis diperbarui.
Di balik kontroversi pengadaannya, penggunaan Chromebook secara maksimal terbukti membantu guru dalam menyampaikan materi digital dan membantu siswa beradaptasi dengan teknologi.

Slamet
Jogja
#DukunganChromebook
Manfaat Chromebook dan Tantangannya!

Hadirny Chromebook disekolah Kami telah memberikan banyak manfaat dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih modern. Dengan perangkat ini, kami para guru dapat lebih mudah menyajikan materi digital, mengakses berbagai sumber belajar, serta menghadirkan aktivitas kelas yang membuat siswa lebih terlibat dan termotivasi. Pemanfaatannya juga selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka waktu itu yang mendorong kemandirian belajar, kolaborasi, dan penguatan literasi digital bagi murid. Meski dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan internet dan infrastruktur di beberapa daerah khususnya di wilayah kami, keberadaan Chromebook tetap menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi pendidikan.
Untuk itu, kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya dukungan teknologi ini yang telah membantu membuka lebih banyak peluang pembelajaran kreatif di sekolah. 🙏

YT,
Maluku
#DukunganChromebook
Mengisi e-kinerja jadi lebih mudah dan efisien dengan Chromebook!!

Dengan Chromebook, kita bisa mengakses e-kinerja di mana saja dan kapan saja, tanpa harus khawatir tentang spek laptop yang berat atau koneksi internet yang lambat.
Chromebook memungkinkan guru untuk fokus pada pekerjaan tanpa gangguan.
Terima kasih pemerintah atas bantuan chromebook nya kepada sekolah kami"Mengisi e-kinerja jadi lebih mudah dan efisien dengan Chromebook!
Dengan Chromebook, kita bisa mengakses e-kinerja di mana saja dan kapan saja, tanpa harus khawatir tentang spek laptop yang berat atau koneksi internet yang lambat.
Chromebook memungkinkan guru untuk fokus pada pekerjaan tanpa gangguan.
Terima kasih pemerintah atas bantuan chromebook nya kepada sekolah kami

Yuliarti Malaha,
Sulteng
#DukunganKebijakanLain
Terima kasih PMM
Saya izin juga mendukung walau saya bukan guru. Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih atas kebijakan yang dihadirkan oleh Pak Nadiem Makarim, khususnya melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Dalam proses penyusunan tesis yang saya kerjakan di 2024, platform ini sangat membantu saya dalam memahami berbagai praktik pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Dari riset yang saya lakukan di lapangan, saya juga melihat secara langsung bagaimana berbagai fitur dan sumber daya yang tersedia benar-benar memberi dampak bagi para guru di tempat saya melakukan penelitian. Platform ini bukan hanya menjadi sumber data dan referensi bagi penelitian saya, tetapi juga menunjukkan bagaimana kebijakan yang tepat dapat membantu guru beradaptasi dengan pembelajaran yang lebih relevan di era digital.
Karena itu, saya merasa perlu menyampaikan apresiasi atas upaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan bermanfaat bagi banyak pihak di era pak nadiem.
Semoga beliau diberi kesehatan dan dimudahkan segala urusannya.

Rice,
Depok - Jabar
#DukunganChromebook
Chromebook bisa dipakai apa aja

Kami di kelas sering memanfaatkan akun belajar.id untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Dengan adanya bantuan Chromebook di sekolah, kami jadi lebih mudah mengakses berbagai platform pembelajaran digital. Misalnya, kami menggunakan Canva untuk membuat presentasi atau poster belajar yang menarik, serta Quizizz untuk kuis interaktif yang membuat suasana belajar lebih seru. Banyak juga platform lain yang bisa diakses, bahkan beberapa di antaranya menyediakan versi pro melalui akun belajar.id. Karena itu, kami merasa sayang sekali jika fasilitas yang sudah tersedia tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk membuat pembelajaran lebih kreatif dan menyenangkan.

Roza,
Sumbar
#DukunganKebijakanLain
Memangkas Sistem, Menguatkan Ekosistem

Penguatan ekosistem dan tata kelola di era mas menteri saya kira sangat terasa bagi kami yang suka akan perubahan. Penataan sistem pelatihan lewat program guru penggerak yang berdampak baik bagi perkembangan pola pikir guru. Sistem tata kelola kepala sekolah lewat sistem yang memangkas kepengingan2 politik daerah. PMM yang memudahkan guru dalam belajar berkomunitas dan berkarya. Sistem pengelolaan kinerja terintegrasi yang memudahkan dan meminimalisir kecurangan dan korupsi. Selain itu melalui byk program ekosistem belajar di lingkungan pendidikan mulai tertata. Suara guru sering menjadi semangat bagi dinas dalam belajar dan berkarya bersama. Sistem raport pendidikan membuat perencanaan menjadi lebih baik, data yang transparan dan di integrasikan dengan tata kelola kinerja dan anggaran. Saya merasa tidak ada menteri yang luar biasa berani mengusik ketenangan daerah dalam mengelola pendidikan. Sistem monitoring Chromebook lewat cdm juga terbukti bisa meningkatkan produktivitas penggunaa dengan evaluasi berbasis data dan berkelanjutan. Semoga semua program baik bisa di lanjutkan. Dan apabila ada kekurangan bisa di refleksikan dan di perbaiki bersma.

Muhamad Firman,
Melawi Kalbar
#DukunganChromebook
Chromebook untuk Asesmen Diagnosis Gaya Belajar

Pemanfaatan Chromebook di sekolah kami sangat membantu guru dalam melakukan asesmen diagnostik untuk mengecek gaya belajar siswa. Melalui Chromebook, siswa dapat mengisi pertanyaan sederhana secara online sehingga guru bisa mengetahui apakah siswa lebih mudah belajar secara visual, auditori, atau kinestetik. Hasilnya langsung terlihat dan memudahkan guru menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih tepat sasaran. Terima kasih atas adanya Chromebook di sekolah, karena perangkat ini membuat proses pengecekan kebutuhan belajar siswa menjadi lebih cepat, praktis, dan mendukung pembelajaran yang lebih efektif.

MS,
Sumatera
#DukunganKebijakanLain
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

Saya telah berkarir menjadi seorang tenaga pendidik sejak tahun 2000, sebagai seorang kepala sekolah TK Swasta selama ini, saya merasa perlu memberikan pandangan objektif mengenai transformasi kepemimpinan Mas Nadim selama menjadi Mentri Kemendikbudristek.
Banyak kebijakan dan ilmu yang transparan yang saya alami sejak beliau mulai menjabat , kami yang tinggal di pedesaan jauh di pelosok Aceh merasakan dampak dari program-program yang beliau luncurkan, walau pun sekolah saya tidak terpilih sebagai sekolah penggerak dan saya tidak ikut pada rekrutan program PPPK namum hal terbaik yang saya rasakan sebagai pendidik adalah , saya mengikuti seleksi fasilitator program guru penggerak, sebagai seorang insan pendidik saya banyak sekali merasakan perubahan baik pada diri saya melali pergram tersebut, bagaimana kita dikuatkan menjadi orang yang jujur dan berintegrasi pada profesi yang kita lakoni sebagai tolak ukurnya nilai -nilai kejujuran yang selalu kami dapat dari semua materi program yang digagas Mas mentri. Saya merasakan secara pribadi bersyukur sekali saat beliau menjadi mentri sistem transparansi pemilihan kepala sekolah inovatif tingkat Nasional telah saya dapatkan dengan kerja nyata adan belajar di era mas Mentri, Saya menjadi terbaik Nasional sebagai Kepala sekolah yang bukan seorang PNS berhasil berjuang sendiri langsung ke tingkat NAsional tanpa ada KKN di tinggkat Kabupaten dan Proviinsi , ini salah satu hal utama dan terbaik bagi saya yang merasakan program pemilihan kepala sekolah tanpa ada campur tangan Dinas di wilayah kami. Semua ini adalah sebuah terobosan dan transformasi kepemimpinan beliau dan yang sesuai dengan slogan yang diusung Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar. Program tersebut saya rasakan sangat berdampak bagi perubahan mindset pendidik yang memilki semangat berkarya dan berani dari zona nyaman, Pengalaman saya menjadi seorang pendidik sejak beliau menjadi mentri sangat memberikan dampak bagi saya pribadi dalam mengelola manajemen diri dan pengelollan sumberdaya manusia. Dan sangat banyak hal yang telah kami rasakan kami rasakan di lembaga , saya sendiri sejak beliau menjabat merasakan perubahan besar atas bakat saya. Dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan emajukan pendidikan Anak Usia Dini khususnya. Tergerak, Bergerak, Menggerakkan implementasi dari program Merdeka Belajar , Merdekan Mengajar.

Julia Amalya
Aceh Selatan
PAUD TERPADU INSAN MADANI MEUKEK
#DukunganChromebook
Chromebook memfasilitasi siswa dalam pembelajaran dengan teknologi

Chromebook yang dihadirkan saat kepemimpinan Mas menteri Nadiem Makarim membawa dampak positif bagi siswa kami di sekolah. chromebook bukan hanya digunakan dalam pemberian tapi digunakan untuk penilaian akhir semester dan akhir ujian sekolah. chromebook sampai saat ini digunakan siswa saat pelaksanaan TKA. Selain itu chrome book juga digunakan untuk memfasilitasi siswa belajar pembahasan soal OSN dan membuat karya tulis ilmiah untuk FLS3N.

YF,
Kepahiang -Bengkulu
SMP Negeri 2 Ujan Mas,
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan Guru Penggerak dan PMM serta Pengelolaan Kinerja
Ada banyak program yang sangat bagus di era Pak Nadiem. Dengan adanya program Guru Penggerak, semangat guru-guru untuk terus maju dan bertumbuh semakin membara. Terjadi persaingan secara sehat dan positif untuk bisa mengikuti program tersebut. Untuk platform PMM terutama menu Pelatihan Mandiri yang mewajibkan guru setelah mempelajari beberapa modul pada topik pelatihan yang dipilih, guru harus membuat aksi nyata yang nantinya akan divalidasi, kalau sesuai dan lolos, maka akan mendapatkan sertifikat. Sehingga guru-guru yang dulunya gaptek dan mager sekarang menjadi aktif untuk belajar secara mandiri di PMM. Kemudian, untuk Pengelolaan Kinerja, guru juga wajib menyertakan bukti sertifikat sesuai dengan indikator yang dipilih, sehingga mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka pilih untuk mengumpulkan poin dan mengumpulkan sertifikat sesuai dengan tagihan.

MJ,
Sorong Selatan - Papua Barat Daya
SMP,
#DukunganChromebook
Bukan Milik Sendiri, Tapi Manfaatnya Milik Bersama

Sebagai kepala sekolah sekaligus Google Certified Trainer, saya meyakini bahwa keterbatasan sarana bukanlah penghalang bagi siswa untuk mendapatkan hak literasi digital yang setara. disekolah kami, perangkat Chromebook bantuan kementerian era Mas Menteri Nadiem Makarim memang belum tersedia secara mandiri. Namun, melalui semangat kolaborasi antar-satuan pendidikan, kami mengambil inisiatif untuk meminjam perangkat tersebut dari sekolah tetangga, guna memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi siswa kelas 6 dalam persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). filosofi kami sederhana: meskipun perangkat ini bukan milik sekolah sendiri, manfaat transformatifnya harus dirasakan bersama oleh seluruh anak bangsa.
Kegiatan latihan ini bukan sekadar simulasi mengerjakan soal, melainkan jembatan bagi siswa untuk akrab dengan ekosistem teknologi masa depan. dalam sesi ini siswa belajar menavigasi perangkat secara teknis, mulai dari penggunaan touchpad yang responsif hingga penguasaan tata letak keyboard khusus Chromebook yang berbeda dari laptop konvensional. Transformasi terlihat jelas saat keraguan di jemari mereka perlahan berganti menjadi ketangkasan. dengan menghadirkn perangkat fisik di hadapan mereka, sehingga fokus siswa saat hari H pelaksanaan TKA pada substansi soal, bukan lagi pada kendala teknis perangkat.
Dampak dari inisiatif ini melampaui angka-angka hasil ujian; ia menumbuhkan rasa percaya diri dan kesetaraan bagi siswa kami. melihat antusiasme mereka mengeksplorasi Chromebook, saya menyadari bahwa peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran adalah menjadi penggerak yang mampu mengoptimalkan aset negara demi kepentingan murid. Praktik baik ini membuktikan bahwa sinergi dan gotong royong antar sekolah adalah kunci utama dalam percepatan transformasi pendidikan digital di Indonesia. teknologi mungkin hanyalah alat namun keberanian untuk menghadirkan alat tersebut di ruang kelas adalah langkah nyata dalam menjemput masa depan.

Sulaiman,
Tolitoli - Sulawesi Tengah
SD Negeri 2 Buga,
#DukunganKebijakanLain
Sejak itu Saya Berdaya

Saya guru di kota kecil yang terkadang akses informasi terkait kebijakan atau program baru dari kementrian kurang terdengar bahkan sangat minim. Namun, hal itu berubah saat Kurikulum Merdeka hadir di tengah-tengah kami. Saat itu akses informasi sangat mudah saya temukan berkat kecanggihan teknologi yang menyatukan dalam 1 aplikasi bernama PMM (Platform Merdeka Mengajar). Terobosan keren ini berasal dari ide briliant mas menteri Nadiem Makarim yang saat itu menjabat sebagai Mendikbudristek. Banyak kemudahan serta pola pikir yang berubah. Baik dampaknya ke sekolah maupun ke diri saya sendiri. Guru tak lagi disulitkan oleh segala macam administrasi. Semua sudah tersedia di PMM,, lebih kerennya lagi PMM mampu membuat kami menjadi semakin berdampak karena ada fitur komunitas belajar yang mampu membuka kesempatan kami selalu guru dalam membagikan praktik baik serta memperluas jejaring sesama rekan sejawat. Hal ini ternyata mampu membuat saya semakin percaya bahwa guru tak hanya terkurung di dalam kelasnya, namun hal baik yang dia temukan di kelas mampu mengubah ke kelas² lainnya di seluruh Indonesia. Tak lagi tertinggal, tak lagi minim informasi, tak lagi bingung kehabisan ide. Sejak itu saya berdaya, makin banyak teman guru yang mau membagikan praktik baiknya di sekolah. Kami jadi tahu makna kolaborasi dan aksi nyata yang sesungguhnya. Guru dan murid berdaya, sekolah pun memiliki dampak nyata bagi sekelilingnya.Terima kasih mas menteri, banyak hal baik yang saya dapatkan saat kau menjabat.

Bu Ayu,
Bontang - Kalimantan Timur
SMP Negeri 3 Bontang,
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bapak Nadiem Makarim terhadap dunia pendidikan sangat baik

Menurut saya kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bapak Nadiem Makarim terhadap dunia pendidikan sangat baik. Membawa perubahan kearah kualitas pendidikan Indonesia yang jauh lebih baik. Salah satu contoh kebijakan yang sangat membantu para guru "Penyederhanaan RPP" sangat meringankan beban administrasi para guru. Sehingga guru bisa lebih fokus dalam belajar. Bukan berarti guru tidak memiliki perencanaan tetapi lebih merdeka dalam menyusun rencana tersebut sesuai dengan kebutuhan para guru. Fokus mengajar juga akan terpusat pada peserta didik.
Kemudian kebijakan "Pendidikan Guru Penggerak" menurut saya sebuah program yang sangat baik. Dimana guru diajak mengembangkan kompetensi sebagai seorang pemimpin pembelajaran, menemukan solusi secara merdeka dan mandiri dalam mengatasi permasalahan yang alami peserta didik. Sehingga fokus belajar hanya kepada peserta didik dan memuliakan anak yang mengangkat cara belajar Ki Hadjar Dewantara. Kebijakan ini membawa manfaat bagi guru baik dari sisi cara mengajar, memuliakan peserta didik maupun cara meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu sekolah. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang dikembangkan dalam program guru penggerak, guru dapat keterampilan dalam menyusun program-program sederhana yang berbasis pada aset yg tersedia di sekolah. Tidak memandang kekurangan sebagai kelemahan tetapi menjadi sebuah kelebihan. Sehingga program yg tersusun berbasis asset yg dapat meningkatkan kualitas sekolah. Growth Mindset guru terus berkembang.

Guru Acut,
Aceh Utara - Aceh
#DukunganChromebook
Chromebook sangat bermanfaat untuk pengelolaan kinerja,

Di saat teman-teman memakai Chromebook untuk pengelolaan kinerja, saya teringat kembali betapa besar perubahan yang kami rasakan di dunia pendidikan. Chromebook sangat terasa manfaatnya di sekolah kami. Chromebook bukan sekadar perangkat, tetapi telah menjadi jembatan kemudahan bagi kami para guru untuk melakukan pembelajaran di dalam kelas, membantu pengelolaan kinerja dan pembelajaran digital, serta mendukung murid dalam kuis interaktif dan pelaksanaan ANBK. Semua manfaat ini hadir berkat visi dan pembelajaran keberpihakan pada murid. Hingga saat ini, Chromebook tetap menjadi sarana yang bermanfaat dan mendukung kemajuan pembelajaran di sekolah kami

Fitrina,
Bengkulu
#DukunganChromebook
Chromebook memudahkan dalam kegiatan belajar

Pembelajaran menggunakan Chromebook sangat membantu dalam kegiatan belajar di kelas. Siswa menjadi lebih mudah mencari informasi karena bisa mengakses internet dan berbagai aplikasi pendidikan. Mereka juga bisa belajar dengan cara yang lebih menarik, seperti menonton video pembelajaran, mengerjakan tugas secara online, dan membuat karya digital. Hal ini membuat siswa lebih semangat, mandiri, dan berani mencoba hal baru.
Bagi guru, Chromebook juga memudahkan dalam mengajar. Guru dapat membuat pembelajaran yang lebih bervariasi, seperti tugas proyek, presentasi, dan kuis online. Selain itu, guru bisa memantau pekerjaan siswa dengan lebih cepat dan praktis. Dengan penggunaan Chromebook, proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan membantu meningkatkan kreativitas siswa.

Ib,
Jepara
#DukunganKebijakanLain
Informatika, PMM, dan PGP

Sebagai Guru Informatika di era Nadiem Makarim, saya merasakan langsung bagaimana hadirnya mata pelajaran Informatika menjadi pondasi penting dalam membangun literasi digital siswa sekaligus mendorong proses pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Penguatan kebijakan digitalisasi juga terlihat dari dorongan pemanfaatan teknologi melalui berbagai platform, termasuk Platform Merdeka Mengajar yang memudahkan guru mengakses referensi, pelatihan, dan perangkat ajar dalam satu ekosistem. Keterlibatan saya dalam program Guru Penggerak semakin memperjelas arah transformasi ini, dengan struktur pembinaan yang sistematis dan berdampak pada meningkatnya semangat guru untuk terus berkembang, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.

Alimka,
Makassar
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan Mas Menteri terkait PMM (Platform Merdeka Mengajar) Fitur Komunitas Guru

Saya, Marsahit Ruwiyarto, M.Pd., sebagai guru sekolah dasar ingin menyampaikan dukungan terhadap kebijakan yang dihadirkan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim (Mas Menteri) melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Menurut saya, kehadiran platform ini sangat membantu banyak guru di Indonesia. Salah satu fitur yang paling berdampak adalah komunitas guru, di mana guru biasa seperti saya dapat berbagi praktik baik, belajar dari pengalaman guru lain, serta saling menguatkan dalam menjalankan tugas mendidik. Hal ini menumbuhkan semangat kolaborasi dan inovasi yang sebelumnya tidak mudah dilakukan. Selain itu, fitur bukti karya memberikan ruang bagi guru untuk menunjukkan hasil nyata pembelajaran yang telah dilakukan. Saya menjadi lebih percaya diri karena karya dapat dilihat, diapresiasi, dievaluasi dan bahkan menginspirasi guru lain di berbagai daerah. Fitur pelatihan mandiri juga sangat relevan dengan kebutuhan guru masa kini. Saya dapat meningkatkan kompetensi secara fleksibel, tanpa harus meninggalkan tanggung jawab utama di kelas. Materi yang tersedia praktis, kontekstual, dan dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran. Tidak kalah penting, pengelolaan kinerja yang lebih transparan membuat proses pengembangan profesional guru menjadi lebih terarah. Saya tidak hanya dinilai dari administrasi, tetapi dari proses belajar, refleksi, dan dampak nyata terhadap murid. Saya melihat kebijakan ini bukan sekadar transformasi digital, tetapi sebuah langkah besar untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi guru Indonesia. Dengan dukungan teknologi yang tepat, guru dapat terus berkembang, berkolaborasi, dan memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi generasi masa depan.
Semoga kebaikan Mas Menteri menjadi amal kebaikan yang nanti akan menolong Mas Menteri tidak hanya didunia insyallah diakhirat. Saya dan banyak guru serta masyarakat dapat merasakan manfaatnya. 🇮🇩✨

Marsahit Ruwiyarto,
Jakarta Barat- DKI Jakarta
SDN Cengkareng Timur 21 Pagi,
#DukunganKebijakanLain
Dari Kelas ke Komunitas: Dampak Nyata Program Guru Penggerak bagi Guru Indonesia
Program Guru Penggerak merupakan salah satu langkah strategis yang patut diapresiasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi individu guru, tetapi juga mendorong perubahan paradigma pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.
Dalam praktiknya, Guru Penggerak telah menjadi motor perubahan di lingkungan sekolah. Banyak guru yang sebelumnya menjalankan pembelajaran secara konvensional kini mulai bertransformasi menjadi fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Pembelajaran tidak lagi sekadar berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Lebih dari itu, dampak program ini tidak berhenti pada ruang kelas masing-masing guru. Salah satu kekuatan utama Guru Penggerak adalah budaya berbagi praktik baik. Guru-guru yang sebelumnya hanya berdampak pada siswanya sendiri, kini mulai berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi pembelajaran kepada rekan sejawat. Hal ini membuka ruang kolaborasi yang luas dan mempercepat penyebaran praktik pembelajaran yang efektif di berbagai sekolah.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa komunitas belajar guru menjadi semakin hidup. Diskusi profesional, refleksi bersama, dan kegiatan pengembangan diri mulai menjadi bagian dari budaya kerja guru. Dengan demikian, peningkatan kompetensi tidak lagi bersifat individual, melainkan kolektif dan berkelanjutan.
Program Guru Penggerak juga berperan penting dalam membangun kepemimpinan pembelajaran di kalangan guru. Guru tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang mampu mengidentifikasi kebutuhan siswa, merancang solusi, dan menggerakkan ekosistem pendidikan di sekitarnya.

Hotmin Turnip,
Medan - Sumatera Utara
SMP Negeri 30 Medan,
#DukunganKebijakanLain
Program Guru Penggerak

Program Guru Penggerak yang dicetuskan pada era Nadiem, menjadi harapan besar bagi guru yang mau belajar. Lulusan program ini memiliki kemampuan kepemimpinan pembelajaran yang mumpuni. Tidak salah jika menjadi prioritas pemimpin pembelajaran di sekolah maupun pengangkatan pengawas di satuan pendidikan. Khususnya bagi yang telah lulus uji kompetensi. Sebenarnya alumni program guru Penggerak tinggal dikuatkan saja saat menjadi BCKS atau BCPS. Hal ini karena materi pendidikan sama. Hanya beberapa materi saja yang membutuhkan penguatan.

Alumni GP NTB,
Lombok Barat - NTB
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan Pendidikan yang Membakar Giroh Semangat

Program-program yang dihadirkan sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan. Terutama guru, melalui Program Guru Penggerak menjadi termotivasi untuk terus berinovasi dengan paradigma positif yang terbangun selama pelatihan. Fitur-fitur yang lengkap temasuk Komunitas Belajar melalui Platform Merdeka Mengajar juga hadir sebagai wadah bagi para guru untuk terus menumbuhkan semangat mengajar dan menginspirasi.

Guru Cirebon,
Cirebon - Jawa Barat
#DukunganChromebook
Pemanfaatan Chromebook dalam Pembelajaran Awal Mula Transformasi Digital Berdampak pada Satuan Pendidikan Mulai dari Murid, Guru dan Tendik

Sejak Chromebook dibagikan di satuan pendidikan, telah memberikan dampak dan manfaat yg sangat luar biasa bagi saya sebagai salah satu agen transformasi digital di satuan pendidikan dan daerah saya. Dampak nyata ini dirasakan langsung oleh murid dan guru. Bermula dari adanya chromebook mengantarkan saya menjadi Google Certified Trainer For Education Champion dan masih aktif sampai saat ini, dan Chromebook menjadi salah satu sarana digital yg sangat krusial dalam pendidikan, dampaknya masih terus berkelanjutan sampai sekarang. Saya sudah memanfaatkan Chromebook tidak hanya dalam pembelajaran di ruang kelas saja, tetapi sudah memberikan dampak bagi guru2 dan satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Aceh Utara dalam pengembangan kompetensi digital khususnya pemanfaatan Chromebook di Kabupaten Aceh Utara melalui dukungan dan program digital dinas pendidikan Kabupaten Aceh Utara. Alhamdulillah tanggal 6-7 April mendatang saya mendapat undangan dari Google sebagai Google Champion Energizer 2026 di Kantor Google Jakarta. Terima Kasih tak terhingga untuk Mas Nadiem karena beliau telah mencetak saya menjadi salah satu pengawas yang bertumbuh hingga saat ini melalui program-program keren beliau mulai dari GP Angkatan 1, Pengajar Praktik Angkatan 9, serta Penggerak Kombel yang aktif mulai dari tahun 2022 sampai saat ini serta menjadi Google Certified Trainer.

Susi Afrianita
Aceh Utara - Provinsi Aceh
Disdikbud Kabupaten Aceh Utara
#DukunganChromebook
Chromebook Mendukung Program Ekstrakurikuler Desain Grafis Sekolah Dasar

Setiap hari Selasa menjadi momen yang dinantikan oleh sebagian peserta didik kelas IV, V, dan VI di SD tempat saya mengajar. Mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler desain grafis dengan penuh antusias dan semangat belajar.
Berbekal Chromebook bantuan dari Kemendikbud Ristek serta aplikasi Canva for Education, peserta didik diajak mengenal dunia desain grafis secara menyenangkan. Mereka belajar membuat poster, infografis, dan berbagai karya visual lainnya. Tidak hanya sekadar belajar, mereka juga bebas mengekspresikan ide dan kreativitas yang dimiliki.
Pemanfaatan Chromebook memberikan banyak manfaat positif. Peserta didik menjadi lebih mandiri dalam belajar, terbiasa bekerja sama dengan teman, serta semakin terampil dalam menggunakan teknologi secara bijak. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka saat menghasilkan karya yang dapat diapresiasi oleh orang lain.
Di tengah perkembangan era revolusi industri 4.0, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan peserta didik agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkarya melalui teknologi. Dukungan dari Kemendikbud Ristek melalui akun belajar.id turut memperkaya pengalaman belajar dengan akses ke berbagai fitur premium Canva.
Pada akhirnya, pemanfaatan Chromebook dalam kegiatan ini memberikan manfaat nyata, yaitu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan digital yang penting untuk masa depan mereka.

A'fiff Khairul Umam,
Purbalingga - Jawa Tengah
Guru SD,
#DukunganChromebook
Chromebook sebagai Penggerak Transformasi Pembelajaran dan Kolaborasi di Sekolah

Di tengah dinamika perkembangan pendidikan di sekolah kami, kehadiran Chromebook telah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong transformasi pembelajaran ke arah yang lebih baik, efektif, dan inklusif.
Sejak awal pemanfaatannya, Chromebook tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kompetensi bagi para guru. Melalui perangkat ini, guru dapat mengikuti berbagai pelatihan, mengakses sumber belajar digital, serta meningkatkan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak positif terhadap kualitas pengajaran di kelas, di mana guru mampu menyajikan materi dengan lebih variatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam kegiatan pembelajaran, Chromebook digunakan untuk mengenalkan teknologi secara langsung kepada peserta didik. Siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik menggunakan berbagai aplikasi pendidikan. Proses ini membantu meningkatkan literasi digital siswa, serta menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi melalui metode pembelajaran yang inovatif.
Selain itu, Chromebook juga memberikan manfaat yang signifikan bagi guru di sekolah kami, khususnya bagi mereka yang belum memiliki perangkat pribadi seperti laptop. Dengan adanya fasilitas ini, para guru tetap dapat melaksanakan tugas-tugas profesionalnya, termasuk menyelesaikan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa Chromebook turut berperan dalam mendukung pemerataan akses terhadap teknologi di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Chromebook menjadi perangkat utama yang menunjang kelancaran kegiatan. Seluruh proses asesmen dapat berjalan dengan lebih tertib, efisien, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Demikian pula dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), Chromebook kembali dimanfaatkan secara optimal sebagai media ujian berbasis digital.
Lebih dari sekadar pemanfaatan internal, sekolah kami juga berupaya menumbuhkan nilai kepedulian dan kolaborasi antar satuan pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui peminjaman Chromebook kepada salah satu sekolah dasar (SD) terdekat yang belum memperoleh bantuan perangkat serupa. Dengan adanya dukungan ini, siswa-siswa dari SD tersebut dapat melaksanakan ANBK dan TKA di sekolah kami.
Meskipun harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, semangat belajar para siswa SD tersebut tetap tinggi. Kehadiran mereka di sekolah kami menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memperoleh pendidikan yang layak. Momen tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi siswa, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami akan pentingnya berbagi dan saling mendukung dalam dunia pendidikan.
Dengan demikian, pemanfaatan Chromebook di sekolah kami telah memberikan dampak yang luas, tidak hanya dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai kolaborasi dan kepedulian sosial.

Miss Siregar,
Sumatera Utara
Guru SMP,
#DukunganKebijakanLain
Nadiem adalah Putra Terbaik Bangsa Indonesia yang sedang Diuji oleh Bangsanya Sendiri

Yth. Bapak/Ibu Hakim, Pengacara, Jaksa Penuntut Umum, dan Aparat Penegak Hukum Lainnya
Di tempat
Dengan hormat,
Perkenalkan saya adalah seorang guru di Indonesia. Saya menulis surat ini bukan atas nama organisasi atau golongan, tetapi atas nama hati nurani dan kesaksian langsung di lapangan selama bertahun-tahun mengabdi di dunia pendidikan. Saya ingin menyampaikan kebenaran tentang kepemimpinan Bapak Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan. Bahwa di era beliau, pendidikan Indonesia mengalami kemajuan yang luar biasa. Saya sampaikan ini karena saya melihat sendiri, merasakan sendiri, dan menyaksikan sendiri bagaimana program-program beliau membawa dampak positif bagi kami para guru dan bagi murid-murid kami.
Apa yang saya saksikan di era Pak Nadiem:
1. Ribuan sekolah dibangun dan ditingkatkan menjadi SMK Pusat Keunggulan (PK), SMK Center of Excellence (CoE), dan SMK 4.0. Sekolah kami kini memiliki fasilitas yang layak dan relevan dengan kebutuhan industri.
2. Jutaan guru diangkat menjadi ASN PPPK. Saya sendiri adalah salah satu guru yang puluhan tahun menanti kepastian status, dan baru di era Pak Nadiem mimpi itu terwujud. Kami akhirnya diakui dan dihargai.
3. Jutaan guru tersertifikasi dan mendapat upah layak. Ini bukan angka kosong. Ini adalah kehidupan kami yang berubah. Gaji yang layak membuat kami bisa fokus mengajar tanpa pusing memikirkan kebutuhan sehari-hari.
4. Program Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, Kepala Sekolah Penggerak. Semua program ini didesain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari akarnya. Bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar mengubah cara kami mengajar dan memimpin kelas2 dan lingkungan sekolah.
5. Program Microcredential dari kampus-kampus TOP dunia. Guru seperti kami diberi kesempatan belajar di universitas terbaik global. Ini mimpi yang dulu tak pernah terbayangkan. Bahkan bisa Bertemu dan Belajar langsung dari Professor Harvard University, dan bisa dirasakan semua Guru dari Sabang sampai Merauke .
6. Merdeka Belajar dan KIP Kuliah. Jutaan beasiswa diberikan kepada anak-anak tidak mampu. Jutaan anak Indonesia bisa kuliah karena ini. Sebagai Guru SMK yang banyak mendapati Siswa putus Sekolah, di Era Pak Nadiem beasiswa KIP diberikan Sangat Banyak disetiap jenjang dari SD, SMP, SMK , sehingga Pendidikan dirasa terjangkau dan Bisa diakses oleh kalangan Bawah .
Tentang isu yang ramai diperbincangkan:
Memang ada program pengadaan chromebook. Sekolah saya sendiri tidak kebagian. Tapi saya ingin luruskan: kegagalan teknis dalam satu program tidak sama dengan korupsi. Itu bedanya. Ada perbedaan mendasar antara:
- Koruptor: orang yang hatinya memang jahat, sengaja mengambil uang rakyat, merancang skenario curang dari awal, dan memperkaya diri.
- Pak Nadiem: seorang pekerja keras yang mungkin mengalami kecelakaan kerja, gagal dalam eksekusi di satu program, tetapi tujuannya mulia, komitmennya nyata, dan dampak positifnya di bidang lain jauh lebih besar.
Banyak program pemerintah lain yang juga bermasalah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum sempurna pelaksanaannya, atau Kereta Cepat Whoosh yang sempat menuai kritik. Apakah itu berarti para pemimpin kita jahat? Tidak. Itu berarti pembangunan bangsa itu rumit, kadang gagal, kadang tidak sempurna, tapi tujuannya sama: memberikan yang terbaik untuk rakyat. Begitu pula dengan chromebook. Mungkin eksekusinya gagal, mungkin ada masalah. Tapi lihatlah niatnya: menghadirkan teknologi mutakhir ke sekolah-sekolah, dengan biaya mahal, demi kemajuan anak bangsa. Itu niat baik yang patut kita hargai.
Kesimpulan saya sebagai guru:
Banyak anggota DPR yang gagal bekerja. Banyak pejabat lain yang hanya bicara tanpa hasil. Tapi Pak Nadiem? Beliau bukan menteri yang gagal. Beliau adalah menteri yang bekerja keras, menciptakan program-program besar, dan membawa perubahan nyata. Satu program yang kurang sempurna tidak bisa menghapus ribuan program lain yang berhasil dan menyentuh jutaan guru serta siswa. Saya berdiri di sini, di hadapan Yang Mulia, sebagai saksi hidup bahwa pendidikan Indonesia di era Pak Nadiem Makarim adalah era kemajuan. Bukan era kemunduran. Bukan era kegagalan.
Hormat saya,
Maribi D. Putri - Guru ASN SMKN 1 Cikarang Pusat

Maribi Dwi Putri Citrarasmi,
Kabupaten Bekasi
SMKN 1 Cikarang Pusat,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk Menghadapi Era Industri 4

Terima kasih, Mas Menteri Nadiem Makarim! Bantuan Chromebook yang diberikan kepada sekolah-sekolah di Indonesia telah membawa perubahan besar bagi murid-murid kita. Dengan Chromebook, mereka dapat mengakses informasi dan sumber belajar yang lebih luas, meningkatkan kemampuan digital, dan siap menghadapi era industri 4.0. Program ini juga membantu mengurangi kesenjangan digital dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil. Terima kasih atas dedikasi dan komitmen Anda dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Mas!
Saya sangat prihatin terhadap kondisi negara yang menutup mata terhadap dampak positif yang muncul dengan kebijakan anda, namun terlepas dari semuanya itu kami meyakini anda adalah orang baik yang sedang berada dalam lingkaran kekuasaan dan kekuatan yang bisa membolak balikkan fakta. Tetap semangat Mas Menteri, kami senantiasa mendukung perjuanganmu melawan ketidakadilan.

Anonim,
Jawa Timur
#DukunganChromebook
Chromebook Berasa Hingga di Pelosok

Penggunaan Chromebook sangat kami rasakan di daerah pelosok. Chromebook sangat membantu guru dan murid dalam pembelajaran. Di sekolah kami yg terletak di pelosok, sering mengalami gangguan jaringan, sehingga kami sering menggunakan Chromebook secara offline dalam pembelajaran. Melalui Google Doc, Sites, maupun Worksheet. Dan hasil dari penggunaan Chromebook sangat berdampak bagi pembelajaran. Murid menjadi paham dalam mengetik, mengerjakan tugas melalui Chromebook. Terima kasih bapak Pak Nadiem atas perjuanganmu bagi pendidikan di Indonesia.

Ch_Nez,
NTT
#DukunganKebijakanLain
PMM dan Guru Penggerak
1. Guru Penggerak - Melahirkan Pemimpin Pembelajaran
Melalui pelatihan intensif setara 306 JP, Saya tidak hanya belajar tentang pedagogi, tetapi juga tentang perubahan pola pikir (mindset). Ia belajar bahwa menjadi guru berarti menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan komunitas. Kompetensi Nyatadari guru penggerak yang saya rasakan adalah saya mampu memetakan kebutuhan siswa. Sertifikat yang sertifikat yang saya raih bukan sekadar kertas, melainkan kunci strategis yang membuka peluang untuk menjadi Kepala Sekolah atau Pengawas di masa depan. Yang saya rasakan kini tidak lagi "menyuapi" materi, melainkan memantik rasa ingin tahu siswa melalui pembelajaran yang berpusat pada anak.
2. PMM - Kompas Digital di Genggaman
Jika Guru Penggerak adalah "mesin" penggeraknya, maka Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah "bahan bakarnya". Saya Tidak lagi merasa sendirian dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Melalui fitur Perangkat Ajar, ia menemukan ribuan modul yang bisa diadaptasi sesuai karakteristik sekolahnya. Pelatihan Mandiri: Di sela waktu istirahat, ia meningkatkan skill melalui video pendek yang praktis, tanpa harus meninggalkan kelas untuk seminar berhari-hari. Saya mulai mengunggah praktik baiknya di PMM, menginspirasi ribuan guru lain di seluruh Indonesia. "Dulu saya merasa mengajar adalah beban administratif. Sekarang, berkat Guru Penggerak dan PMM, mengajar adalah sebuah petualangan kreatif. Kita tidak lagi bekerja sendirian, kita adalah bagian dari komunitas belajar nasional."
Mengapa Kita Harus Mendukung Kebijakan Ini? Dukungan terhadap dua pilar ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Sinergi ini memastikan bahwa:
1. Guru dihargai secara profesional melalui peningkatan kompetensi dan jenjang karier yang jelas.
2. Kesenjangan kualitas pendidikan mengecil, karena guru di pelosok memiliki akses materi yang sama berkualitasnya dengan guru di kota besar melalui PMM.
3. Siswa menjadi pemenang, karena mereka dididik oleh guru yang bahagia, berdaya, dan relevan dengan zaman.
Mari kita terus kawal transformasi ini. Karena saat guru bergerak, Indonesia pun maju. Yang sudah ditorehkan oleh Bapak Nadiem Makarim, orang baik dan Menteri Pendidikan yang luar biasa.

H. Muhammad G. Arifoeddin, S.Pd, M.M,
Kabupaten Timor Tengah Selatan
SMP Negeri 2 Soe,
#DukunganChromebook
Nilai Lebih Keberadaan CB bagi Sekolah
2019-2020 proses transformasi pola kehidupan yang baru. Covid19 mengubah pola kehidupan sosial manusia terutama juga di lingkungan pendidikan. Skala kecil di dunia sekolah proses pembelajaran wajib tetap berlangsung walau dilakukan dalam jarak jauh. Maka untuk mempermudah proses pembelajaran demikian dibutuhkan media sebagai tools yang dapat mencapai tujuan pembelajaran. Hadirnya bantuan Chromebook memberikan solusi cerdas bagi setiap sekolah dalam mengaplikasikan pembelajaran jarak jauh dan digital. Adanya bantuan CB sebanyak 15 pcs yang dimaksud telah mengantarkan perubahan kompetensi murid dan guru dalam ekplorasi pembelajaran, akses materi yang luas serta pengembangan kompetensi lainnya yang ada korelasi dalam bidang digitalisasi pendidikan. Sejauh ini sekolah sudah banyak menerima dampak positif dengan adanya bantuan 15 unit Chromebook ini. Selain bisa dijadikan untuk tool of learn CB sebagai produk yang terintegrasi dengan google bisa membantu sekolah kami kerja sama dengan world classroom jalan. Murid-murid sampai saat ini dapat dengan bebas (sesuai aturan sekolah) dapat memanfaatkan CB dengan baik setiap harinya sehingga mereka bisa mengenal, mempraktikkan dan berselancar pengetahuan diri melalui Chromebook. Sehingga kami bisa simpulkan nilai kebermanfaatan Chromebook sangatlah representatif bagi sekolah sampai saat ini.

Guru Pemerhati Pendidikan,
Pamekasan
SDN. Blaban III,
#DukunganKebijakanLain
Program Pendidikan Selama Masa Bapak Nadiem menjadi Mentri Sangat Berdampak Positif Terhadap Keberlangsungan Pendidikan

Assalamualaikum wr. wb. Saya Ahmad Effendi, Guru SD di Surabaya: Saya akan menyampaikan, terkait program Pendidikan, selama masa bapak Nadiem menjadi Menteri. Program ini sangat berdampak positif, terhadap keberlangsungan pendidikan, dan dampak besar perubahan positif pada sekolah kami: 1. Platfrom Merdeka Mengajar (PMM), 2. Guru Penggerak. Dari program ini, saya merasa senang, ada perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar, tingkat keberhasilan dari program sekolah kami, semua mengalami perubahan, dari PMM kami para guru, hampir setiap hari bisa belajar dan mendapatkan hal baru. PMM selalu menawarkan kolaborasi, mandiri, refleksi, menurut saya ini program bagus, yang benar-benar memberi pengertian apa itu merdeka, kita tidak bisa berbicara pendidikan akan bagus, selama kita tdk memahami apa itu merdeka, dan dari PMM kami para guru memehami betul, dan bagimana menjadi merdeka, baik murid maupun siswa.
Baik dari PMM & guru penggerak, ini program yg sangat relevan. Dari program guru penggerak, Bapak Nadiem, selalu berbicara perubahan walau sedikit, program guru penggerak luar biasa, membuka mata kita sebagai guru, bahasa pendidikan merdeka itu tujuan kita semua, dengan mengulang kembali dari bapak tokoh pendidikan Kihajar Dewantara, kita mengerti betul, pendidikan harus berpusat pada siswa, ini makna simple, tapi saya baru paham ketika mengikuti program guru penggerak, saya bisa membedakan dan memberi perlakuan pada siswa tentang metode untuk mengajar dan mendidik yg lebih baik. Saya rasa dan semua guru yg ada di negara ini, bila mana program guru penggerak diaktifkan kembali, kemungkinan besar banyak sekali yg minat, terlepas dari sertifikat dll, yang jelas program guru penggerak menumbuhkan motivasi intrinsik untuk Guru terus belajar dan berubah. Semoga apa yang saya sampaikan, bisa terdengar dan jadi masukan buat kita semua, bahwa kehadiran Bapak Nadiem sangat banyak memberikan perubahan pada pendidikan di negara ini.

Ahmad E.
Surabaya
Guru SD di Surabaya,
#DukunganChromebook
Kurikulum Merdeka

Fokus pada "Merdeka Belajar" yang mentransformasi pendidikan melalui kurikulum fleksibel dan digitalisasi. Berpusat pada siswa, fleksibel, dan menekankan pengembangan karakter melalui P5. Memberikan ruang guru untuk mengembangkan potensinya melalui komunitas belajar MGMP.

Pajar,
Tangerang
Guru SMP,
#DukunganChromebook
Pemanfaatan Chromebook Mewujudkan Sekolah Inovatif

Saya adalah Kepala Sekolah di SD Negeri 5 Palu. Sebelum memimpin sekolah ini, saya juga pernah memimpin sekolah lain yang telah lebih dahulu memanfaatkan Chromebook sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman itu saya bawa hingga di sekolah yang saya pimpin sekarang, bahkan sampai menjelang masa akhir pengabdian saya di dunia pendidikan. Bagi saya, kehadiran teknologi dalam pendidikan bukan sekadar alat, tetapi merupakan jembatan bagi sekolah untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu pengalaman yang sangat berkesan adalah ketika sekolah kami mulai memanfaatkan Chromebook secara lebih serius dalam kegiatan belajar mengajar.
Saat ini, SD Negeri 5 Palu telah menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google pertama di Kota Palu pada jenjang Sekolah Dasar. Pencapaian ini bukan terjadi begitu saja, melainkan melalui proses panjang dalam membangun budaya pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi. Chromebook telah memberikan banyak perubahan positif di sekolah kami. Bagi guru, perangkat ini membuka ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kompetensi profesional. Guru dapat memanfaatkan berbagai platform pembelajaran digital, mengakses sumber belajar yang lebih beragam, serta meningkatkan kreativitas dalam menyajikan materi kepada siswa. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan tidak lagi terbatas pada buku teks semata.
Sementara bagi siswa, Chromebook menjadi media untuk menumbuhkan kreativitas dan literasi digital. Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai belajar menjadi pencipta. Mereka menulis cerita, membuat karya literasi digital, melakukan eksplorasi informasi, bahkan mempresentasikan ide-ide mereka dengan lebih percaya diri. Saya melihat secara langsung bagaimana siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, lebih berani berekspresi, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Transformasi ini juga memberikan dampak pada budaya sekolah. Kami belajar bahwa pendidikan di era sekarang menuntut sekolah untuk berani beradaptasi, berinovasi, dan terus belajar. Teknologi seperti Chromebook membantu kami membangun ekosistem pembelajaran yang lebih terbuka, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan dunia. Karena itu, saya secara pribadi merasakan bahwa kebijakan transformasi pendidikan digital yang pernah didorong oleh Bapak Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan memberikan dampak nyata bagi sekolah kami.
Kebijakan tersebut membuka kesempatan bagi sekolah untuk mengakses teknologi, meningkatkan kompetensi guru, dan mempersiapkan siswa menghadapi masa depan yang semakin digital.
Sebagai seorang kepala sekolah yang merasakan langsung manfaatnya, saya percaya bahwa langkah-langkah transformasi pendidikan seperti ini merupakan bagian penting dari upaya memajukan pendidikan Indonesia. Di SD Negeri 5 Palu, kami akan terus berkomitmen memanfaatkan teknologi, termasuk Chromebook, secara bijak dan maksimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, menumbuhkan kreativitas siswa, serta membangun generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Bagi kami, teknologi bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk membuka peluang belajar yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia. Dan pengalaman kami menjadi salah satu bukti bahwa ketika kebijakan pendidikan bertemu dengan komitmen sekolah untuk berubah, maka dampaknya benar-benar bisa dirasakan oleh guru, siswa, dan seluruh ekosistem pendidikan.

Asira Husain, S.Pd,
Kota Palu - Sulawesi Tengah
SD Negeri 5 Palu,
#DukunganKebijakanLain
Surat Terbuka Guru SD Untuk Nadiem

Kepada Yth. Bapak Nadiem Anwar Makarim, Serta Seluruh Masyarakat Indonesia,
Perkenalkan, saya adalah satu dari ribuan guru SD yang setiap hari berdiri di depan kelas, berhadapan langsung dengan masa depan bangsa ini. Di tengah riuhnya pemberitaan mengenai kasus hukum yang menimpa Bapak terkait pengadaan Chromebook, izinkan saya
menyampaikan kesaksian dari sudut pandang kami yang berada di garis depan pendidikan. Bagi banyak orang di Jakarta, mungkin Chromebook hanyalah sekadar "proyek" atau "angka". Namun bagi kami di sekolah, perangkat ini adalah nafas baru.
Mas Nadiem, Kami masih ingat betul bagaimana rasanya kegelapan literasi digital sebelum program ini ada. Dulu, ujian berbasis komputer adalah kemewahan yang hanya milik sekolah elit. Namun, melalui program digitalisasi yang Bapak rintis:
1. Kami Melampaui Batas: Kami berhasil melewati ANBK 2024 dan 2025 dengan kepala tegak. Anak-anak didik kami tidak lagi gagap teknologi. Bahkan saat ini, di tahun 2026, perangkat Chromebook tersebut masih setia menemani anak-anak menempuh TKA (Tes Kompetensi Akademik).
2. Kualitas yang Bertahan: Banyak yang mencibir spesifikasinya, tapi faktanya, hingga hari ini perangkat tersebut tetap awet, cepat, dan sangat minim gangguan virus. Inilah alat kerja paling efisien yang pernah kami terima dari negara.
3. Keadilan yang Nyata: Untuk pertama kalinya, anak-anak di pelosok merasakan teknologi yang sama dengan anak-anak di kota besar. Mendengar tuduhan bahwa program ini "merugikan negara", kami merasa ada sesuatu yang janggal. Bagaimana mungkin sebuah kebijakan yang manfaatnya kami pegang setiap hari, yang membuat anak didik kami pintar secara digital, disebut sebagai kerugian? Jika ini dianggap kesalahan, maka itu adalah "kesalahan" yang paling disyukuri oleh guru-guru di daerah.
Kami memang tidak paham urusan hukum yang rumit atau perdebatan di ruang sidang. Namun, kami punya mata untuk melihat dan hati untuk merasakan. Kami melihat anak-anak kami kini bisa mengakses jendela dunia hanya dengan satu klik. Itu bukan kerugian, Mas. Itu adalah investasi manusia. Besar harapan kami agar keadilan benar-benar ditegakkan tanpa adanya paksaan kepentingan.
Jangan sampai kegaduhan ini mematikan semangat transformasi pendidikan yang sudah mulai kami nikmati hasilnya. Terima kasih, Mas Nadiem, karena pernah berani bermimpi untuk pendidikan kami. Kami tetap mengajar, kami tetap menggunakan Chromebook itu, dan kami tetap mendoakan yang terbaik bagi kebenaran.

Seorang Guru SD yang Melihat Perubahan,
Indonesia
#DukunganChromebook
Chromebook Menjadi Jembatan Menuju Mimpi Sebagai Penulis

Saya, seorang siswa SMKN 1 Marau kelas XI MPLB, memiliki hobi menulis mulai dari dongeng, legenda, cerita, novel, cerpen, dan syair. Saya sudah menekuni hobi ini sejak lama, mulai dari kelas 5 SD dan berlanjut hingga smp dan sampai sekarang memasuki jenjang SMK. Saat ini saya di SMKN 1 Marau sedang direncanakan mengikuti lomba menulis cerpen dengan cara mengetik sesuai waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh panitia, saya disuruh berlatih mengetik, karena lomba inj akan dilaksanakan dengan mengetik menggunakan media seperti komputer atau laptop, namun permasalahannya saya tidak memiliki laptop karena saya bukan termasuk orang yang mampu, akan tetap habis gelap timbulah terang.
Saya mendapati solusi yakni bisa berlatih menggunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh sekolah yakni sebuah Chromebook, saya merasa sangat terbantu atas fasilitas ini, saya bisa leluasa berlatih tanpa khawatir, saya merasa sangat bersyukur atas fasilitas ini, siapapun pihak yang menyediakan fasilitas seperti ini untuk mendukung sekolah, hal ini sangat berguna untuk membantu siswa terutama dari kalangan yang kurang mampu, saya harap fasilitas seperti ini tetap ada sampai di masa depan guna mendukung generasi mendatang, untuk mendukung karier dan mengembangkan kemampuan mereka terutama dalam lisan menulis dan berimajinasi menciptakan cerita-cerita menarik.

Ipan,
Ketapang - Kalimantan Barat
SMK Negeri 1 Marau,
#DukunganKebijakanLain
Perjalanan Guru Beradaptasi di Era Digital melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM)

PMM (Platform Merdeka Mengajar) adalah sebuah wadah yang menjadikan guru lebih mengenal pertumbuhan dan perkembangan dunia pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Saya sebagai seorang guru yang tadinya gaptek, dengan adanya PMM saya dapat belajar secara mandiri dan berbagi praktik baik untuk saling memberi dukungan sesama guru dan antar sekolah di seluruh Indonesia. Kami dapat memecahkan dan mencari solusi penyelesaian kasus pendidikan dengan referensi dari pelatihan mandiri. Dengan adanya PMM tersebut kami dapat melakukan interaksi dan saling mengenal bagi guru se-Indonesia tanpa batas dengan melaksanakan webinar antar komunitas belajar se-Indonesia yang telah di fasilitasi melalui aplikasi tersebut.
Tapi memang bagi sebagian guru yang tetap hidup di zona nyamannya, PMM menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Padahal tidak ada paksaan, akan tetapi sukarela dan dengan kesadaran sendiri. Tapi sebagai guru sejati, pasti akan bangga menjadi seorang guru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan adanya Chromebook yang telah diterima oleh satuan pendidikan (bagi yang sudah menerima, karena sekolah kami tidak memiliki Chromebook), tentunya sangat terbantu untuk melaksanakan digitalisasi pendidikan dan juga pelaksanaan ANBK.

Herta Sianturi,
Sumatera Utara
SD negeri 173136 Lumban Baringin,
#DukunganChromebook
Anak akan Terbiasa dengan Digitalisasi

"Dalam proses pembelajaran anak anak akan Terbiasa dengan Digitalisasi, semakin kita mengulang ulang semakin anak berpikir kritis dan memperdalam wawasan tentang melek terhadap Digitalisasi. Salah satu hal dalam melakukan proses pembelajaran digitalisasi adalah memanfaatkan Chromebook yang sangat membuat anak anak gembira dan senang."

Ahmad,
Aceh
Guru SD,
#DukunganChromebook
Eksplorasi daerah secara mendalam dan interaktif

"Dalam mata pelajaran IPAS, Chromebook telah dimanfaatkan oleh murid-murid untuk mengeksplorasi daerah mereka sendiri secara lebih mendalam dan interaktif. Proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena informasi dapat diakses, diolah, dan dipresentasikan secara digital."

Safitri,
Jawa Timur
Guru SD,
#DukunganChromebook
Penggunaan Chromebook agar anak menjadi pengguna IT yang positif sejak dini

"Sebagai salah satu sekolah yang terjaring ke dalam Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 ( PSP 1 ) di masa jabatan Mentri Pak Nadiem Makarim, saya bersama kepala sekolah dan rekan guru merasa sangat beruntung karena kami mendapat kesempatan emas sebagai sekolah perintis pengimplementasian Kurikulum Merdeka menjadi sangat strategis karena banyak peluang yang didapat sekolah untuk mengikuti dan mendapatkan bantuan dari pemerintah guna percepatan bagi kami dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka ini. Berbagai aktivitas kami lakukan dalam memanfaatkan akun belajar.id salah satunya adalah membuat dan melaksanakan program akses Platfrom Merdeka Mengajar platfrom ini sangat membantu kami dalam mempercepat pergerakan menerapkan kurikulum merdeka karena topik yang ada di dalamnya mampu menambah wawasan dan pengetahuan kami dalam menerapkan kurikulum ini, usaha lain yang kami lakukan guna pengalami percepatan yang maksimal adalah dengan mengakses berbagai aplikasi penunjang pembelajaran lainnya menggunakan akun belajar.id, serta memanfaatkan cromebook sebagai media pembelajaran terutama pada saat melayani murid dengan gaya belajar audio visual, ini juga merupakan salah satu langkah kami untuk mendekatkan dan mengajak anak anak untuk bisa menjadi pengguna IT yang positif sejak dini."

Silvia,
Sumatera Barat
Guru SD,
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan Mas Nadiem membuka kesempatan luas bagi guru-guru
Mas Nadiem merupakan sosok paling krusial dalam mengatasi dan mempertahankan berjalannya sistem pendidikan selama wabah Covid-19. Kebijakannya juga membuka peluang bagi guru-guru junior dan minim jaringan (seperti saya) untuk mengembangkan diri secara optimal, melampaui batas usia dan membangun jaringan pendidikan yang luas. Dengan seleksi yang terpusat (tidak melalui birokrasi daerah), alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh kementerian.
Lebih dari sekadar penanganan pandemi, kebijakan beliau juga membuka pintu kesempatan yang luas bagi guru-guru junior yang minim jaringan. Melalui sistem yang lebih inklusif, setiap pengajar kini memiliki peluang untuk mengembangkan diri secara optimal tanpa terhambat oleh batasan usia. Hal ini memicu semangat baru bagi para pendidik muda untuk terus berinovasi dan membangun jejaring pendidikan yang lebih luas dan solid di seluruh penjuru negeri.
Salah satu terobosan yang paling terasa manfaatnya adalah penerapan sistem seleksi terpusat yang memangkas birokrasi daerah yang berbelit. Berkat transparansi dan efisiensi sistem ini, saya pribadi mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi langsung dari kementerian. Sistem yang adil ini memastikan bahwa prestasi dan potensi individu menjadi tolok ukur utama bagi guru untuk terus berkembang.

Sonny Rohimat al-Baregbegi
Kota Serang - Banten
#DukunganKebijakanLain
Kebenaran akan terbukti
Saya turut berdoa agar kebenaran dan keadilan benar-benar ditegakkan dalam setiap proses yang sedang berjalan. Semoga para hakim sebagai wakil Tuhan di dunia senantiasa diberi hikmah, kejernihan hati, dan kebijaksanaan dalam menimbang serta memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya.
Semoga setiap tuduhan yang keji, yang lahir dari niat yang tidak murni, tidak hanya terbongkar kebenarannya, tetapi juga kembali kepada pihak yang membangunnya. Karena pada akhirnya, kebenaran tidak bisa ditutup-tutupi, dan keadilan akan menemukan jalannya, meski terkadang harus melalui proses yang tidak mudah.
Tetap semangat Mas Nadiem. Banyak yang masih percaya dan mendoakan dari jauh. Yakinlah, selama berpihak pada kebenaran, jalan akan selalu terbuka, dan pada waktunya nanti, semuanya akan menjadi terang.

Sunaringsih
Depok
#DukunganKebijakanLain
Bebaskan Mas Nadiem
Kami jadi melek teknologi sejak Mas Nadiem jadi menteri. Saya juga sdh mengikuti UTBK PPG Guru Tertentu. Memahami IT satu kompetensi utama saat ini. Doa saya selalu untuk Mas Nadiem dan para profesional seperti Mas Ibam agar bisa bebas dari semua tuduhan. Sebagai guru saya miris dan prihatin kalau sampai anak2 bangsa yg cerdas dan berpotensi seperti Mas Nadiem dan Mas Ibam tidak mau berbakti untuk negara sebagai pengambil keputusan karena takut dikriminalisasikan. Mau jadi apa negara ini tanpa anak2 muda yg mau memajukannya.

Yoga
Surabaya
#DukunganKebijakanLain
Program Pak Nadiem Bermanfaat
Saya ingin bersaksi atas kebaikan Kementerian Pendidikan era Pak Nadiem. Semua program yang diberikan sangat bermanfaat, dan saya merasa sangat beruntung, terutama pada saat COVID-19. Pada program Kampus Merdeka, saya mendapatkan yang saku 1,5jt setiap bulannya, dan mendapatkan keringanan tidak perlu membayar SKS selama 1 semester. Terima kasih banyak, jasa bapak sangat berharga bagi saya.
Bebaskan Pak Nadiem, saya bersaksi beliau menteri yang baik.

Guru Ternate
Ternate
SMA di Ternate
#DukunganKebijakanLain
Aplikasi PMM yang berkesan
Masih ingat saat itu sekitar tahun 2023, saya terpilih untuk mengikuti pelatihan di Jakarta bersama guru-guru hebat lainnya seluruh Indonesia. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga, karena selama lebih dari 20 tahun saya mengajar, hampir tidak pernah terpilih mengikuti pelatihan di pusat. Setelah datang ke Jakarta, saya baru tahu kalau pemilihan peserta berdasarkan keaktifan di PMM. Akhirnya, saya merasakan pemilihan peserta pelatihan sungguh adil melalui PMM. Saya memang sangat aktif menggunakan PMM untuk belajar mandiri baik meningkatkan skill sebagai guru, ,maupun mempelajari Kurikulum Merdeka. Terima kasih Mas Nadiem, saya bersaksi bahwa Mas Nadiem punya jasa besar dalam melakukan transformasi pendidikan Indonesia.

Dewi S. P
Tasikmalaya
#DukunganChromebook
Saya aktif menggunakan chromebook

Sekolah saya penerima Chromebook tahun 2021, saat itu masih menjadi guru di SMP Aceh. Dalam peran pemanfaatan chromebook, saya mendaftar dalam program Google Master Trainer Level 1 sampai menjadi Google Certified Trainer tahun 2022 melalui legalitas tersebut saya aktif mengimplementasi Chromebook di sekolah saya dan berhasil mengubah pembelajaran dari monoton dan konvensional menjadi digitalisasi serta merubah asesmen berbasis kertas menjadi asesmen berbasis digital. Melatih dan memberdayakan rekan2 sejawat dalam peningkatan kompetensi diri. Dampak implementasi pemanfaatan Chromebook tidak hanya dalam pembelajaran bagi murid tetapi juga bagi guru tidak hanya membantu peningkatan kompetensi diri tetapi juga untuk memudahkan guru dalam menyusun administrasi.
Seiring berjalannya waktu optimalisasi pemanfaatan chromebook tidak hanya berdampak pada satuan pendidikan saya, tetapi juga pada sekolah2 lain. Saya terlibat aktif dalam pemanfaatan chromebook untuk pelatihan TIK bagi sekolah sasaran penerima chromebook mulai jenjang SD sampai SMP di Aceh.
Juga terlibat langsung sebagai mentor dalam melatih guru untuk pembuatan konten pembelajaran digital interaktif dengan pemanfaatan tool gwe dan platform digital lainnya yang terintegrasi dengan akun belajar id.
Sampai saat ini saya konsisten sebagai pengguna aktif chromebook dalam pemanfaatan google workspace for education dalam pembelajaran dan aktifitas interaktif lainnya hingga mengantarkan saya sebagai salah satu peserta champion energizer 2026 yg diselenggaran oleh Google Indonesia minggu lalu.

SA
Aceh
#DukunganChromebook
"Teknologi itu alat. Guru yang mau belajar adalah kuncinya."

Perkenalkan, saya adalah Kepala SD & Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri.
Berawal dari Guru di salah satu SD Negeri di Kediri, sekolah saya adalah penerima bantuan Chromebook. Saya Aktif melatih puluhan guru se-Kabupaten Kediri untuk pemanfaatan Chromebook dalam pembelajaran.
Kini Saya fokus mendorong transformasi digital sekolah dan memberi masukan kebijakan pendidikan berbasis pengalaman lapangan. Tentunya dengan memanfaatkan chromebook dan mendorong guru-guru agar terus belajar dan aktif memanfaatkannya
"Teknologi itu alat. Guru yang mau belajar adalah kuncinya."

RDT
Kediri
#DukunganChromebook
Dari sejak guru hingga menjabat di Dinas, saya tetap gunakan CB.
Peran dalam pemanfaatan chromebook, pada tahun 2022 saya menjadi guru di daerah 3T. Saya menggunakan Chromebook dalam pembelajaran. Saya menggunakan CB dalam pembelajaran matematika pada materi statistik. Kemudian pada mata pelajaran informatika kami juga menggunakan CB untuk melatih siswa mengetik dokumen. CB juga kami gunakan untuk ulangan semster dengan mode offline. Laptop kami jadikan server dan CB kami jadikan client dalam ulangan semster. Mode ulangan ini sangat di minati siswa karena tidak berbasis kertas dan mereka bisa langsung melihat hasil ulangan mereka. Para guru juga bisa belajar di PMM dengan CB dengan materi yang ada di flash disk.
Pada tahun 2023 saya menjadi kepala sekolah. Di sekolah ini fasilitas listrik dan internet sudah ada. Saya menggunakan CB dalam pembelajaran terutama menggunakan canva dan google meet dalam pembelajaran. Ulangan juga kami menggunakan mode offline. pada kegiatan P5 kami tema suara demokrasi kami mengadakan pemilihan ketua osis dengan sistem online menggunaka CB. Selain itu Cb juga kami gunakan dalam pelaksanaan AN.
pada tahun 2024 saya di minta untuk membantu di dinas pendidikan. Saya mengawal proses pemanfaatan CB di sekolahs ekolah, kami mengadakan berbagai pelatihan digitalisasi. Data pemanfaatan CB di dasbord juga kami gunakan sebagai dasar sekolah yang aktif dalam penggunaan CB. dengan ada nya dasbord ini memudahkan dinas dalam melakukan monev CB.

Muhamad Firman
Kalbar
Dinas pendidikan dan Kebudayaan
#DukunganChromebook
Chromebook menciptakan generasi emas
Saya adalah Kepala Sekolah di salah satu Kota Palu Sulawesi Tengah Sebagai Kepala Sekolah Saya terus berbenah Alhamdulillah dengan adanya bantuan crombook tahun 2022 perlahan kami menerapkan pembelajaran digital dengan menggunakan Chromebook. Saya melakukan pelatihan di sekolah mendampingi dan mendukung penuh guru-guru untuk mengoptimalkan pemanfaatan crombook yang berdampak langsung pada kualitas hasil pembelajaran peserta didik di SD Inpres 3 Birobuli siswa belajar lebih efektif dan inovatif. Ini adalah upaya saya untuk mencerdaskan anak2 di SD kami dengan menciptakan generasi emas yang melek teknologi dan berwawasan luas. Terima kasih mas Nadiem yang sudah dari awal membantu kami dengan crombook ini.

Arm
Palu
#DukunganChromebook
CB untuk adminnstrasi sekolah
Sejak 2022 saya aktif dalam pemanfaatan CB u kebutuhan administrasi sbg guru, dan di 2023 mulai menggunakan CB pada kegiatan pembelajaran dan asesment dengan murid. Selain itu terlibat aktif pada kegiatan pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, BPMP PB, BGTK PB, Dinas Pendidikan terkait CB untuk rekan sejawat dalam pemanfaatan CB untuk sekolah-sekolah penerima bantuan CB di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya,
Saya juga melakukan pengimbasan dan berbagi praktik baik pemanfaatan CB ke rekan sejawat di sekolah sendiri maupun di sekolah lain. kami memang Fokus pemanfaatan CB yang terintegrasi dengan akun belajar.id. dan hingga kini CB pun masih kami gunakan dengan baik

Novitasari
Sorong
SMAN 2 Sorong
#DukunganChromebook
Chrombook betul-betul digunakan di pembelajaran maupun pengembangan kompetensi guru
Sekolah mendapatkan bantuan croomebook tgl 22 Oktober 2021vdan peran saya sebagai penanggung jawab di Sekolah baik dalam penggunaan, perawatan , fungsi dll. Saya mendapatkan pelatihan tingkat nasional dan provinsi dalam pemanfaatan croomebook dan mentransformasikan kepada guru di Sekolah sehingga croomebook bisa dimaksimalkan penggunaan adapun manfaat yang didapat adalah sekolah memiliki lab komputer, bisa melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer secara mandiri yg sebelumnya menumpang ke sekolah lain, P5 memilih tema berkreasi dengan teknologi agar murid bisa berinovasi memanfaatkan CB dengan karyanya, digunakan dalam proses pembelajaran yg membuat murid semangat dan interaktif dalam pembelajaran, selain itu juga CB dipakai guru untuk mengikuti pelatihan daring dan program dlm peningkatan kompetensinya sehingga CB di sekolah benar-benar dimanfaatkan dan digunakan secara maksimal sehingga berdampak untuk kemajuan sekolah.
Kami menunjukkan komitmen kuat dalam pemanfaatan Chromebook sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan di SMA PGRI Larangan sejak tahun 2021 hingga sekarang. Ia secara aktif mengawal implementasi dan integrasi Chromebook dalam pembelajaran, pengelolaan kinerja guru, serta tata kelola sekolah secara berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinannya, Chromebook dimanfaatkan secara konsisten dalam berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari penyusunan perangkat ajar, akses sumber belajar digital, pelaksanaan asesmen, hingga pembelajaran interaktif di kelas. Guru dan siswa terbiasa memanfaatkan teknologi, sehingga meningkatkan keterlibatan dan kualitas pembelajaran.
Pada aspek manajerial, Chromebook mendukung pengelolaan kinerja guru yang lebih transparan dan berbasis data, memudahkan supervisi akademik, serta mempercepat administrasi sekolah. Perangkat ini juga dimanfaatkan dalam rekrutmen dan pengembangan guru, termasuk pelaksanaan program Guru Penggerak.
Selain itu, saya rpibadi mendorong terbentuknya budaya belajar berbasis teknologi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, Chromebook tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi menjadi bagian integral dari transformasi pembelajaran.
Pemanfaatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan efektivitas pembelajaran, kompetensi digital guru, serta terwujudnya ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

DS
Pamekasan
SMA PGRI
#DukunganChromebook
CB kami gunakan dengan baik

Saya Arby W.Mamangsa Kepala SMK Kesehatan Nusantara Kota Sorong, Saya Pernah bertugas sebagai Kepala SMP Nusantara Kota Sorong dari Tahun 2015 sampai Tahun 2024. Tepatnya pada Bulan Juli Tahun 2020 SMP Nusantara Kota Sorong mendapat bantuan CB sebanyak 15 Unit dan itu menjadi awal Transformasi yang luar biasa dalam sejarah hidup saya selaku seorang guru, karena sekolah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Sekolah yanag dulu dianggap sekolah buangan dan tidak diperhitungkan kemudian berubah menjadi sekolah pilihan yang kemudian menjadi salah satau sekolah penggerak di Indonesia pada tahun 2021. Pembelajaraan yang disertai dengan penggunaan CB dan akun belajar telah memberikan gairah dan fenomena baru bagi para siswa dilingkungan SMP Nusantara Kota Sorong. Para guru dan siswa mulai mengembangkan diri dengan memanfaatkan CB untuk keperluan belajar dan mengajar. Sejak saat itu SMP Nusantara mulai memberi warna dan dampak bagi sekolah-sekolah di Kota Sorong, dan Tanah Papua melalui berbagai best praktis yang terus kami lakukan sebagai akibat dari pemanfaatan CB dan sekolah penggerak bukan hanya di indonesia tapi di negara negara asia tenggara dan menjadi utusan indonesia pada ivent G 20 di Brasil . Perubahan ini di dasari pada prinsip dasar transformasi mindset utk beradaptasi dengan dengan semua kemajuan. dan karena itulah pemerintah kota sorong kemudian ingin agar perubahan itu terjadi pada skala yang lebih besar di kota sorong dan kemudian saya diangkat menjadi sekretaris dinas pendidikan dan kemudian menjadi Plt Kadis Pendidikan kota Sorong. Saat ini saya kembali memimpin SMK Keshatan Nusantara Kota Sorong dan CB tetap menjadi teman kerja setia saya , bahkan membuat paragraf inipun saya masih tetap menggunakan CB bantuan Pemerintah pada era Pa Nadiem Makarim seorang pemimpin yang Visioner. Trimkasih Pak telah meninspirasi kami untuk berani menerima tantangabn bagi suatu perubahan yang dapat mengubahkan generasi bangsa menuju generasi emas Indonesia.

Arby W.Mamangsa
Sorong
SMK Kesehatan Nusantara Kota Sorong
#DukunganChromebook
Doa terbaik untuk mas Nadiem
Doa terbaik selalu dari kami u Mas Nadiem, keluarganya.
Sejak awal kasus ini, kami berasa sedihnya ga habis2, padahal biasanya kalau ada pejabat ditangkap krn kasus korupsi, Kami ga pernah mau ambil pusing, tapi beda saat dengan Mas Nadiem, doa kami selalu. Kami ingin bs membantu Mas Nadiem, Kami ingin juga mendukung selalu beliau.
Sudah bnyk kebijakan, program, bantuan selama beliau menjabat dulu. Di papua yang pelosok pun juga terkna dengan kebijakan Mas Nadiem. tikda benar jika program-program mas Nadiem itu tidak bermanfaat, termasuk penggunaan chromebook.
Chromebook di sini betul-betul terpakai. Guru dan murid, semua menggunakan. Hanya sekolah yang memang tidak peduli, tidak mau maju, yang tidak menggunakan chromebook itu.
Untuk itu, semoga mas Nadiem, diberikan kesehatan melewati semua ini.
Titip salam dari kami guru-guru papua

DAT
Papua
#DukunganChromebook
Melepaskan pemilik Gojek demi anak negeri menuju Peradapan Teknologi demi kemajun NKRi ,

Chromebook Adalah sebuah inovasi perubahan teknologi dari manual menjadi melek teknologi sejak dini dari sekolah Dasar sampai ahkir hayat, fakta program UN dulu mengunakan kertas memelukan biaya banyak sekarang program ANBK,TKA mengundang teknologi dengan Chromebook menghemat biaya yang lebih banyak dan siswa menjadi paham teknologi sejak dini..Program Sekolah Pengerak,Guru pengerak adalah sebuah program 6ang sangat baik sebenarnya tapi banyak rakyat belum memahami kaum golongan tua ..Program sekolah pengerak dibiayai negara 140 jt sd 150 perlembaga dengan tujuan pengembangan teknologi Pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa kalau dilaksanakan dengan kejujuran lembaga itu akan lebih maju dari lembaga yang tidak mendapat biayanya.

Sugeng riadi
Kota Madiun Jawa Timur
SD Madiun
#DukunganKebijakanLain
Jejaring penggerak yang berdampak
Kini saya sudah purna tapi kenangan pertemuan dengan mas mentri juga dengan teman teman sesama penggerak tak dapat saya lupakan sampai sekarang. Bertemu dan berjejaring dengan rekan-rekan sesama penggerak komunitas guru menjadi semangat baru bagi saya untuk terus belajar dan berbagi terkait proses belajar mengajar.
Saya masih selalu memperhatikan diskusi teman teman sesama penggerak walau sudah tidak aktif seperti dulu.
Semoga mas Nadiem diberikan kesehatan, dan dilancarkan persidangannya dengan hasil terbaik

Yani
Jawa Timur
#DukunganKebijakanLain
Kurikulum Merdeka adalah Kurikulum yang sangat baik
Kurikulum Merdeka memberikan dampak yang sangat terasa di sekolah kami. Kami sebagai guru merasa lebih leluasa dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Tidak lagi sekadar mengikuti pola yang kaku, kami bisa lebih kreatif dan fleksibel dalam menentukan metode, media, serta pendekatan belajar yang relevan.
Dengan kebebasan tersebut, kami juga semakin terdorong untuk terus belajar dan berkembang. Kami tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif mencari cara terbaik agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Ruang untuk bereksplorasi ini membuat kami lebih percaya diri dalam mencoba hal baru, sekaligus saling berbagi praktik baik antar sesama guru di sekolah.
Di sisi lain, kebebasan ini juga diiringi dengan tanggung jawab yang lebih besar. Kami merasa memiliki peran penting, tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk sekolah, masyarakat, dan diri kami sendiri. Kami berupaya menjaga kepercayaan tersebut dengan memberikan yang terbaik, sehingga pembelajaran yang kami hadirkan benar-benar berdampak dan membawa perubahan positif.

SA
Malang
SMA Batu
#DukunganKebijakanLain
PMM Menjadi Wadah Guru untuk Berkembang
PMM merupakan platform digital resmi dari kemendikbud ristek dan berfungsi sebagai pendamping guru dalam kurikulum merdeka yang menyediakan fitur untuk belajar, mengajar dan berkarya yang bisa dipergunakan kapan saja dan di mana saja.
Juga terdapat fitur Komunitas yang dapat dipergunakan berbagi ilmu pendidikan kepada seluruh guru se-Indonesia.
Saya patut berterimakasih, karena saya salah satu penggerak komunitas yang dapat mendapatkan dan berbagi ilmu kepada guru lain.

SRY
Jawa Timur
#DukunganKebijakanLain
Open Letter to Nadiem
To whom it may concern,
I write this letter in my capacity as a former Harvard Business School classmate to Nadiem Makarim, and as a close personal friend of seventeen years. I have known Nadiem since we arrived at HBS together in 2009, where we became close friends. In that time, I have come to know his character, his values, and the quiet conviction that has guided every major decision in his life.
After business school, Nadiem and I both went on to found businesses and our shared entrepreneurial path kept us connected. Throughout those years, Nadiem was someone I turned to for sound advice—not because he would tell me what I wanted to hear, but because I trusted his moral compass and the clarity of his thinking.
When Nadiem made the extraordinary decision to step away from Go-Jek to serve Indonesia as Minister of Education, it confirmed everything I already knew about him. This was not a career move. It was an act of profound personal sacrifice, motivated by a genuine belief that he could help his country.
Beyond his professional life, I know Nadiem as an outstanding husband and father. Our families have remained close throughout the years, and I have had the privilege of witnessing firsthand the warmth, devotion, and integrity he brings to his family life. The allegations surrounding Nadiem are highly out of character with the man that I know and I find it illogical that he would commit the acts he is being accused of.

Christopher Koh
Gangnam-gu, Seoul
Managing Partner, Han River Partners
#DukunganChromebook
Saya menggunakan chromebook untuk ANBK

Sejak ada chromebook, ujian online seperti ANBK menjadi sangat mudah dilaksanakan kami.
Sekolah sudah tidak perlu mencari-cari bantuan atau meminjam laptop ke sekolah lain, sehingga ujian pun berjalan lancar.
selain itu, data juga terintegrasi dengan mudah dan aman untuk diakses tentunya.
Banyak manfaat lainnya juga tentunya selain ujian

Ira
Aceh
SD Pahlawan
#DukunganChromebook
Dari PMM saya belajar
Selama Mas Nasdiem menjabat, saya senang sekali karena lingkungan belajar tidak hanya diusahakan untuk murid tapi juga untuk guru. Melalui PMM, saya bisa memahami kurikulum dan implementasinya secara langsung dan hal ini meminimalisir miskonsepsi dalam pelaksanaannya. Tidak hanya itu, akses terhadap buku pelajaran dan pelatihan serta forum-forum belajar bersama guru yang lain juga membantu saya mengajar lebih baik.

Anonim
Madiun
#DukunganChromebook
Pelatihan Chromebook yang berkesan
Pada tahun 2022, pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Jakarta sebagai guru, yang mengikuti pelatihan dan bertemu dengan banyak guru hebat dari berbagai kota di Indoensia. Pengalaman ini mendorong saya dan memotivasi saya ketika kembali ke sekolah untuk bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak murid.

Anonim
Sulawesi Selatan
#DukunganChromebook
PMM membuat akses belajar yang memudahkan
Terima kasih Mas Nadiem telah membuat PMM, karena saya bisa mengakses dan belajar materi-materi yang mendukung penyusunan rencana pembelajaran secara fleksibel. Berbeda dengan sebelumnya, dimana untuk mendapat pelatihan harus datang jauh ke kota atau ke Jakarta. Melalui PMM, saya bisa belajar kapan saja dan dimana saja sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang saya miliki.

Anonim
Pati - Jawa Tengah
#DukunganKebijakanLain
PMM membuat saya bisa ke jakarta
Selama Mas Nadiem menjabat, saya merasa sebagai guru lebih dihargai. Karena, saya mendapatkan akses ke pelatihan yang diadakan di pusat yang selama ini tidak pernah saya ikuti. Saya merasa apa yang saya lakukan selama menjadi guru tidak sia-sia, karena dari keaktifan saya menggunakan PMM saya bisa mengikuti pelatihan di Jakarta dan menambah banyak teman guru terbaik di seluruh Indonesia.

Anonim
Sampang - Jawa Timur
SMK Sampang
#DukunganChromebook
Chromebook untuk daerah terpencil
Kami tinggal di daerah terpencil yang jaringan naik turun. Namun dengan bantuan Chrome Book, kami tetap bisa mengakses alat digital karena bisa digunakan dalam keadaan tanpa sinyal atau offline. Saya jadi bisa menunjukkan ke anak-anak bagaimana belajar secara digital.

Anonim
Papua
#DukunganKebijakanLain
Program Guru Peenggerak yang luar biasa
Sebagai guru penggerak, saya merasa bisa menjadi guru yang lebih “bernyawa” dalam menjalankan peran di kelas maupun di lingkungan sekolah. Ada semangat baru yang tumbuh, bukan hanya sekadar mengajar, tetapi benar-benar hadir untuk membersamai proses belajar murid dengan lebih sadar dan bermakna.
Saya juga merasakan dukungan yang kuat untuk terus mengembangkan diri. Berbagai kesempatan belajar terbuka, sekaligus mempertemukan saya dengan guru-guru hebat dari berbagai sekolah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Dari sana, saya belajar banyak perspektif baru, praktik baik, dan inspirasi yang memperkaya cara saya mengajar.
Jejaring guru ini menjadi hal yang sebelumnya sulit saya dapatkan, padahal dampaknya sangat besar. Melalui koneksi dan kolaborasi ini, saya tidak lagi berjalan sendiri. Ada ruang untuk saling menguatkan, berbagi, dan tumbuh bersama, demi memberikan pengalaman belajar terbaik bagi anak-anak yang kita dampingi.

Anonim
NTT
#DukunganChromebook
Dengan Chromebook, saya benar-benar terbantu
Chromebook menjadi perangkat yang benar-benar membantu saya sebagai guru dalam menjalankan berbagai aktivitas pembelajaran. Tidak hanya saat mengajar di kelas, tetapi juga ketika saya harus mengikuti pelatihan di luar sekolah, saya tetap bisa terhubung dan berpartisipasi dengan optimal karena memiliki alat kerja digital yang praktis dan mudah digunakan.
Dengan Chromebook, saya bisa mengakses materi, mengerjakan tugas, hingga berkolaborasi secara daring tanpa kendala berarti. Hal ini membuat proses pengembangan diri sebagai guru tetap berjalan, tanpa harus meninggalkan tanggung jawab utama dalam mendampingi peserta didik.

Anonim
Maluku
#DukunganChromebook
Chromebook untuk belajar murid di kelas
Chrome Book bisa membantu saya mengkatrol kemampuan dalam merancang pembelajaran berbasis digital. Anak-anak mendapat pengalaman baru dalam mendapat pembelajaran, dan lebih interaktif.
Beebrapa kali dalam pembelajaran, saya menggunakan chromebook di kelas, sehingga anak-anak sangat senang memanfaatkannya. di antaranya untuk buat poster, main game eduksasi, ujian dll
Terima kasih untuk cromebooknya

Anonim
Jawa Tengah
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan yang signifikan
Saya terima kasih dengan adanya kebijakan-kebijakan yang siginifikan dari Bapak Nadiem Makarim selama menjabat. Di antaranya program Guru Penggerak dan Kurikulum Merdeka. Program-program ini mendorong saya sebagai guru harus belajar lebih cepat dan mengikuti zaman.

Anonim
Magetan - Jawa Timur
#DukunganChromebook
Chromebook dan PJJ
Dengan adanya 5 Chrome Book yang diberikan kepada sekolah kami, sangat membantu dalam proses pembelajaran jarak jauh di sekolah.
Dulu PAda zaman covid, Program pembelajaran jarak jauh menjadi jauh lebih terbantu dan efektif. Siswa dapat mengikuti kegiatan belajar secara daring dengan lebih mudah, mengakses materi pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berinteraksi dengan guru tanpa hambatan berarti.
hadirnya Chromebook pada saat itu juga membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, sehingga semangat belajar siswa tetap terjaga meskipun dilakukan dari jarak jauh.

GL
Kediri - Jawa Timur
#DukunganChromebook
Mengikuti perkembangan zaman dalam menyusun rencana pembelajaran
Masifnya penggunaan AI saat ini membuat saya bersyukur telah mendapatkan Chrome Book beberapa tahun lalu. Setidaknya, saya punya pengetahuan tentang dunia digital, dan bisa mengikuti perkembangan zaman dalam menyusun rencana pembelajaran.

PS
Depok - Jawa Barat
#DukunganChromebook
Cara baru untuk menjawab rasa penasaran anak-anak
Dengan adanya Chromebook di kelas, saya merasa punya cara baru untuk menjawab rasa penasaran anak-anak yang seringkali tidak terwadahi hanya dari buku pelajaran konvensional. Saya bisa mengajak mereka mengeksplorasi berbagai hal secara langsung—mulai dari melihat video pembelajaran, menjelajah informasi dari berbagai sumber, hingga mengenal dunia luar yang sebelumnya terasa jauh. Dalam prosesnya, saya tidak hanya mengajar, tapi juga mendampingi mereka belajar dengan lebih kontekstual, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup, bermakna, dan dekat dengan realitas yang mereka ingin pahami.

TW
Bandung - Jawa Barat
#DukunganChromebook
Siap menghadapi era digital
Kebijakan yang progresif di bidang pendidikan membantu sekolah saya lebih siap menghadapi era digital yang semakin masif. Kami sebagai guru jadi lebih siap untuk menghadapi anak murid yang lebih melek digital.

Anonim
Tangerang - Banten
#DukunganChromebook
Anak-anak bisa fokus ujian tanpa memikirkan biaya
Dulu, saya harus membawa anak-anak ke kota untuk mengikuti ANBK dan kegiatan ini membuat anak-anak harus mengeluarkan uang untuk biaya transport. Setelah ada ChromeBook, anak-anak bisa fokus ujian tanpa memikirkan biaya dan mobilisasi ke tempat yang jauh.

Anonim
Pamekasan - Jawa Timur
#DukunganChromebook
Bangga dengan Chromebook
Saya merasa terbantu sekali dengan adanya ChromeBook karena saya dan guru-guru lain jadi terdorong mengembangkan skill dalam mengajar dengan pendekatan digital. Sebelumnya kami di sekolah mengajar dengan cara jadul, konvensional. Tanpa ChromeBook, mungkin sampai saat ini saya masih mengajar dengan metode lama.

Anonim
Serang - Banten
#DukunganKebijakanLain
Kemajuan pendidikan di Indonesia
Selama Nadiem menjabat, saya merasakan adanya ikhtiar kemajuan pendidikan di Indonesia dengan beragam perubahan yang dibuat, salah satunya dengan adanya Platform Merdeka Mengajar. Melalui platform tersebut, guru tidak lagi harus menunggu undangan atau penunjukan dinas untuk bisa mengikuti pelatihan yang berkualitas. Guru cukup mengakses pelatihan yang tersedia di dalam platform, dan dapat dipelajari kapanpun sesuai waktu yang dimiliki. Saya yakin, dengan itikad baik tersebut Nadiem berada pada jalur yang benar dan memiliki integritas yang bisa dipertanggung jawabkan.

NR
Jakarta
#DukunganKebijakanLain
Open Letter - Nadiem Makarim's Support
I write this letter in my capacity as a Harvard Business School classmate (Class of 2011) to Nadiem Makarim, and as a professional engaged in the global technology and infrastructure ecosystem. I have known Nadiem for more than fifteen years, across his academic life, his entrepreneurial journey, and his public service. In that time, I have had an uniquely close vantage point into his character, his values, and his unwavering commitment to Indonesia.
Across business or academia, I have rarely encountered someone that combines intellectual rigor, moral clarity, and humility in the way that Nadiem does. Nadiem’s contributions to Indonesia are both profound and widely recognized. As the co-founder of GoJek, he helped build one of Southeast Asia’s most transformative technology platforms—expanding economic access, empowering millions of drivers and small businesses, and placing Indonesia firmly on the global innovation map. Yet, what stands out even more is his decision to step away from this success to serve his country. This was not a symbolic transition that required courage and sacrifice for the greater good.
Beyond his accomplishments, it is Nadiem’s integrity that has and will always define him. He is a person of exceptional ethical grounding—transparent in decision-making, principled under pressure, and motivated not by personal gain but by a genuine desire to create lasting societal impact. In my years of interactions with him, I have never observed behavior that would remotely suggest impropriety, corruption, or abuse of power. To the contrary, he has consistently held himself to the absolute highest standards of integrity and transparency — standards far higher than what is typically expected in public life or even in business.
The current circumstances surrounding his imprisonment are deeply troubling and fundamentally inconsistent with the individual I know. It is difficult to reconcile these allegations with a person who has demonstrated such a sustained pattern of integrity, sacrifice, and service at the highest levels.
I respectfully urge all relevant authorities and stakeholders to consider the totality of Nadiem Makarim’s life, work, and character. He is not only a transformational leader but also a deeply principled individual whose contributions have strengthened Indonesia’s institutions and global standing. I offer this statement with full conviction and stand ready to provide any further information or clarification that may be helpful.

Santanov Chaudhuri,
San Francisco CA
Harvard Business School, Class of 2011,
#DukunganKebijakanLain
Memberdayakan potensi guru melalui guru penggerak

Program pendidikan guru penggerak menjadi program yang sangat baik pada jaman mas Nadiem sebagai menteri pendidikan. Program ini mengeksplor potensi yang dimiliki setiap guru untuk kemudian bergerak memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan.
Melalui program ini akhirnya dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada murid melalui pembelajaran berdiferensiasi, membuat kesepakatan kelas, sampai melakukan coaching kepada murid. Program pendidikan guru penggerak memberikan sangat banyak manfaat bagi kami guru-guru.
Terima kasih banyak atas perjuangan untuk pendidikan yang lebih baik.

Ramli Basri,
Pinrang -Sulawesi Selatan
SMAN 9 Pinrang,
#DukunganChromebook
Serunya bermain game dengan chromebook
Kata siapa murid di kelas tidak boleh main game? Sejak adanya Chromebook di sekolah kami, saya justru memanfaatkannya sebagai media pembelajaran yang seru dan interaktif. Salah satunya melalui platform seperti gimkit.com, di mana murid-murid bisa belajar sambil bermain game edukatif. Mereka terlihat lebih antusias, aktif menjawab soal, dan tidak merasa sedang “belajar” dalam arti yang membosankan. Bagi saya, ini menjadi cara baru yang menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekaligus membuat suasana kelas jadi lebih hidup dan penuh semangat.

R. Fajrin A.
Riau
#DukunganChromebook
Mengirim email menggunakan chromebook

Sebagai guru Bindo kelas 5 SD, sya merasakan perubahan besar dalam proses pembelajaran sejak menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan memanfaatkan Chromebook. Melalui chrombook, siswa tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga diajak berpikir kritis, mengeksplorasi berbagai sumber belajar digital, serta mengerjakan proyek. salah satunya adalah mengirim email.
murid2 sangat senang ketika diminta untuk menulis surat melalui email dan dikirim ke rekan-rekannya atau sahabtnya dengan menggunakan chromebook

Anonim,
Jatim
#DukunganChromebook
Asesmen formatif menggunakan quizziz dan chromebook

Serunya Asesmen Formatif berbasis Quizizz dan akun belajar menggunakan chromebook.
saya Adalah Guru Matematika kelas 7 di salah satu SMP di Lampung Barat. Didiklah siswa dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri. Salah satunya pemanfaatan teknologi yaitu chromebook bantuan pemerintah dalam kegiatan belajar mengajar termasuk dalam kegiatan asesmen Formatif dengan memanfaatkan Quizizz dan akun belajar.
Quizizz dipilih karena fitur yang tersedia mudah dimanfaatkan oleh siswa melalu chromebook yang telah ada di sekolah. Ditiap soal baik dijawab dengan benar atau salah, disediakan animasi yang menarik sebagai apresiasi atas jawaban yang telah diberikan. Tampilan ini menjadikan asesmen Formatif matematika bukanlah hal yang menakutkan. Walaupun jawaban salah, siswa akan terhibur karena animasi dan sound yang diberikan. Sedangkan bagi yang menjawab benar, siswa akan termotivasi untuk meningkatkan lagi pengetahuannya.

Pak Iswan,
Lampung Barat
SMP Lampung Barat,
#DukunganChromebook
Menggunakan chromebook di komunitas belajar

Merdeka mengajar melalui kegiatan pengembangan diri di komunitas belajar sekolah, ini adalah usaha dan kegiatan rutinitas kami untuk semakin berdampak dan meningkatkan kualitas pembelajaran perserta didik dengan pembelajaran digitalisasi melalui pemanfaatan Chromebook dan aplikasi Quizizz untuk pembelajaran dan asesmen.
Kegiatan komunitas belajar rutin kami lakukan tiap minggu, khususnya dalam mempelajari teknologi-teknologi kemendikbud. Salah satunya dengan memanfaatkan chromebook yang banyak manfatnya di sekolah

S. A.
Aceh
#DukunganChromebook
Program Google Master Trainer melalui chromebook
Guru-guru di morowali, utamanya di sekolah sy, aktif menggunakan chromebook, kebanyakan adalah google master trainer (GCE) yang mendapatkan pelatihan dari tim Google untuk memanfaatkan chromebbook menggunakan apilikasi google seperti gform, word, gsheet, google class room, dll
Aplikasi-aplikasi ini sangat memudahkan guru-guru untuk belajar dan memanfaatkan untuk kegiatan di kelas. Aplagi dengan adanya bantuan chromebook, tentunya lebih maksimal lagi dalam pemanfaatannya

Suleman,
Morowali
#DukunganChromebook
Melaksanakan ujian TKA dengan chromebook

trima kasih dengan adanya cromebook, kami bisa memanfaatkan untuk simulasi ujian online TKA sehingga memudahkan para guru di sekolag untuk mendampingi murid-murid
walau diawalnya sulit, tapi dengan terus belajar, murid-murid mudah untuk meggunakan chromebook

L. Citra. D,
Cipadung - Jabar
#DukunganKebijakanLain
Program Guru Penggerak mengubah Pola Pikir dan Pandangan Saya
Mengikuti Program Guru Penggerak menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan saya sebagai seorang pendidik. Saya berkesempatan mengikuti program ini pada angkatan 11, yang berlangsung dari Juni hingga Desember 2024.
Sejak awal, saya sudah merasakan sesuatu yang berbeda. Proses rekrutmen yang transparan dan fair memberikan kesan bahwa program ini benar-benar menjunjung tinggi kualitas dan integritas. Hal ini menumbuhkan rasa percaya dan semangat untuk mengikuti setiap tahapannya dengan sungguh-sungguh.
Selama kurang lebih 6 bulan, saya menjalani proses pembelajaran yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengubah pola pikir dan cara pandang saya sebagai guru. Materi yang disajikan sangat relevan, praktis, dan dekat dengan realitas di kelas. Bahkan, beberapa materi belum pernah saya dapatkan saat kuliah di jurusan PGSD. Namun justru di situlah letak kekuatannya—materi yang diberikan benar-benar yang dibutuhkan guru di lapangan.
Saya menyadari bahwa menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi bagaimana kita mampu memahami murid, menciptakan lingkungan belajar yang berpihak pada mereka, serta terus bertumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Program ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Diskusi, kolaborasi, hingga refleksi menjadi bagian penting yang membuat prosesnya terasa mendalam. Tidak pernah sebelumnya saya mengikuti pelatihan guru yang dirancang sekomprehensif dan sebermakna ini.
Bagi saya, Program Guru Penggerak bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi sebuah perjalanan transformasi. Perjalanan yang menguatkan peran saya sebagai guru untuk terus bergerak, belajar, dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik.
Di akhir perjalanan ini, saya merasa jika ada program pelatihan seperti ini lagi, maka program ini sangat layak untuk dihadirkan kembali. Karena dampaknya benar-benar nyata dan dirasakan langsung oleh guru.
Saya sangat mendukung keberlanjutan program ini, karena manfaatnya tidak hanya untuk guru, tetapi juga untuk masa depan pendidikan di Indonesia.

AS,
Soppeng - Sulawesi Selatan
#DukunganChromebook
Chromebook mewujudkan digitalisasi di sekolah kami
Digitalisasi pendidikan bukan lagi sekadar wacana, tetapi sebuah kebutuhan nyata di sekolah kami. Kehadiran Chromebook menjadi salah satu langkah penting yang membawa perubahan positif, baik bagi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran.
Pada tahun 2020, sekolah kami menerima bantuan berupa 6 unit laptop untuk wali kelas. Bantuan ini menjadi awal yang baik dalam pemanfaatan teknologi di sekolah. Namun, dalam penggunaannya, laptop tersebut masih memiliki beberapa kendala, terutama dari segi kecepatan. Proses booting yang memakan waktu lebih dari 5 menit, serta aplikasi yang lambat saat dibuka, seringkali menghambat kelancaran pembelajaran.
Kemudian pada tahun 2021, sekolah kami mendapatkan bantuan Chromebook. Sejak saat itu, terjadi perubahan yang cukup signifikan. Chromebook terasa lebih ringan, cepat, dan responsif. Guru tidak perlu menunggu lama untuk mulai mengajar, sehingga waktu pembelajaran dapat dimanfaatkan secara maksimal. Perlahan, laptop yang sebelumnya digunakan kini mulai ditinggalkan karena kalah praktis dibandingkan Chromebook.
Dampaknya sangat terasa di kelas. Siswa menjadi lebih antusias, lebih aktif, dan lebih terbiasa menggunakan teknologi secara positif. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, tidak hanya berpusat pada buku, tetapi juga memanfaatkan berbagai sumber digital yang menarik.
Bagi guru, Chromebook juga memberikan kemudahan dalam mengelola pembelajaran. Mulai dari menyiapkan materi, memberikan tugas, hingga melakukan penilaian dapat dilakukan dengan lebih praktis dan cepat. Hal ini tentu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.
Kehadiran Chromebook bukan hanya tentang perangkat, tetapi tentang perubahan cara belajar dan mengajar. Dari yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan teknis, kini bertransformasi menjadi pembelajaran yang lebih dinamis, efisien, dan menyenangkan.
Dengan segala manfaat yang dirasakan, Chromebook benar-benar menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan digitalisasi di sekolah kami. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan pendidikan.

M,
Soppeng - Sulawesi Selatan
SDN 140 Masumpu,
#DukunganChromebook
Chromebook & Kurikulum Merdeka

Salam,
Perkenalkan saya Guru PAI di Salah satu SD di Kab. Purbalingga
Setiap hari selasa, saya dan sebagian kecil peserta didik kelas IV, V, dan VI SD Negeri 2 Sirandu mengikuti kegiatan ekstrakulikuler desain grafis. Kegiatan ini merupakan salah satu dari progam pendukung sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka khususnya di SD Kami.
Dengan memanfaatkan chromebook yang dimiliki oleh sekolah dan aplikasi Canva for Education, peserta didik yang ikut ekstrakulikuler ini belajar tentang prinsip dasar desain grafis, belajar membuat desain grafis seperti: poster, infografis, dsb. Program ekstrakulikuler ini bertujuan mengembangkan kreatifitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud kesadaran kami dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang menuntut kita untuk “melek teknologi”. Kegiatan ini dapat berjalan, tidak lepas dari dukungan Kemendikbud Ristek yang telah memberikan email belajar.id kepada peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, sehingga kami dapat memanfaatkan beberapa fitur-fitur premium yang ada di aplikasi Canva.
Dengan dukungan Kurikulum Merdeka, kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.

Guru,
Purbalingga - Jawa tengah
#DukunganChromebook
Chromebook menjadi jawaban untk menjawab tantangan yang saya

Harapan sederhana yang bisa menjadi tantangan tersulit abad ini, konsistensi yang dapat saya lakukan;
1. Mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman sehari hari mereka.
2. Selalu melibatkan mereka dengan cara saya, seringkali saya terapkan mengintegrasikan pembelajaran dengan permainan, interaksi positif, diskusi, eksperimen sederhana untuk memancing rasa ingin tahu mereka.
3. Menyajikan informasi untuk mereka analisis dan meminta kesimpulan.
4. Selalu membuka ruang pertanyaan dan meminta untuk mencari jawabannya.
5. Memberikan tantangan dan penalaran sesuai porsi masing2.
6. Memberikan dukungan ataupun pengakuan atas usahanya.
7. Melibatkan orang tua dirumah untuk memberi dukungan dalam proses belajar.
Semua itu salah satunya dengan memanfaatkan teknologi, yaitu cromebook. Adanya cromebook ini membantu proses pendidikan lebih cepat dan mudah.

AF,
Jatim
#DukunganChromebook
Chromebok untuk ANBK

Pelaksanaan ANBK di sekolah saya menjadi semakin lancar berkat adanyaChromebook sebagai perangkat utama ujian. Dengan Chromebook, siswa dapat mengerjakan asesmen secara digital dengan lebih mudah, cepat, dan minim kendala teknis, sehingga mereka bisa lebih fokus pada kemampuan literasi dan numerasi yang diujikan.
Selain itu, penggunaan Chromebook juga membantu sekolah dalam menciptakan lingkungan ujian yang tertib, efisien, dan terintegrasi dengan sistem pusat.

SD Bengkulu,
Bengkulu
#DukunganChromebook
Inovasi memanfaatkan chromebook

Pemanfaatan Chromebook di sekolah kami membuka peluang besar dalam pengembangan inovasi pembelajaran, salah satunya melalui pembuatan aplikasi INDARA yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Dengan dukungan perangkat yang praktis, cepat, dan terintegrasi dengan berbagai platform digital, proses perancangan hingga pengembangan aplikasi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan kolaboratif oleh guru maupun siswa. Chromebook membantu kami mengakses sumber belajar, menyusun konten interaktif, hingga menguji aplikasi secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya Chromebook di sekolah kami, karena telah menjadi jembatan lahirnya kreativitas dan solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Agus S,
NTB
#DukunganKebijakanLain
Terima kasih untuk program2 pak Nadiem
Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Pak Nadiem Makarim atas berbagai program yang telah dihadirkan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
Meskipun saya pribadi tidak menerima Chromebook secara langsung, saya turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan pemanfaatan teknologi tersebut di lingkungan kami. Selain itu, program-program lain seperti Platform Merdeka Mengajar dan Guru Penggerak juga terasa sangat membantu dan memberi banyak manfaat bagi para guru di wilayah kami.
Melalui berbagai inisiatif ini, kami merasakan dorongan yang kuat untuk terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih baik bagi murid-murid kami. Terima kasih atas upaya dan perhatian yang telah diberikan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia
Semoga apa yang dihadapi pak Nadiem bisa segera terselesaikan dan terbukti tidak bersalah

Anita N,
Kalimantan Utara
#DukunganChromebook
Terima kasih Pak Nadiem

Terima kasih Pak Nadiem atas berbagai media belajar yang dihadirkan, terutama keberadaan Chromebook yang kini bisa kami manfaatkan di kelas. Dengan perangkat ini, proses belajar terasa lebih hidup karena kami dapat mengakses berbagai sumber pengetahuan, mengerjakan tugas secara digital, dan mengeksplorasi materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik. Bagi kami, Chromebook bukan sekadar alat, tetapi jendela baru untuk belajar lebih luas dan lebih dekat dengan dunia digital. Semoga fasilitas ini terus memberi manfaat bagi banyak siswa dan membantu kami belajar dengan lebih semangat setiap harinya.

Sukardi Malik,
Bali
#DukunganChromebook
Chromebook memiliki peran strategis dalam menunjang pembelajaran di sekolah

Chromebook memiliki peran strategis dalam menunjang pembelajaran di sekolah , terutama melalui digitalisasi pendidikan, penguatan literasi digital, dan fleksibilitas metode belajar. Meskipun terdapat anomali berupa dugaan korupsi dalam pengadaannya dan kendala teknis (seperti hang atau masalah baterai), Chromebook diakui memberikan manfaat signifikan di banyak sekolah, khususnya untuk asesmen dan materi berbasis cloud.
Berikut adalah manfaat Chromebook untuk pembelajaran dalam konteks pembelajaran
Mendukung Asesmen Nasional & Berbasis Digital: Chromebook mempermudah pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), TKA dan ujian sekolah berbasis digital karena kompatibilitasnya yang tinggi dengan sistem ujian.
Efisiensi dan Kemudahan Penggunaan: Perangkat ini memiliki booting cepat (sekitar 8 detik), antarmuka sederhana, dan ringan, sehingga ideal untuk penggunaan instan di kelas.
Kolaborasi Proyek & Literasi Digital: Chromebook terintegrasi dengan Google Workspace for Education (Docs, Classroom, Slides), memudahkan siswa berkolaborasi dalam proyek Proyek Pembelajaran dan meningkatkan literasi digital.
Fleksibilitas Pembelajaran (Online/Offline): Meski berbasis cloud, Chromebook didesain untuk tetap berfungsi secara offline, memastikan proses belajar tidak terhenti di sekolah dengan keterbatasan internet.
Pembelajaran yang Menarik: Mengubah metode belajar menjadi lebih dinamika, atraktif, dan tidak membosankan melalui penggunaan video, animasi, dan akses langsung ke referensi internet.
Hemat Biaya dan Aman: Chromebook cenderung lebih terjangkau, hemat biaya TI sekolah, dan memiliki sistem keamanan tinggi yang otomatis diperbarui.
Di balik kontroversi pengadaannya, penggunaan Chromebook secara maksimal terbukti membantu guru dalam menyampaikan materi digital dan membantu siswa beradaptasi dengan teknologi.

Slamet
Jogja
#DukunganChromebook
Chromebook mendukung Anak-anak zaman sekarang, generasi digital native
Anak-anak zaman sekarang adalah generasi digital native, mereka tumbuh dengan teknologi yang semakin canggih dan mudah diakses. Di sekolah, mereka kini memiliki kesempatan untuk menggunakan Chromebook sebagai alat pembelajaran yang inovatif dan interaktif.
Saya masih ingat ketika pertama kali melihat anak-anak di sekolah menggunakan Chromebook untuk pertama kalinya. Mata mereka berbinar-binar dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu. Mereka dengan cepat memahami cara menggunakan Chromebook dan mulai menjelajahi dunia digital dengan penuh kesenangan.
Dengan Chromebook, anak-anak dapat mengakses berbagai sumber belajar online, seperti video edukatif, artikel, dan aplikasi pembelajaran interaktif. Mereka dapat bekerja sama dengan teman-teman dalam proyek kelompok, membuat presentasi, dan membagikan hasil kerja mereka dengan guru dan teman-teman lainnya.
Penggunaan Chromebook di sekolah tidak hanya meningkatkan kemampuan teknologi anak-anak, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Mereka belajar untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan efektif, serta mengembangkan kemampuan untuk belajar secara mandiri dan berkelanjutan.
Saya sangat senang melihat anak-anak menggunakan Chromebook dengan penuh kesenangan dan semangat. Mereka tidak hanya belajar tentang mata pelajaran, tetapi juga tentang bagaimana menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Saya yakin bahwa dengan Chromebook, anak-anak akan siap menghadapi tantangan di era digital ini dan menjadi generasi yang lebih baik.
Penggunaan Chromebook di sekolah adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan anak-anak menghadapi era digital. Saya berharap bahwa penggunaan teknologi ini dapat terus ditingkatkan d

Rindang Djoko Triasmoro,
Kediri
#DukunganChromebook
Manfaat Chromebook dan Tantangannya!

Hadirny Chromebook disekolah Kami telah memberikan banyak manfaat dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih modern. Dengan perangkat ini, kami para guru dapat lebih mudah menyajikan materi digital, mengakses berbagai sumber belajar, serta menghadirkan aktivitas kelas yang membuat siswa lebih terlibat dan termotivasi. Pemanfaatannya juga selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka waktu itu yang mendorong kemandirian belajar, kolaborasi, dan penguatan literasi digital bagi murid. Meski dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan internet dan infrastruktur di beberapa daerah khususnya di wilayah kami, keberadaan Chromebook tetap menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi pendidikan.
Untuk itu, kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya dukungan teknologi ini yang telah membantu membuka lebih banyak peluang pembelajaran kreatif di sekolah. 🙏

YT,
Maluku
#DukunganChromebook
Manfaat Chrome Book Bagi Kami

Apa Manfaat Chrome Book Bagi Kami.
Hari ini kami SDN. Blaban III sebagai penerima manfaat dari perangkat chrome book ini akan mendeskripsikan bagaimana dampak positif yang diperoleh ḍari penggunaanya
1. Media interaktif
Chrome Book selama ini oleh guru dan murid telah dimanfaatkan sebagai media interaktif. Guru sejak memperoleh fasilitas CB telah mengplikasikan beberapa fitur-fitur yang terintegrasi didalamnya untuk pembelajaran di kelas atau di luar kelas. Para guru menggunakan media-media digital seperti halnya google form untuk asesmen, google doc sebagai materi dan media i teraktif lainnya seperti quzizizz, kahoot dan canva.
2.Media pengembangan kompetensi digital
Keberadaan chrome book selama ini memiliki sisi positif yang berpengaruh besar dalam peningkatan kompetensi digital guru dan murid. Sebagian besar bahkan terbilang semuanya guru di sekolah mampu mengoperasikannya untuk kebutuhan pendidikan. Selain itu para murid dengan semangat dan bahagianya ketika bisa menggunakan media yang telah difasilitasi mas menteri ini disaat pembelajaran.
Mereka dapat mengasah berlatih skill mengetik, skill koneksi internet, skill pembelajaran jarak jauh dengan google meet.
Semua ini mempengaruhi kemampuan dasar mereka dalam berteknologi yang baik.
3.Mempermudah proses pendidikan
Teknologi Digital dengan pemanfaatan chrome kami merasa sudah banyak membantu dalam mempermudah proses pembelajaran. Mulai dengan pembuatan media, asesmen awal, membuat LKPD serta proses saving data secara otomatis.
4.Memperkuat administrasi guru dan murid
Dengan pemanfaatan akun belajar id yang terintegrasi dengan chrome book ini mereka murid dan guru dapat menyimpan beberapa data penting pendidikan dan data penting sekola

Blabantiga,
Jawa Timur
Blaban 3,
#DukunganChromebook
Mengisi e-kinerja jadi lebih mudah dan efisien dengan Chromebook!!

Dengan Chromebook, kita bisa mengakses e-kinerja di mana saja dan kapan saja, tanpa harus khawatir tentang spek laptop yang berat atau koneksi internet yang lambat.
Chromebook memungkinkan guru untuk fokus pada pekerjaan tanpa gangguan.
Terima kasih pemerintah atas bantuan chromebook nya kepada sekolah kami"Mengisi e-kinerja jadi lebih mudah dan efisien dengan Chromebook!
Dengan Chromebook, kita bisa mengakses e-kinerja di mana saja dan kapan saja, tanpa harus khawatir tentang spek laptop yang berat atau koneksi internet yang lambat.
Chromebook memungkinkan guru untuk fokus pada pekerjaan tanpa gangguan.
Terima kasih pemerintah atas bantuan chromebook nya kepada sekolah kami

Yuliarti Malaha,
Sulteng
#DukunganChromebook
Chromebook untuk HGN

Tahun lalu menjelang HGN, melalui Chromebook di kelas, murid-murid diminta membuat kartu ucapan Hari Guru menggunakan Canva AI melalui chromebook, sehingga mereka belajar banyak hal mulai dari berkreasi, menuangkan rasa terima kasih, hingga menggunakan teknologi untuk menyampaikan pesan yang bermakna.
Dengan Chromebook, murid bisa membuat desain kartu ucapan yang menarik, memilih kata-kata terbaik, dan mengekspresikan rasa terima kasih kami kepada para guru dengan cara yang lebih kreatif. tentunya dengan adanya crombook ini, kami merasa senang karena teknologi di sekolah tidak hanya membantu dalam pelajaran, tetapi juga membantu murid dalam menyampaikan apresiasi kepada guru-guru.
Trimkasih

B. Hund,
Tarakan
#DukunganKebijakanLain
Terima kasih PMM
Saya izin juga mendukung walau saya bukan guru. Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih atas kebijakan yang dihadirkan oleh Pak Nadiem Makarim, khususnya melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Dalam proses penyusunan tesis yang saya kerjakan di 2024, platform ini sangat membantu saya dalam memahami berbagai praktik pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Dari riset yang saya lakukan di lapangan, saya juga melihat secara langsung bagaimana berbagai fitur dan sumber daya yang tersedia benar-benar memberi dampak bagi para guru di tempat saya melakukan penelitian. Platform ini bukan hanya menjadi sumber data dan referensi bagi penelitian saya, tetapi juga menunjukkan bagaimana kebijakan yang tepat dapat membantu guru beradaptasi dengan pembelajaran yang lebih relevan di era digital.
Karena itu, saya merasa perlu menyampaikan apresiasi atas upaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan bermanfaat bagi banyak pihak di era pak nadiem.
Semoga beliau diberi kesehatan dan dimudahkan segala urusannya.

Rice,
Depok - Jabar
#DukunganChromebook
Melatih Chromebook menyenangkan

Dulu saya pernah bertugas sebagai pelatih dalam kegiatan pemanfaatan Chromebook bagi guru-guru di Sulawesi Selatan, saya merasakan langsung semangat belajar yang luar biasa dari para peserta. Sejak awal sesi, para guru terlihat antusias mencoba berbagai platform pembelajaran yang dapat diakses melalui Chromebook. Mereka saling berdiskusi, bertanya, dan bereksplorasi untuk menemukan cara-cara baru agar pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik dan bermakna bagi murid. Bagi saya pribadi, kehadiran Chromebook sangat membantu proses pelatihan ini. Perangkat tersebut memudahkan para guru untuk langsung mempraktikkan berbagai fitur dan aplikasi yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar. Saya pun merasa bersyukur, karena melalui pemanfaatan teknologi ini, para guru semakin percaya diri untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan dekat dengan kebutuhan murid di era digital.

Muhal,
Sulsel
#DukunganChromebook
Chromebook bisa dipakai apa aja

Kami di kelas sering memanfaatkan akun belajar.id untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Dengan adanya bantuan Chromebook di sekolah, kami jadi lebih mudah mengakses berbagai platform pembelajaran digital. Misalnya, kami menggunakan Canva untuk membuat presentasi atau poster belajar yang menarik, serta Quizizz untuk kuis interaktif yang membuat suasana belajar lebih seru. Banyak juga platform lain yang bisa diakses, bahkan beberapa di antaranya menyediakan versi pro melalui akun belajar.id. Karena itu, kami merasa sayang sekali jika fasilitas yang sudah tersedia tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk membuat pembelajaran lebih kreatif dan menyenangkan.

Roza,
Sumbar
#DukunganChromebook
Chromebook dari Kemendikbudristek sangat terasa dampak dan manfaatnya.

Awal tahun 2026 saya teringat kisah perjalanan waktu kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka mengajar episode ke 15 Tahun 2022, Dimana saya gigih belajar tanpa Lelah tentang kurikulum Merdeka, P5 dan membuat Komunitas belajar yang akhirnya saya banyak terlibat aktif dalam program yang diluncurkan Kemendikbudristek, terasa langsung bagi guru se Indonesia yang memang aktif belajar waktu itu , walaupun semua itu sekarang tinggal kenangan tidak menyurutkan saya untuk terus belajar dan kolaborasi demi mewujudkan Pendidikan bermutu untuk semua.
Saya pertama kali melaksanakan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) pada tahun 2021, dimana sekolah keterbatasan sarpras sehingga pelaksanan ANBK harus menumpang ke Sekolah lain di kota dengan biaya tambahan untuk biaya sewa laptop dll.
Lain waktu, sekolah saya akhirnya melaksanakan ANBK secara mandiri dan menggunakan Croome Book saat proses pembelajaran sehingga bisa meningkatkan motivasi belajar murid, guru pun juga disaat jam istirahat belajar mandiri di Platform Merdeka Mengajar.
Banyak sekali dampak dan manfaat dengan bantuan Chrome Book , bagi murid Akses sumber belajar yang luas, lebih interaktif dan menyenangkan serta meningkatkan kemampuan bidang IT dll, bagi guru akses pengajaran on line lebih mudah dan bisa dipakai untuk segala pekerjaan sekolah, sejak adanya bantuan Crome Book dari Kemendikbudristek sangat terasa dampak dan manfaatnya.
Terima kasih Kemendikbudristek dan Mas Nadiem Makarim atas inovasinya, dedikasi dan komitmennya yang telah membawa Pendidikan di Indonesia makin maju, saya dan warga sekolah selalu mendoakan sehat selalu, mudah dan lancar segala urusannya serta semoga badai segera berlalu, yakinlah bahwa kebenaran dan kejujuran diatas segalanya.

Daman Sa'id,
Jawa Timur - Pamekasan
SMA PGRI Larangan
#DukunganKebijakanLain
Memangkas Sistem, Menguatkan Ekosistem

Penguatan ekosistem dan tata kelola di era mas menteri saya kira sangat terasa bagi kami yang suka akan perubahan. Penataan sistem pelatihan lewat program guru penggerak yang berdampak baik bagi perkembangan pola pikir guru. Sistem tata kelola kepala sekolah lewat sistem yang memangkas kepengingan2 politik daerah. PMM yang memudahkan guru dalam belajar berkomunitas dan berkarya. Sistem pengelolaan kinerja terintegrasi yang memudahkan dan meminimalisir kecurangan dan korupsi. Selain itu melalui byk program ekosistem belajar di lingkungan pendidikan mulai tertata. Suara guru sering menjadi semangat bagi dinas dalam belajar dan berkarya bersama. Sistem raport pendidikan membuat perencanaan menjadi lebih baik, data yang transparan dan di integrasikan dengan tata kelola kinerja dan anggaran. Saya merasa tidak ada menteri yang luar biasa berani mengusik ketenangan daerah dalam mengelola pendidikan. Sistem monitoring Chromebook lewat cdm juga terbukti bisa meningkatkan produktivitas penggunaa dengan evaluasi berbasis data dan berkelanjutan. Semoga semua program baik bisa di lanjutkan. Dan apabila ada kekurangan bisa di refleksikan dan di perbaiki bersma.

Muhamad Firman,
Melawi Kalbar
#DukunganChromebook
Terima kasih untuk chromebooknya

Kami mengucpkan terima kasih atas adanya Chromebook di sekolah, karena perangkat ini sangat membantu kami menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sehingga bisa membuat siswa semakin semangat belajar
Sy biasanya di kelas memanfaatkan Chromebook untuk membuat kegiatan “Belajar Asyik dengan Komik ” sebagai bentuk asesmen alternatif yang menyenangkan. Melalui Chromebook, siswa membuat dan membaca komik sederhana untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang materi yang dipelajari, sehingga belajar terasa lebih seru dan tidak membosankan. Dari hasil komik yang dibuat, kami bisa melihat cara berpikir, kreativitas, dan pemahaman siswa dengan lebih mudah.

DWU,
Jawa Barat
#DukunganChromebook
Chromebook untuk Asesmen Diagnosis Gaya Belajar

Pemanfaatan Chromebook di sekolah kami sangat membantu guru dalam melakukan asesmen diagnostik untuk mengecek gaya belajar siswa. Melalui Chromebook, siswa dapat mengisi pertanyaan sederhana secara online sehingga guru bisa mengetahui apakah siswa lebih mudah belajar secara visual, auditori, atau kinestetik. Hasilnya langsung terlihat dan memudahkan guru menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih tepat sasaran. Terima kasih atas adanya Chromebook di sekolah, karena perangkat ini membuat proses pengecekan kebutuhan belajar siswa menjadi lebih cepat, praktis, dan mendukung pembelajaran yang lebih efektif.

MS,
Sumatera
#DukunganChromebook
Chromebook Dengan Belajar.id, Keren

Chromebook bagi saya merupakan perangkat digitall yang sangat keren. Kenapa keren? Sistem operasinya (SO) gratis, sehingga tidak perlu takut sewaktu-waktu SO akan terblokir seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya. Chromebook ringan dan mudah digunakan. Chromebook memiliki fitur Aksesibilitas sehingga menjadikannya sebagai perangkat yang inklusif karena dapat digunakan oleh orang-orang berkebutuhan khusus. Menggunakan belajar.id menjadikan chromebook lebih keren lagi. Karena apa? Chromebook dengan belajar.id menjadikan perangkat tersebut memiliki kontrol untuk memfilter konten-konten yang bisa diakses. Dengan belajar.id maka konten-konten yang tidak berbaur pendidikan akan terfilter. Hal ini menjadikan penggunaan chromebook salah satu strategi pembelajaran yang lebih ramah anak. Denggan chromebook anak-anak akan terhindar dari paparan pornografi, Judi Online dan situs-situs lain yang tidak sesuai dengan pendidikan. Waktu penggunaan Chromebook juga dapat dibatasi dan di kontrol sehingga orang tua maupun guru tidak perlu kuatir jika murid atau anak kebanyakan bermain. Banyak guru yang pernah saya fasilitasi dalam pelatihan merasa bahwa penggunaan chromebook sangat membantu dalam penbelajaran. Banyak testimoni positif baik dari guru maupun murid tentang pemanfaatan chromebook. Saya berharap chromebook dapat digunakan maksimal di setiap sekolah penerima bantuan chromebook bahkan sekolah lain juga bisa mendapatkan chromebook.

Meida Sitanggang,
Medan
#DukunganKebijakanLain
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

Saya telah berkarir menjadi seorang tenaga pendidik sejak tahun 2000, sebagai seorang kepala sekolah TK Swasta selama ini, saya merasa perlu memberikan pandangan objektif mengenai transformasi kepemimpinan Mas Nadim selama menjadi Mentri Kemendikbudristek.
Banyak kebijakan dan ilmu yang transparan yang saya alami sejak beliau mulai menjabat , kami yang tinggal di pedesaan jauh di pelosok Aceh merasakan dampak dari program-program yang beliau luncurkan, walau pun sekolah saya tidak terpilih sebagai sekolah penggerak dan saya tidak ikut pada rekrutan program PPPK namum hal terbaik yang saya rasakan sebagai pendidik adalah , saya mengikuti seleksi fasilitator program guru penggerak, sebagai seorang insan pendidik saya banyak sekali merasakan perubahan baik pada diri saya melali pergram tersebut, bagaimana kita dikuatkan menjadi orang yang jujur dan berintegrasi pada profesi yang kita lakoni sebagai tolak ukurnya nilai -nilai kejujuran yang selalu kami dapat dari semua materi program yang digagas Mas mentri. Saya merasakan secara pribadi bersyukur sekali saat beliau menjadi mentri sistem transparansi pemilihan kepala sekolah inovatif tingkat Nasional telah saya dapatkan dengan kerja nyata adan belajar di era mas Mentri, Saya menjadi terbaik Nasional sebagai Kepala sekolah yang bukan seorang PNS berhasil berjuang sendiri langsung ke tingkat NAsional tanpa ada KKN di tinggkat Kabupaten dan Proviinsi , ini salah satu hal utama dan terbaik bagi saya yang merasakan program pemilihan kepala sekolah tanpa ada campur tangan Dinas di wilayah kami. Semua ini adalah sebuah terobosan dan transformasi kepemimpinan beliau dan yang sesuai dengan slogan yang diusung Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar. Program tersebut saya rasakan sangat berdampak bagi perubahan mindset pendidik yang memilki semangat berkarya dan berani dari zona nyaman, Pengalaman saya menjadi seorang pendidik sejak beliau menjadi mentri sangat memberikan dampak bagi saya pribadi dalam mengelola manajemen diri dan pengelollan sumberdaya manusia. Dan sangat banyak hal yang telah kami rasakan kami rasakan di lembaga , saya sendiri sejak beliau menjabat merasakan perubahan besar atas bakat saya. Dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan emajukan pendidikan Anak Usia Dini khususnya. Tergerak, Bergerak, Menggerakkan implementasi dari program Merdeka Belajar , Merdekan Mengajar.

Julia Amalya
Aceh Selatan
PAUD TERPADU INSAN MADANI MEUKEK
#DukunganKebijakanLain
Peningkatan Kesejahteraan Guru Melalui Program PPPK
Senyum Guru Honorer: Masih banyak bersyukur bagaimana beliau membuat kebijakan yang berpihak pada Murid dan Guru, terlepas dari semua hal, terimakasih Mas Menteri banyak membuat Guru Indonesia tersenyum bahagia #pppk #merdekabelajar #ppg

Okto,
Jawa Tengah
SDN Kertaharja 01,
#DukunganChromebook
Chromebook memfasilitasi siswa dalam pembelajaran dengan teknologi

Chromebook yang dihadirkan saat kepemimpinan Mas menteri Nadiem Makarim membawa dampak positif bagi siswa kami di sekolah. chromebook bukan hanya digunakan dalam pemberian tapi digunakan untuk penilaian akhir semester dan akhir ujian sekolah. chromebook sampai saat ini digunakan siswa saat pelaksanaan TKA. Selain itu chrome book juga digunakan untuk memfasilitasi siswa belajar pembahasan soal OSN dan membuat karya tulis ilmiah untuk FLS3N.

YF,
Kepahiang -Bengkulu
SMP Negeri 2 Ujan Mas,
#DukunganChromebook
Chromebook jadi sahabat guru dan siswa!
"Chromebook jadi sahabat guru dan siswa! Dengan Chromebook, pembelajaran jadi lebih menyenangkan. Guru dan murid lebih mudah dalam menjelajah dunia digital. Murid-murid juga jadi lebih simpel mengerjakan TKA dengan Chromebook.
Google Drive dengan akun Belajar ID jadi tempat aman dokumentasi administrasi dan pembelajaran. Semua file rapi, mudah diakses kapanpun, dan bisa kolaborasi bareng tim. Plus, akun Belajar ID bisa akses banyak aplikasi pendukung dari Google buat bantu belajar jadi lebih keren!
Fakta di lapangan:
- Siswa lebih cepat adaptasi dengan Chromebook, belajar digital jadi seru!
- Guru lebih kreatif buat materi pakai Google Slide & Docs.
- Akun Belajar ID buka akses ke Google Drive, Docs, Sheets, dan apps Google lainnya.
Dengan memanfaatkan Rumah Pendidikan (dulu Platform Merdeka Belajar), pembelajaran jadi makin asik. Siswa belajar, guru dapat pelatihan mandiri, dan akses materi berkualitas.
Chromebook, Google Drive, dan Rumah Pendidikan, kombinasi pas buat pendidikan modern!"" 😊

Yr,
Pekanbaru
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan Guru Penggerak dan PMM serta Pengelolaan Kinerja
Ada banyak program yang sangat bagus di era Pak Nadiem. Dengan adanya program Guru Penggerak, semangat guru-guru untuk terus maju dan bertumbuh semakin membara. Terjadi persaingan secara sehat dan positif untuk bisa mengikuti program tersebut. Untuk platform PMM terutama menu Pelatihan Mandiri yang mewajibkan guru setelah mempelajari beberapa modul pada topik pelatihan yang dipilih, guru harus membuat aksi nyata yang nantinya akan divalidasi, kalau sesuai dan lolos, maka akan mendapatkan sertifikat. Sehingga guru-guru yang dulunya gaptek dan mager sekarang menjadi aktif untuk belajar secara mandiri di PMM. Kemudian, untuk Pengelolaan Kinerja, guru juga wajib menyertakan bukti sertifikat sesuai dengan indikator yang dipilih, sehingga mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka pilih untuk mengumpulkan poin dan mengumpulkan sertifikat sesuai dengan tagihan.

MJ,
Sorong Selatan - Papua Barat Daya
SMP,
#DukunganKebijakanLain
Program Literasi Zaman Nadiem Sangat Berdampak!

Bagi saya, program pemanfaatan buku bacaan bermutu yang digagas pada masa kepemimpinan Nadiem Makarim merupakan langkah nyata yang membawa perubahan besar dalam dunia literasi di Indonesia. Terlebih lagi melalui kebijakan Merdeka Belajar Episode 23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia , saya merasakan adanya dorongan yang kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna program, tetapi juga menjadi penggerak literasi di lingkungan saya.
Program ini bukan sekedar mendistribusikan buku, melainkan sebuah gerakan untuk membangun ekosistem literasi yang hidup. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak anak Indonesia yang belum memiliki akses terhadap bacaan yang berkualitas. Oleh karena itu, kehadiran program ini menjadi sangat penting sebagai upaya pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan kualitas literasi secara nasional.
Pengalaman bantuan saya semakin memperkuat hal tersebut ketika saya mendapatkan 1000 buku dari Teras Baca Agmarani yang saya kelola. Meskipun sekolah kami saat ini belum menerima bantuan buku dari pemerintah karena kemampuan literasi dalam rapor pendidikan sudah tergolong baik, saya melihat bantuan tersebut sebagai peluang besar untuk terus mengembangkan literasi, bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Buku-buku tersebut saya manfaatkan secara maksimal dengan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran. Saya membacakan bacaan dengan topik yang sedang dipelajari, sehingga murid merasa bahwa membaca bukan sekadar tugas, tetapi kebutuhan yang relevan dengan kehidupan mereka. Dari sini, saya mulai melihat perubahan nyata: murid lebih antusias membaca, aktif berdiskusi, dan mampu menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman mereka sehari-hari.
Lebih dari itu, kebijakan Episode 23 ini menjadikan saya semakin konsisten dalam menggaungkan literasi, baik di sekolah maupun di masyarakat. Semangat tersebut saya wujudkan melalui berbagai kegiatan literasi, termasuk pengelolaan Teras Baca Agmarani sebagai ruang belajar bersama. Konsistensi ini juga membawa saya pada kesempatan untuk mengikuti seleksi penggiat literasi Indonesia bersama SLI (Sahabat Literasi Indonesia), dan saya bersyukur dapat lolos serta dikenal sebagai salah satu penggiat literasi di tengah masyarakat.
Dampak yang paling saya rasakan adalah perubahan budaya membaca di kalangan murid. Mereka mulai membaca tanpa harus diperintah oleh guru. Buku tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebagai teman belajar. Hal ini saya buktikan melalui berbagai kegiatan di sekolah dan praktik baik dalam pembelajaran yang memanfaatkan buku bacaan berkualitas. Ekosistem literasi di sekolah pun menjadi lebih hidup—terlihat dari kebiasaan membaca, diskusi yang lebih bermakna, hingga keterlibatan aktif murid dalam kegiatan literasi.
Dukungan terhadap program ini, menurut saya, perlu terus diperkuat oleh semua pihak. Guru sebagai penggerak, masyarakat sebagai pendukung, dan kebijakan sebagai penguat harus berjalan beriringan. Pengalaman saya menunjukkan bahwa ketika buku hadir dan dimanfaatkan dengan tepat, dampaknya tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter dan cara berpikir murid.
Pandangan saya sederhana: buku bacaan berkualitas adalah alat transformasi. Ketika dimanfaatkan secara kontekstual dan terintegrasi dalam pembelajaran, buku mampu menumbuhkan kecintaan membaca secara alami. Dan ketika kecintaan itu tumbuh, literasi akan menjadi budaya, bukan sekadar program. hal ini saya buktikan ketika menjalankan projek penguatan profil pelajar pancasila yang digagas oleh Gencerling dengan topik Bangunlah Jiwa raganya dengan topik _Aksi Cilik Jaga Air mendapatkan terbaik versi penyampaian materi melalui pemanfaatan buku bacaan bermutu pada tahun 2024 dimana programnya digagas pada tahun 2024.
Saya percaya, dari ruang-ruang kecil seperti kelas dan taman baca, gerakan literasi Indonesia dapat tumbuh besar. Dan semua itu berawal dari satu hal sederhana: menghadirkan buku yang tepat di tangan yang tepat, serta guru yang terus bergerak untuk membuat perubahan.

MS Medan,
Medan, Provinsi Sumatra Utara
UPT SDN 068008 Medan,
#DukunganChromebook
Bukan Milik Sendiri, Tapi Manfaatnya Milik Bersama

Sebagai kepala sekolah sekaligus Google Certified Trainer, saya meyakini bahwa keterbatasan sarana bukanlah penghalang bagi siswa untuk mendapatkan hak literasi digital yang setara. disekolah kami, perangkat Chromebook bantuan kementerian era Mas Menteri Nadiem Makarim memang belum tersedia secara mandiri. Namun, melalui semangat kolaborasi antar-satuan pendidikan, kami mengambil inisiatif untuk meminjam perangkat tersebut dari sekolah tetangga, guna memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi siswa kelas 6 dalam persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). filosofi kami sederhana: meskipun perangkat ini bukan milik sekolah sendiri, manfaat transformatifnya harus dirasakan bersama oleh seluruh anak bangsa.
Kegiatan latihan ini bukan sekadar simulasi mengerjakan soal, melainkan jembatan bagi siswa untuk akrab dengan ekosistem teknologi masa depan. dalam sesi ini siswa belajar menavigasi perangkat secara teknis, mulai dari penggunaan touchpad yang responsif hingga penguasaan tata letak keyboard khusus Chromebook yang berbeda dari laptop konvensional. Transformasi terlihat jelas saat keraguan di jemari mereka perlahan berganti menjadi ketangkasan. dengan menghadirkn perangkat fisik di hadapan mereka, sehingga fokus siswa saat hari H pelaksanaan TKA pada substansi soal, bukan lagi pada kendala teknis perangkat.
Dampak dari inisiatif ini melampaui angka-angka hasil ujian; ia menumbuhkan rasa percaya diri dan kesetaraan bagi siswa kami. melihat antusiasme mereka mengeksplorasi Chromebook, saya menyadari bahwa peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran adalah menjadi penggerak yang mampu mengoptimalkan aset negara demi kepentingan murid. Praktik baik ini membuktikan bahwa sinergi dan gotong royong antar sekolah adalah kunci utama dalam percepatan transformasi pendidikan digital di Indonesia. teknologi mungkin hanyalah alat namun keberanian untuk menghadirkan alat tersebut di ruang kelas adalah langkah nyata dalam menjemput masa depan.

Sulaiman,
Tolitoli - Sulawesi Tengah
SD Negeri 2 Buga,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk TKA

Chromebook membantu siswa dalam pelaksanaan TKA karena memudahkan mereka mengakses soal dan mengerjakan ujian secara digital. Pada bulan Maret, siswa memanfaatkan Chromebook untuk mengikuti kegiatan gladi bersih TKA sebagai persiapan sebelum pelaksanaan sebenarnya. Melalui kegiatan ini, siswa dapat berlatih menggunakan perangkat dengan lebih lancar, memahami alur ujian, serta meningkatkan kesiapan mereka agar pelaksanaan TKA berjalan dengan baik dan tanpa kendala.

Dini,
Bali
SMP NEGERI 2 AMLAPURA,
#DukunganKebijakanLain
Sejak itu Saya Berdaya

Saya guru di kota kecil yang terkadang akses informasi terkait kebijakan atau program baru dari kementrian kurang terdengar bahkan sangat minim. Namun, hal itu berubah saat Kurikulum Merdeka hadir di tengah-tengah kami. Saat itu akses informasi sangat mudah saya temukan berkat kecanggihan teknologi yang menyatukan dalam 1 aplikasi bernama PMM (Platform Merdeka Mengajar). Terobosan keren ini berasal dari ide briliant mas menteri Nadiem Makarim yang saat itu menjabat sebagai Mendikbudristek. Banyak kemudahan serta pola pikir yang berubah. Baik dampaknya ke sekolah maupun ke diri saya sendiri. Guru tak lagi disulitkan oleh segala macam administrasi. Semua sudah tersedia di PMM,, lebih kerennya lagi PMM mampu membuat kami menjadi semakin berdampak karena ada fitur komunitas belajar yang mampu membuka kesempatan kami selalu guru dalam membagikan praktik baik serta memperluas jejaring sesama rekan sejawat. Hal ini ternyata mampu membuat saya semakin percaya bahwa guru tak hanya terkurung di dalam kelasnya, namun hal baik yang dia temukan di kelas mampu mengubah ke kelas² lainnya di seluruh Indonesia. Tak lagi tertinggal, tak lagi minim informasi, tak lagi bingung kehabisan ide. Sejak itu saya berdaya, makin banyak teman guru yang mau membagikan praktik baiknya di sekolah. Kami jadi tahu makna kolaborasi dan aksi nyata yang sesungguhnya. Guru dan murid berdaya, sekolah pun memiliki dampak nyata bagi sekelilingnya.Terima kasih mas menteri, banyak hal baik yang saya dapatkan saat kau menjabat.

Bu Ayu,
Bontang - Kalimantan Timur
SMP Negeri 3 Bontang,
#DukunganKebijakanLain
Dari Gaptek Menjadi Melek Teknologi

Pada era kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, berbagai platform digital diluncurkan untuk membantu guru memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Ketika dunia dilanda pandemi COVID-19, proses pembelajaran tetap berlangsung secara jarak jauh (daring) melalui beragam aplikasi digital seperti Platform Merdeka Mengajar, Google Meet, Zoom, Google Classroom, serta yang paling populer dan familiar di berbagai kalangan, yaitu WhatsApp.
Transformasi besar pun terjadi. Guru yang sebelumnya kurang akrab dengan teknologi (gaptek) perlahan beralih menjadi melek teknologi. Antusiasme guru untuk belajar secara mandiri semakin meningkat, melahirkan sosok guru pembelajar di berbagai pelosok negeri. Mereka berlomba mengasah keterampilan digital tanpa paksaan, melainkan didorong oleh kesadaran akan pentingnya perubahan.
Kehadiran Kurikulum Merdeka, Merdeka Mengajar dan Merdeka Belajar menjadi bukti nyata pembelajaran yang berpihak pada murid serta selaras dengan tuntutan zaman. Harapannya, transformasi ini terus berlanjut sehingga kualitas pendidikan di Indonesia semakin maju dan merata.

Marlis Fatma,
Kab. Pasaman, Prov. Sumatera Barat
SMA Negeri 3 Sumatera Barat,
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bapak Nadiem Makarim terhadap dunia pendidikan sangat baik

Menurut saya kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bapak Nadiem Makarim terhadap dunia pendidikan sangat baik. Membawa perubahan kearah kualitas pendidikan Indonesia yang jauh lebih baik. Salah satu contoh kebijakan yang sangat membantu para guru "Penyederhanaan RPP" sangat meringankan beban administrasi para guru. Sehingga guru bisa lebih fokus dalam belajar. Bukan berarti guru tidak memiliki perencanaan tetapi lebih merdeka dalam menyusun rencana tersebut sesuai dengan kebutuhan para guru. Fokus mengajar juga akan terpusat pada peserta didik.
Kemudian kebijakan "Pendidikan Guru Penggerak" menurut saya sebuah program yang sangat baik. Dimana guru diajak mengembangkan kompetensi sebagai seorang pemimpin pembelajaran, menemukan solusi secara merdeka dan mandiri dalam mengatasi permasalahan yang alami peserta didik. Sehingga fokus belajar hanya kepada peserta didik dan memuliakan anak yang mengangkat cara belajar Ki Hadjar Dewantara. Kebijakan ini membawa manfaat bagi guru baik dari sisi cara mengajar, memuliakan peserta didik maupun cara meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu sekolah. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang dikembangkan dalam program guru penggerak, guru dapat keterampilan dalam menyusun program-program sederhana yang berbasis pada aset yg tersedia di sekolah. Tidak memandang kekurangan sebagai kelemahan tetapi menjadi sebuah kelebihan. Sehingga program yg tersusun berbasis asset yg dapat meningkatkan kualitas sekolah. Growth Mindset guru terus berkembang.

Guru Acut,
Aceh Utara - Aceh
#DukunganKebijakanLain
Kesempatan bagi Guru Desa

Kebijakan Program Guru Penggerak digagas dan diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim pada Juli 2020 sebagai bagian dari Merdeka Belajar episode kelima. Program ini bertujuan mencetak pemimpin pembelajaran. Proses rekruitmennya tidak dibatasi sehingga siapa saja bisa mendaftar, dari proses pendaftaran yang memang bertahap Hingga proses pelatihan yang memperkuat peran guru sebagai pemimpin pembelajaran. Banyak poin penting yang sangat bermanfaat bagi saya seorang guru. Dari proses pendidikan guru penggerak ini yang kemudian membuka ruang bagi saya yang seorang guru di desa bisa menebarkan kebaikan atau istilahnya "berbagi praktik baik". Bagi saya konsep merdeka belajar bukan sekedar kebebasan dalam belajar, namun ruang bagi murid untuk bertumbuh. Hal ini pula yang diperkuat dalam program pendidikan guru penggerak. Terlepas dari istilahnya yang sering diplesetkan oleh orang lain, namun program guru penggerak memberikan saya ruang untuk bertumbuh hingga saat ini

M.FB,
Sulawesi Tengah-Kab.Banggai
SMP Negeri 1 Balantak,
#DukunganChromebook
Chromebook sangat bermanfaat untuk pengelolaan kinerja,

Di saat teman-teman memakai Chromebook untuk pengelolaan kinerja, saya teringat kembali betapa besar perubahan yang kami rasakan di dunia pendidikan. Chromebook sangat terasa manfaatnya di sekolah kami. Chromebook bukan sekadar perangkat, tetapi telah menjadi jembatan kemudahan bagi kami para guru untuk melakukan pembelajaran di dalam kelas, membantu pengelolaan kinerja dan pembelajaran digital, serta mendukung murid dalam kuis interaktif dan pelaksanaan ANBK. Semua manfaat ini hadir berkat visi dan pembelajaran keberpihakan pada murid. Hingga saat ini, Chromebook tetap menjadi sarana yang bermanfaat dan mendukung kemajuan pembelajaran di sekolah kami

Fitrina,
Bengkulu
#DukunganChromebook
Chromebook untuk pembelajaran yang menyenangkan

Kegiatan anak-anak di sekolah sekarang semakin menarik dengan adanya pembelajaran berbasis teknologi. Kami memanfaatkan Chromebook sebagai media pembelajaran di kelas. Anak-anak terlihat lebih antusias saat belajar karena mereka bisa melihat materi dengan cara yang lebih jelas dan interaktif. Mereka juga menjadi lebih aktif, senang mencoba hal baru, dan tidak cepat bosan saat mengikuti pelajaran.
Sejak menggunakan Chromebook, proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Anak-anak lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Hingga hari ini, Chromebook masih kami gunakan karena sangat membantu dalam meningkatkan semangat dan partisipasi siswa dalam belajar. Kami merasa penggunaan teknologi ini memberikan dampak positif bagi kegiatan pembelajaran di sekolah.

Rif,
Jawa Tengah
#DukunganChromebook
Chromebook memudahkan dalam kegiatan belajar

Pembelajaran menggunakan Chromebook sangat membantu dalam kegiatan belajar di kelas. Siswa menjadi lebih mudah mencari informasi karena bisa mengakses internet dan berbagai aplikasi pendidikan. Mereka juga bisa belajar dengan cara yang lebih menarik, seperti menonton video pembelajaran, mengerjakan tugas secara online, dan membuat karya digital. Hal ini membuat siswa lebih semangat, mandiri, dan berani mencoba hal baru.
Bagi guru, Chromebook juga memudahkan dalam mengajar. Guru dapat membuat pembelajaran yang lebih bervariasi, seperti tugas proyek, presentasi, dan kuis online. Selain itu, guru bisa memantau pekerjaan siswa dengan lebih cepat dan praktis. Dengan penggunaan Chromebook, proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan membantu meningkatkan kreativitas siswa.

Ib,
Jepara
#DukunganChromebook
Chromebook digunakan hingga di Merauke

Pemanfaatan Chromebook di Sekolah kami, di Merauke menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih inklusif dan modern. Dengan perangkat yang ringan, mudah digunakan, serta terintegrasi dengan berbagai aplikasi pembelajaran digital, siswa dan guru kini memiliki akses lebih luas terhadap sumber belajar yang berkualitas. Kehadiran Chromebook tidak hanya meningkatkan efisiensi proses belajar mengajar, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda Merauke untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia digital. Dukungan terhadap inisiatif ini sangat penting agar pemerataan pendidikan berbasis teknologi dapat terus berkembang hingga ke wilayah terdepan Indonesia.

SMP Merauke,
Merauke
#DukunganKebijakanLain
Informatika, PMM, dan PGP

Sebagai Guru Informatika di era Nadiem Makarim, saya merasakan langsung bagaimana hadirnya mata pelajaran Informatika menjadi pondasi penting dalam membangun literasi digital siswa sekaligus mendorong proses pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Penguatan kebijakan digitalisasi juga terlihat dari dorongan pemanfaatan teknologi melalui berbagai platform, termasuk Platform Merdeka Mengajar yang memudahkan guru mengakses referensi, pelatihan, dan perangkat ajar dalam satu ekosistem. Keterlibatan saya dalam program Guru Penggerak semakin memperjelas arah transformasi ini, dengan struktur pembinaan yang sistematis dan berdampak pada meningkatnya semangat guru untuk terus berkembang, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.

Alimka,
Makassar
#DukunganKebijakanLain
Guru pelosok bisa berkontribusi
Guru di pelosok memiliki peluang besar untuk berkontribusi secara mandiri melalui berbagai skema seleksi yang diselenggarakan kementerian, terutama pada masa kepemimpinan Pak Nadiem yang mendorong transformasi pendidikan berbasis fleksibilitas dan kompetensi. Melalui Kurikulum Merdeka, para guru diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan sesuai potensi dan konteks daerahnya, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem yang kaku. Dengan semangat ini, guru tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang aktif meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi diri, serta berperan dalam menciptakan pendidikan yang lebih relevan dan merata hingga ke pelosok negeri.

EY,
Pamekasan-Jatim
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan Mas Menteri terkait PMM (Platform Merdeka Mengajar) Fitur Komunitas Guru

Saya, Marsahit Ruwiyarto, M.Pd., sebagai guru sekolah dasar ingin menyampaikan dukungan terhadap kebijakan yang dihadirkan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim (Mas Menteri) melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Menurut saya, kehadiran platform ini sangat membantu banyak guru di Indonesia. Salah satu fitur yang paling berdampak adalah komunitas guru, di mana guru biasa seperti saya dapat berbagi praktik baik, belajar dari pengalaman guru lain, serta saling menguatkan dalam menjalankan tugas mendidik. Hal ini menumbuhkan semangat kolaborasi dan inovasi yang sebelumnya tidak mudah dilakukan. Selain itu, fitur bukti karya memberikan ruang bagi guru untuk menunjukkan hasil nyata pembelajaran yang telah dilakukan. Saya menjadi lebih percaya diri karena karya dapat dilihat, diapresiasi, dievaluasi dan bahkan menginspirasi guru lain di berbagai daerah. Fitur pelatihan mandiri juga sangat relevan dengan kebutuhan guru masa kini. Saya dapat meningkatkan kompetensi secara fleksibel, tanpa harus meninggalkan tanggung jawab utama di kelas. Materi yang tersedia praktis, kontekstual, dan dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran. Tidak kalah penting, pengelolaan kinerja yang lebih transparan membuat proses pengembangan profesional guru menjadi lebih terarah. Saya tidak hanya dinilai dari administrasi, tetapi dari proses belajar, refleksi, dan dampak nyata terhadap murid. Saya melihat kebijakan ini bukan sekadar transformasi digital, tetapi sebuah langkah besar untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi guru Indonesia. Dengan dukungan teknologi yang tepat, guru dapat terus berkembang, berkolaborasi, dan memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi generasi masa depan.
Semoga kebaikan Mas Menteri menjadi amal kebaikan yang nanti akan menolong Mas Menteri tidak hanya didunia insyallah diakhirat. Saya dan banyak guru serta masyarakat dapat merasakan manfaatnya. 🇮🇩✨

Marsahit Ruwiyarto,
Jakarta Barat- DKI Jakarta
SDN Cengkareng Timur 21 Pagi,
#DukunganChromebook
PMM Dan Chromebook Membawa Perubahan Nyata Pada Guru Dan Siswa Serta Sekolah Menjadi Lebih Baik
Terimakasih kami ucapkan kepada Mas Menteri Nadiem yang telah membawa perubahan nyata untuk Indonesia Hebat
1. PMM adalah solusi nyata bagi kami dalam bertransformasi menghadapi tantangan era digital sehingga kami terlatih untuk siap dalam kondisi apapun, dan hasilnya sungguh luar biasa, muncul lahir kreatifitas para guru hebat yang siap bersaing di era digital
2. Chromebook merupakan bantuan yang sangat tepat bagi kami sekolah yang ada diluar pulau Jawa terutama bagi kami di Pulau Sumatera, dan Alhamdulillah bantuan itu sangat memudahkan kami dalam aktivitas kegiatan sekolah. Dulunya kami ketika ANBK selalu meminjam Laptop atau Chromebook sekolah tetangga, dan sekarang berkat bantuan yang diprogramkan pada masa Mas Nadiem, Alhamdulillah sangat memudahkan kami para siewa dan guru dalam melaksanakan kegiatan seperti ANBK, TKA, Ujian Tobo Kito, dan Sulingjar serta aktivitas lainnya, terimakasih mas Nadiem.

Deka Irawan,
Bengkulu
#DukunganKebijakanLain
Dari Kelas ke Komunitas: Dampak Nyata Program Guru Penggerak bagi Guru Indonesia
Program Guru Penggerak merupakan salah satu langkah strategis yang patut diapresiasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi individu guru, tetapi juga mendorong perubahan paradigma pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.
Dalam praktiknya, Guru Penggerak telah menjadi motor perubahan di lingkungan sekolah. Banyak guru yang sebelumnya menjalankan pembelajaran secara konvensional kini mulai bertransformasi menjadi fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Pembelajaran tidak lagi sekadar berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Lebih dari itu, dampak program ini tidak berhenti pada ruang kelas masing-masing guru. Salah satu kekuatan utama Guru Penggerak adalah budaya berbagi praktik baik. Guru-guru yang sebelumnya hanya berdampak pada siswanya sendiri, kini mulai berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi pembelajaran kepada rekan sejawat. Hal ini membuka ruang kolaborasi yang luas dan mempercepat penyebaran praktik pembelajaran yang efektif di berbagai sekolah.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa komunitas belajar guru menjadi semakin hidup. Diskusi profesional, refleksi bersama, dan kegiatan pengembangan diri mulai menjadi bagian dari budaya kerja guru. Dengan demikian, peningkatan kompetensi tidak lagi bersifat individual, melainkan kolektif dan berkelanjutan.
Program Guru Penggerak juga berperan penting dalam membangun kepemimpinan pembelajaran di kalangan guru. Guru tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang mampu mengidentifikasi kebutuhan siswa, merancang solusi, dan menggerakkan ekosistem pendidikan di sekitarnya.

Hotmin Turnip,
Medan - Sumatera Utara
SMP Negeri 30 Medan,
#DukunganKebijakanLain
Dari Guru yang Bergerak, untuk Pendidikan yang Berdampak

Saya adalah seorang guru yang memang tidak bisa diam. Sejak tahun 2017, saya mulai melangkah, bergerak, dan terus mencari cara agar pembelajaran yang saya hadirkan bisa lebih bermakna bagi siswa. Bagi saya, menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi tentang terus bertumbuh, mencoba hal baru, dan memberi dampak nyata.
Ketika program Guru Penggerak dihadirkan oleh Nadiem Makarim, saya merasa seperti menemukan rumah untuk semangat saya. Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang tumbuh yang menguatkan langkah saya sebagai pendidik. Saya merasa didukung, dipercaya, dan diberi kesempatan untuk berkembang lebih jauh.
Sejak saat itu, perjalanan saya semakin terarah. Saya terus bergerak, berinovasi, berbagi, dan membersamai rekan-rekan guru lainnya. Konsistensi ini bukan karena tuntutan, tetapi karena saya percaya bahwa perubahan pendidikan dimulai dari guru yang mau melangkah.
Lebih dari itu, saya benar-benar merasakan bagaimana program-program yang dihadirkan oleh Bapak Nadiem Makarim memberikan dampak nyata, bukan hanya pada diri saya, tetapi juga pada lingkungan sekolah saya. Cara saya mengajar berubah, cara saya memandang murid menjadi lebih utuh, dan semangat kolaborasi di sekolah kami semakin tumbuh. Saya melihat langsung bagaimana kebijakan yang tepat bisa menghidupkan harapan, menggerakkan guru, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih berpihak pada siswa.
Dari hati yang paling dalam, saya ingin menyampaikan dukungan moral yang sangat kuat kepada Bapak Nadiem Makarim. Terima kasih telah berani menghadirkan perubahan, mempercayai guru sebagai penggerak, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi kami untuk berkembang. Program-program yang Bapak hadirkan bukan hanya kebijakan di atas kertas, tetapi telah menjadi energi nyata yang menghidupkan semangat kami di ruang-ruang kelas.
Saya percaya, apa yang Bapak perjuangkan adalah fondasi penting bagi masa depan pendidikan Indonesia. Dan sebagai guru, saya merasa menjadi bagian dari perjalanan besar tersebut.
Terima kasih Bapak Nadiem Makarim. Dukungan ini akan terus saya jaga dengan satu komitmen: tetap bergerak, tetap berdampak, dan terus menyalakan semangat perubahan di lingkungan saya, sekecil apa pun langkah yang saya lakukan.

Citra DNA,
Kota Tangerang - Banten
SDN PARAPAT 1,
#DukunganKebijakanLain
Program Guru Penggerak

Program Guru Penggerak yang dicetuskan pada era Nadiem, menjadi harapan besar bagi guru yang mau belajar. Lulusan program ini memiliki kemampuan kepemimpinan pembelajaran yang mumpuni. Tidak salah jika menjadi prioritas pemimpin pembelajaran di sekolah maupun pengangkatan pengawas di satuan pendidikan. Khususnya bagi yang telah lulus uji kompetensi. Sebenarnya alumni program guru Penggerak tinggal dikuatkan saja saat menjadi BCKS atau BCPS. Hal ini karena materi pendidikan sama. Hanya beberapa materi saja yang membutuhkan penguatan.

Alumni GP NTB,
Lombok Barat - NTB
#DukunganKebijakanLain
Guru Penggerak telah Mengubah Jalan Pedang Saya

Guru Penggerak telah mengubah jalan pedang saya—dari guru dengan rutinitas biasa menjadi seorang pemimpin pembelajaran. Mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah di usia muda dan berhasil lulus Ujikom Pengawas adalah wujud komitmen saya yang tak pernah padam untuk pendidikan. Kini, saya terus bergerak dan menanti waktu untuk memperluas ruang pengabdian.

BA
DIY
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan Pendidikan yang Membakar Giroh Semangat

Program-program yang dihadirkan sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan. Terutama guru, melalui Program Guru Penggerak menjadi termotivasi untuk terus berinovasi dengan paradigma positif yang terbangun selama pelatihan. Fitur-fitur yang lengkap temasuk Komunitas Belajar melalui Platform Merdeka Mengajar juga hadir sebagai wadah bagi para guru untuk terus menumbuhkan semangat mengajar dan menginspirasi.

Guru Cirebon,
Cirebon - Jawa Barat
#DukunganKebijakanLain
Kebijakan yang Pro dengan Digitalisasi Pendidikan di Indonesia

Saya merasa kebijakan yang diambil oleh Mas Nadiem dalam dunia pendidikan di Indonesia sangat luar biasa sekali khususnya di Digitalisasi Pendidikan berbasis Teknologi. Sebenarnya, Mas Nadiem mengambil keputusan tersebut merupakan terobosan baru, supaya pendidikan di Indonesia semakin baik dan tidak ketinggalan dengan teknologi. Semasa Mas Nadiem menjadi Menteri Pendidikan, pemerataan akses pendidikan cukup lumayan merata khususnya dalam peningkatan kompetensi Guru dan Kepala Sekolah dibidang Digitalisasi. Mulai dari minimalisasi administrasi guru dan pemanfaatan media pembelajaran digitalisasi. Saya merasa Mas Nadiem termasuk Tokoh Pendidikan di Indonesia yang mampu mengubah paradigma pendidikan statis menjadi dinamis. Saya bangga dengan Mas Nadiem, sebagai Tokoh Digitalisai Pendidikan di Indonesia. Terima Kasih.

Kang Mei,
Nias-Sumatera Utara
#DukunganChromebook
Pemanfaatan Chromebook dalam Pembelajaran Awal Mula Transformasi Digital Berdampak pada Satuan Pendidikan Mulai dari Murid, Guru dan Tendik

Sejak Chromebook dibagikan di satuan pendidikan, telah memberikan dampak dan manfaat yg sangat luar biasa bagi saya sebagai salah satu agen transformasi digital di satuan pendidikan dan daerah saya. Dampak nyata ini dirasakan langsung oleh murid dan guru. Bermula dari adanya chromebook mengantarkan saya menjadi Google Certified Trainer For Education Champion dan masih aktif sampai saat ini, dan Chromebook menjadi salah satu sarana digital yg sangat krusial dalam pendidikan, dampaknya masih terus berkelanjutan sampai sekarang. Saya sudah memanfaatkan Chromebook tidak hanya dalam pembelajaran di ruang kelas saja, tetapi sudah memberikan dampak bagi guru2 dan satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Aceh Utara dalam pengembangan kompetensi digital khususnya pemanfaatan Chromebook di Kabupaten Aceh Utara melalui dukungan dan program digital dinas pendidikan Kabupaten Aceh Utara. Alhamdulillah tanggal 6-7 April mendatang saya mendapat undangan dari Google sebagai Google Champion Energizer 2026 di Kantor Google Jakarta. Terima Kasih tak terhingga untuk Mas Nadiem karena beliau telah mencetak saya menjadi salah satu pengawas yang bertumbuh hingga saat ini melalui program-program keren beliau mulai dari GP Angkatan 1, Pengajar Praktik Angkatan 9, serta Penggerak Kombel yang aktif mulai dari tahun 2022 sampai saat ini serta menjadi Google Certified Trainer.

Susi Afrianita
Aceh Utara - Provinsi Aceh
Disdikbud Kabupaten Aceh Utara
#DukunganChromebook
Sahabat Belajar Siswa di Era Digital

Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian penting dari proses belajar mengajar. Salah satu alat yang telah menjadi sahabat siswa di era digital adalah Chromebook. Alhamdulillah kami merasakan manfaat yang luar biasa setelah mendapat bantuan dari Mas Menteri Nadiem Makarim dan didukung oleh Google, Chromebook tentunya dirancang khusus untuk pendidik dan siswa sehingga mudah dalam penggunaan dan pemanfaatannya. Manfaat yang sangat kami rasakan adalah saat pelaksanaan ANBK dan TKA yang sekarang ini, dengan adanya Chromebook kami tidak perlu lagi bersusah payah menyiapkan perangkat untuk pelaksanaan, dan juga siswa sudah sangat familiar dan terbiasa dalam penggunaannya.

Yosi Winandar
Kalimantan Barat
SDN 13 Pemangkat
#DukunganChromebook
Chromebook Mendukung Program Ekstrakurikuler Desain Grafis Sekolah Dasar

Setiap hari Selasa menjadi momen yang dinantikan oleh sebagian peserta didik kelas IV, V, dan VI di SD tempat saya mengajar. Mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler desain grafis dengan penuh antusias dan semangat belajar.
Berbekal Chromebook bantuan dari Kemendikbud Ristek serta aplikasi Canva for Education, peserta didik diajak mengenal dunia desain grafis secara menyenangkan. Mereka belajar membuat poster, infografis, dan berbagai karya visual lainnya. Tidak hanya sekadar belajar, mereka juga bebas mengekspresikan ide dan kreativitas yang dimiliki.
Pemanfaatan Chromebook memberikan banyak manfaat positif. Peserta didik menjadi lebih mandiri dalam belajar, terbiasa bekerja sama dengan teman, serta semakin terampil dalam menggunakan teknologi secara bijak. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka saat menghasilkan karya yang dapat diapresiasi oleh orang lain.
Di tengah perkembangan era revolusi industri 4.0, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan peserta didik agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkarya melalui teknologi. Dukungan dari Kemendikbud Ristek melalui akun belajar.id turut memperkaya pengalaman belajar dengan akses ke berbagai fitur premium Canva.
Pada akhirnya, pemanfaatan Chromebook dalam kegiatan ini memberikan manfaat nyata, yaitu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan digital yang penting untuk masa depan mereka.

A'fiff Khairul Umam,
Purbalingga - Jawa Tengah
Guru SD,
#DukunganKebijakanLain
PMM Memberikan Ruang Belajar, Berbagi, dan Berkarya

Sebelum ada PMM (Platform Merdeka Mengajar) semua guru terlena dalam zona nyaman tanpa mengembangkan diri. Ternyata dunia begitu banyak berubah, banyak hal baru terkait pendidikan yang harus dipelajari. PMM sarana tepat untuk learn and relearn. Seperti pada kegiatan pengenalan wawasan nusantara juga pencegahan perundungan yang saya lakukan saat aksi nyata di PMM. Luar biasa inovasinya. Selama saya mulai kecil berusia 7 tahun hingga berusia 43 tahun belum pernah ada terobosan di dunia pendidikan seperti yang dilakukan oleh Mas Menteri.

Dwi Setyowati,
Lumajang-Jawa Timur
SMPN 1 Sukodono,
#DukunganChromebook
Chromebook sebagai Penggerak Transformasi Pembelajaran dan Kolaborasi di Sekolah

Di tengah dinamika perkembangan pendidikan di sekolah kami, kehadiran Chromebook telah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong transformasi pembelajaran ke arah yang lebih baik, efektif, dan inklusif.
Sejak awal pemanfaatannya, Chromebook tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kompetensi bagi para guru. Melalui perangkat ini, guru dapat mengikuti berbagai pelatihan, mengakses sumber belajar digital, serta meningkatkan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak positif terhadap kualitas pengajaran di kelas, di mana guru mampu menyajikan materi dengan lebih variatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam kegiatan pembelajaran, Chromebook digunakan untuk mengenalkan teknologi secara langsung kepada peserta didik. Siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik menggunakan berbagai aplikasi pendidikan. Proses ini membantu meningkatkan literasi digital siswa, serta menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi melalui metode pembelajaran yang inovatif.
Selain itu, Chromebook juga memberikan manfaat yang signifikan bagi guru di sekolah kami, khususnya bagi mereka yang belum memiliki perangkat pribadi seperti laptop. Dengan adanya fasilitas ini, para guru tetap dapat melaksanakan tugas-tugas profesionalnya, termasuk menyelesaikan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa Chromebook turut berperan dalam mendukung pemerataan akses terhadap teknologi di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Chromebook menjadi perangkat utama yang menunjang kelancaran kegiatan. Seluruh proses asesmen dapat berjalan dengan lebih tertib, efisien, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Demikian pula dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), Chromebook kembali dimanfaatkan secara optimal sebagai media ujian berbasis digital.
Lebih dari sekadar pemanfaatan internal, sekolah kami juga berupaya menumbuhkan nilai kepedulian dan kolaborasi antar satuan pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui peminjaman Chromebook kepada salah satu sekolah dasar (SD) terdekat yang belum memperoleh bantuan perangkat serupa. Dengan adanya dukungan ini, siswa-siswa dari SD tersebut dapat melaksanakan ANBK dan TKA di sekolah kami.
Meskipun harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, semangat belajar para siswa SD tersebut tetap tinggi. Kehadiran mereka di sekolah kami menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memperoleh pendidikan yang layak. Momen tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi siswa, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami akan pentingnya berbagi dan saling mendukung dalam dunia pendidikan.
Dengan demikian, pemanfaatan Chromebook di sekolah kami telah memberikan dampak yang luas, tidak hanya dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai kolaborasi dan kepedulian sosial.

Miss Siregar,
Sumatera Utara
Guru SMP,
#DukunganKebijakanLain
Pelatihan Berkualitas untuk Guru secara Merata

Salah satu hal positif dari berbagai kebijakan positif Nadiem Makarim adalah banyaknya pelatihan berkualitas untuk untuk guru secara merata dan gratis (tidak berbayar). Di era Nadiem Makariem, semua guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan berkualitas sesuai dengan kebutuhannya tanpa dipungut biaya. Kami, guru yang berada jauh dari ibu kota negara, mendapatkan hak yang sama untuk mengikuti pelatihan atau program pemerintah secara langsung melalui seleksi nasional (bukan sistem penunjukan, kedekatan dengan pihak tertentu, atau bagian dari afiliasi tertentu). Semua guru dari berbagai daerah ditantang dan dirangkul untuk mendapatkan materi langsung yang sama dari narasumber nasional. Ini menjadi salah satu motivasi bagi guru untuk terus mengupgarde diri dan berbagi kepada rekan guru. Selain itu, semua guru bisa belajar mandiri melalui kanal pembelajaran resmi dan bisa berbagi kepada rekan-rekan guru lainnya. Jadi, kegiatan belajar dan berbagi tidak terbatas pada orang-orang tertentu dengan biaya yang sudah dipetakan oleh pihak tertentu.

TM,
Kota Parepare - Sulawesi Selatan
UPTD SMP Negeri 1 Parepare,
#DukunganKebijakanLain
Nadiem adalah Putra Terbaik Bangsa Indonesia yang sedang Diuji oleh Bangsanya Sendiri

Yth. Bapak/Ibu Hakim, Pengacara, Jaksa Penuntut Umum, dan Aparat Penegak Hukum Lainnya
Di tempat
Dengan hormat,
Perkenalkan saya adalah seorang guru di Indonesia. Saya menulis surat ini bukan atas nama organisasi atau golongan, tetapi atas nama hati nurani dan kesaksian langsung di lapangan selama bertahun-tahun mengabdi di dunia pendidikan. Saya ingin menyampaikan kebenaran tentang kepemimpinan Bapak Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan. Bahwa di era beliau, pendidikan Indonesia mengalami kemajuan yang luar biasa. Saya sampaikan ini karena saya melihat sendiri, merasakan sendiri, dan menyaksikan sendiri bagaimana program-program beliau membawa dampak positif bagi kami para guru dan bagi murid-murid kami.
Apa yang saya saksikan di era Pak Nadiem:
1. Ribuan sekolah dibangun dan ditingkatkan menjadi SMK Pusat Keunggulan (PK), SMK Center of Excellence (CoE), dan SMK 4.0. Sekolah kami kini memiliki fasilitas yang layak dan relevan dengan kebutuhan industri.
2. Jutaan guru diangkat menjadi ASN PPPK. Saya sendiri adalah salah satu guru yang puluhan tahun menanti kepastian status, dan baru di era Pak Nadiem mimpi itu terwujud. Kami akhirnya diakui dan dihargai.
3. Jutaan guru tersertifikasi dan mendapat upah layak. Ini bukan angka kosong. Ini adalah kehidupan kami yang berubah. Gaji yang layak membuat kami bisa fokus mengajar tanpa pusing memikirkan kebutuhan sehari-hari.
4. Program Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, Kepala Sekolah Penggerak. Semua program ini didesain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari akarnya. Bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar mengubah cara kami mengajar dan memimpin kelas2 dan lingkungan sekolah.
5. Program Microcredential dari kampus-kampus TOP dunia. Guru seperti kami diberi kesempatan belajar di universitas terbaik global. Ini mimpi yang dulu tak pernah terbayangkan. Bahkan bisa Bertemu dan Belajar langsung dari Professor Harvard University, dan bisa dirasakan semua Guru dari Sabang sampai Merauke .
6. Merdeka Belajar dan KIP Kuliah. Jutaan beasiswa diberikan kepada anak-anak tidak mampu. Jutaan anak Indonesia bisa kuliah karena ini. Sebagai Guru SMK yang banyak mendapati Siswa putus Sekolah, di Era Pak Nadiem beasiswa KIP diberikan Sangat Banyak disetiap jenjang dari SD, SMP, SMK , sehingga Pendidikan dirasa terjangkau dan Bisa diakses oleh kalangan Bawah .
Tentang isu yang ramai diperbincangkan:
Memang ada program pengadaan chromebook. Sekolah saya sendiri tidak kebagian. Tapi saya ingin luruskan: kegagalan teknis dalam satu program tidak sama dengan korupsi. Itu bedanya. Ada perbedaan mendasar antara:
- Koruptor: orang yang hatinya memang jahat, sengaja mengambil uang rakyat, merancang skenario curang dari awal, dan memperkaya diri.
- Pak Nadiem: seorang pekerja keras yang mungkin mengalami kecelakaan kerja, gagal dalam eksekusi di satu program, tetapi tujuannya mulia, komitmennya nyata, dan dampak positifnya di bidang lain jauh lebih besar.
Banyak program pemerintah lain yang juga bermasalah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum sempurna pelaksanaannya, atau Kereta Cepat Whoosh yang sempat menuai kritik. Apakah itu berarti para pemimpin kita jahat? Tidak. Itu berarti pembangunan bangsa itu rumit, kadang gagal, kadang tidak sempurna, tapi tujuannya sama: memberikan yang terbaik untuk rakyat. Begitu pula dengan chromebook. Mungkin eksekusinya gagal, mungkin ada masalah. Tapi lihatlah niatnya: menghadirkan teknologi mutakhir ke sekolah-sekolah, dengan biaya mahal, demi kemajuan anak bangsa. Itu niat baik yang patut kita hargai.
Kesimpulan saya sebagai guru:
Banyak anggota DPR yang gagal bekerja. Banyak pejabat lain yang hanya bicara tanpa hasil. Tapi Pak Nadiem? Beliau bukan menteri yang gagal. Beliau adalah menteri yang bekerja keras, menciptakan program-program besar, dan membawa perubahan nyata. Satu program yang kurang sempurna tidak bisa menghapus ribuan program lain yang berhasil dan menyentuh jutaan guru serta siswa. Saya berdiri di sini, di hadapan Yang Mulia, sebagai saksi hidup bahwa pendidikan Indonesia di era Pak Nadiem Makarim adalah era kemajuan. Bukan era kemunduran. Bukan era kegagalan.
Hormat saya,
Maribi D. Putri - Guru ASN SMKN 1 Cikarang Pusat

Maribi Dwi Putri Citrarasmi,
Kabupaten Bekasi
SMKN 1 Cikarang Pusat,
#DukunganChromebook
PMM Sebagai Jembatan Transformasi Digital

Beberapa poin dukungan dan fakta yang kami rasakan. Dulu, pelatihan guru bersifat terbatas dan formal. Melalui fitur Pelatihan Mandiri di PMM, guru-guru kami di dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Ini sangat membantu kami dalam memahami Kurikulum Merdeka secara mandiri. Fitur Bukti Karya memberikan ruang bagi kami untuk menunjukkan inovasi pembelajaran. Ini sejalan dengan semangat komunitas yang saya dirikan, di mana kami saling menginspirasi dan mengunggah hasil karya digital kami ke PMM. Fitur Rapor Pendidikan yang terintegrasi memudahkan saya sebagai pimpinan sekolah untuk mengambil kebijakan berdasarkan data riil, bukan sekadar asumsi. PMM memungkinkan guru-guru kami terhubung dengan jutaan pendidik lainnya. Ini membuktikan bahwa transformasi digital adalah kunci untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan.

HN
Jawa Timur
#DukunganChromebook
Chromebook untuk Menghadapi Era Industri 4

Terima kasih, Mas Menteri Nadiem Makarim! Bantuan Chromebook yang diberikan kepada sekolah-sekolah di Indonesia telah membawa perubahan besar bagi murid-murid kita. Dengan Chromebook, mereka dapat mengakses informasi dan sumber belajar yang lebih luas, meningkatkan kemampuan digital, dan siap menghadapi era industri 4.0. Program ini juga membantu mengurangi kesenjangan digital dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil. Terima kasih atas dedikasi dan komitmen Anda dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Mas!
Saya sangat prihatin terhadap kondisi negara yang menutup mata terhadap dampak positif yang muncul dengan kebijakan anda, namun terlepas dari semuanya itu kami meyakini anda adalah orang baik yang sedang berada dalam lingkaran kekuasaan dan kekuatan yang bisa membolak balikkan fakta. Tetap semangat Mas Menteri, kami senantiasa mendukung perjuanganmu melawan ketidakadilan.

Anonim,
Jawa Timur
#DukunganChromebook
Chromebook untuk Ko-Kurikuler

Penggunaan Chromebook di sekolah baru. Hingga saat ini masih bermanfaat. Dengan keterbatasan koneksi jaringan Chromebook sangat membantu para siswa di pelosok. Kami gunakan dalam kegiatan ko-kurikuler dimana Chromebook membantu siswa menyelesaikan praktik baik terkait dgn 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.

DT,
Sumba
#DukunganChromebook
Chromebook Berasa Hingga di Pelosok

Penggunaan Chromebook sangat kami rasakan di daerah pelosok. Chromebook sangat membantu guru dan murid dalam pembelajaran. Di sekolah kami yg terletak di pelosok, sering mengalami gangguan jaringan, sehingga kami sering menggunakan Chromebook secara offline dalam pembelajaran. Melalui Google Doc, Sites, maupun Worksheet. Dan hasil dari penggunaan Chromebook sangat berdampak bagi pembelajaran. Murid menjadi paham dalam mengetik, mengerjakan tugas melalui Chromebook. Terima kasih bapak Pak Nadiem atas perjuanganmu bagi pendidikan di Indonesia.

Ch_Nez,
NTT
#DukunganChromebook
Chromebook Membantu dan Memiliki Banyak Kelebihan
Saya adalah alumni guru penggerak angkatan 10 di Kab. Barito Utara. Selama saya menjalani pendidikan, Chromebook adalah alat yang sangat membantu saya dalam menyelesaikan semua tugas. Saya merasa sangat terbantu sekali dengan penggunaan Chromebook ini, banyak kelebihannya, salah satunya baterai yg awet, pengoperasian yang mudah serta tahan banting.

Alumni GP Barito,
Kalimantan Tengah
Muara Teweh - Barito Utara
#DukunganKebijakanLain
PMM dan Guru Penggerak
1. Guru Penggerak - Melahirkan Pemimpin Pembelajaran
Melalui pelatihan intensif setara 306 JP, Saya tidak hanya belajar tentang pedagogi, tetapi juga tentang perubahan pola pikir (mindset). Ia belajar bahwa menjadi guru berarti menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan komunitas. Kompetensi Nyatadari guru penggerak yang saya rasakan adalah saya mampu memetakan kebutuhan siswa. Sertifikat yang sertifikat yang saya raih bukan sekadar kertas, melainkan kunci strategis yang membuka peluang untuk menjadi Kepala Sekolah atau Pengawas di masa depan. Yang saya rasakan kini tidak lagi "menyuapi" materi, melainkan memantik rasa ingin tahu siswa melalui pembelajaran yang berpusat pada anak.
2. PMM - Kompas Digital di Genggaman
Jika Guru Penggerak adalah "mesin" penggeraknya, maka Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah "bahan bakarnya". Saya Tidak lagi merasa sendirian dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Melalui fitur Perangkat Ajar, ia menemukan ribuan modul yang bisa diadaptasi sesuai karakteristik sekolahnya. Pelatihan Mandiri: Di sela waktu istirahat, ia meningkatkan skill melalui video pendek yang praktis, tanpa harus meninggalkan kelas untuk seminar berhari-hari. Saya mulai mengunggah praktik baiknya di PMM, menginspirasi ribuan guru lain di seluruh Indonesia. "Dulu saya merasa mengajar adalah beban administratif. Sekarang, berkat Guru Penggerak dan PMM, mengajar adalah sebuah petualangan kreatif. Kita tidak lagi bekerja sendirian, kita adalah bagian dari komunitas belajar nasional."
Mengapa Kita Harus Mendukung Kebijakan Ini? Dukungan terhadap dua pilar ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Sinergi ini memastikan bahwa:
1. Guru dihargai secara profesional melalui peningkatan kompetensi dan jenjang karier yang jelas.
2. Kesenjangan kualitas pendidikan mengecil, karena guru di pelosok memiliki akses materi yang sama berkualitasnya dengan guru di kota besar melalui PMM.
3. Siswa menjadi pemenang, karena mereka dididik oleh guru yang bahagia, berdaya, dan relevan dengan zaman.
Mari kita terus kawal transformasi ini. Karena saat guru bergerak, Indonesia pun maju. Yang sudah ditorehkan oleh Bapak Nadiem Makarim, orang baik dan Menteri Pendidikan yang luar biasa.

H. Muhammad G. Arifoeddin, S.Pd, M.M,
Kabupaten Timor Tengah Selatan
SMP Negeri 2 Soe,
#DukunganChromebook
Semua Guru Mendapatkan Pelatihan dan Kesempatan yang Sama untuk Berkarir

Dalam kebijakan yang telah Pak Nadiem lakukan selama ini saya sangat merasakan dampak yang luar biasa selama menjadi guru honorer di sekolah TK Kartika tempat saya bekerja, kebijakan yang sangat saya rasakan adalah aplikasi Platform Merdeka Mengajar yang sempat beliau luncurkan untuk seorang guru yang memiliki keterbatasan untuk pergi pelatihan di mana pelatihan secara luring akan diberikan kesempatan oleh dinas pendidikan kepada guru-guru tertentu atau guru-guru terdekat saja namun dengan adanya aplikasi Platform Merdeka Mengajar semua guru baik itu honorer maupun juga guru PNS itu semua merasakan kesempatan yang sama untuk belajar lewat aplikasi tersebut. Saya pribadi tidak memiliki keterpaksaan untuk terus belajar dalam menggunakan aplikasi tersebut untuk menambah wawasan saya sehingga banyak hal-hal baru dan ilmu yang bermanfaat yang saya dapatkan setelah saya mengajar saya membuka aplikasi tersebut dan memahami beberapa hal yang belum saya ketahui seperti salah satunya tentang bimbingan konseling untuk anak usia dini saya mempelajari hal tersebut lewat aplikasi Platform Merdeka Mengajar. Ternyata pada aplikasi tersebut yang dilakukan Pak Nadiem yaitu melihat sejauh mana guru tersebut mau belajar dan memberikan kesempatan untuk bisa terpanggil secara luring kepada guru-guru yang aktif menggunakan hal tersebut tanpa dipaksa apa disuruh.
Sehingga saya pribadi mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke Jakarta walaupun saya guru honorer saya bisa merasakan pergi ke Jakarta dengan dibiayai oleh pemerintah untuk belajar secara langsung dan difasilitasi oleh Kemendikbud dengan orang-orang hebat. Alhamdulillah dengan adanya kegiatan tersebut sepulangnya pelatihan dari Jakarta saya bisa mengimpaskan kegiatan tersebut kepada kombel-kombel yang telah saya kelola untuk di daerah kota Pariaman khususnya juga untuk kelompok guru belajar di KKG maupun di sekolah sehingga nya kota Pariaman khususnya untuk TK sendiri sudah berjalan maju dan sesuai dengan kemajuan zaman bagaimana saya memotivasi rekan-rekan guru yang lainnya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri sehingga nya nanti guru bisa memberikan yang terbaik mulai dari fasilitas maupun pelayanan kepada anak anak di sekolah tanpa membedakan anak tersebut. Kemudian untuk saya pribadi sebenarnya aplikasi Platform Merdeka Mengajar di sini dapat kita lihat bersama-sama bahwasanya kita bisa mengetahui mana guru yang benar-benar ingin belajar secara sungguh-sungguh dan mana yang tidak kita bisa melihat berapa persentase untuk guru yang mau belajar dan mana yang tidak dan kita juga bisa melihat mana guru yang benar-benar tulus dalam mengajar dan mana yang tidak. Dan membuat webinar lewat PMM tanpa menggunakan biaya sedikitpun. Kita guru-guru jadi aktif dan saling berbagi tanpa harus meninggalkan kelas sekalipun. Saya melakukan dengan ikhlas demi agar semua guru punya visi yang sama menjadikan generasi masa depan generasi yang hebat, mandiri, berkarakter, jujur, berbudi pekerti luhur dan penuh tanggung jawab.

Alifa Monica Jency
Kota Pariaman - Sumatera Barat
TK Kartika I-59
#DukunganChromebook
Nilai Lebih Keberadaan CB bagi Sekolah
2019-2020 proses transformasi pola kehidupan yang baru. Covid19 mengubah pola kehidupan sosial manusia terutama juga di lingkungan pendidikan. Skala kecil di dunia sekolah proses pembelajaran wajib tetap berlangsung walau dilakukan dalam jarak jauh. Maka untuk mempermudah proses pembelajaran demikian dibutuhkan media sebagai tools yang dapat mencapai tujuan pembelajaran. Hadirnya bantuan Chromebook memberikan solusi cerdas bagi setiap sekolah dalam mengaplikasikan pembelajaran jarak jauh dan digital. Adanya bantuan CB sebanyak 15 pcs yang dimaksud telah mengantarkan perubahan kompetensi murid dan guru dalam ekplorasi pembelajaran, akses materi yang luas serta pengembangan kompetensi lainnya yang ada korelasi dalam bidang digitalisasi pendidikan. Sejauh ini sekolah sudah banyak menerima dampak positif dengan adanya bantuan 15 unit Chromebook ini. Selain bisa dijadikan untuk tool of learn CB sebagai produk yang terintegrasi dengan google bisa membantu sekolah kami kerja sama dengan world classroom jalan. Murid-murid sampai saat ini dapat dengan bebas (sesuai aturan sekolah) dapat memanfaatkan CB dengan baik setiap harinya sehingga mereka bisa mengenal, mempraktikkan dan berselancar pengetahuan diri melalui Chromebook. Sehingga kami bisa simpulkan nilai kebermanfaatan Chromebook sangatlah representatif bagi sekolah sampai saat ini.

Guru Pemerhati Pendidikan,
Pamekasan
SDN. Blaban III,
#DukunganKebijakanLain
Program Berdampak Bagi Sekolah

Sebagai guru di sekolah dasar, saya merasakan langsung beberapa perubahan positif dalam dunia pendidikan pada masa kepemimpinan Mas Menteri. Program-program yang diluncurkan saat itu memberi banyak ruang bagi guru untuk belajar, berkembang, dan memperbaiki cara mengajar di kelas. Salah satu melalui Platform Merdeka Mengajar. Melalui platform ini, saya bisa belajar banyak hal baru, melihat contoh perangkat ajar dari guru lain, serta mendapatkan ide-ide pembelajaran yang bisa langsung diterapkan di kelas. Bagi saya, ini membantu guru untuk terus berkembang tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mengajar.
Selain itu, program pendidikan guru juga terasa lebih terarah. Bukan hanya sekadar untuk memperoleh sertifikat pendidik, tetapi benar-benar mendorong guru untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya sebagai pendidik. Program lain seperti Guru Penggerak juga membuka ruang bagi guru untuk belajar tentang kepemimpinan pembelajaran dan menjadi penggerak perubahan di sekolah. Sebagai guru yang berada di lapangan, saya melihat bahwa berbagai program/kebijakan tersebut memiliki tujuan yang jelas untuk memperkuat kualitas guru dan pembelajaran. Sebagai penggagas kebijakan tersebut, saya percaya beliau memahami arah dan langkah-langkah yang ingin dicapai melalui berbagai program pendidikan yang dijalankan, sehingga guru-guru perlahan dituntun melalui lorong yang gelap menuju cahaya yang lebih baik bagi pendidikan.

Intan,
Batam - Kepri
Guru SD,
#DukunganKebijakanLain
Program Pendidikan Selama Masa Bapak Nadiem menjadi Mentri Sangat Berdampak Positif Terhadap Keberlangsungan Pendidikan

Assalamualaikum wr. wb. Saya Ahmad Effendi, Guru SD di Surabaya: Saya akan menyampaikan, terkait program Pendidikan, selama masa bapak Nadiem menjadi Menteri. Program ini sangat berdampak positif, terhadap keberlangsungan pendidikan, dan dampak besar perubahan positif pada sekolah kami: 1. Platfrom Merdeka Mengajar (PMM), 2. Guru Penggerak. Dari program ini, saya merasa senang, ada perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar, tingkat keberhasilan dari program sekolah kami, semua mengalami perubahan, dari PMM kami para guru, hampir setiap hari bisa belajar dan mendapatkan hal baru. PMM selalu menawarkan kolaborasi, mandiri, refleksi, menurut saya ini program bagus, yang benar-benar memberi pengertian apa itu merdeka, kita tidak bisa berbicara pendidikan akan bagus, selama kita tdk memahami apa itu merdeka, dan dari PMM kami para guru memehami betul, dan bagimana menjadi merdeka, baik murid maupun siswa.
Baik dari PMM & guru penggerak, ini program yg sangat relevan. Dari program guru penggerak, Bapak Nadiem, selalu berbicara perubahan walau sedikit, program guru penggerak luar biasa, membuka mata kita sebagai guru, bahasa pendidikan merdeka itu tujuan kita semua, dengan mengulang kembali dari bapak tokoh pendidikan Kihajar Dewantara, kita mengerti betul, pendidikan harus berpusat pada siswa, ini makna simple, tapi saya baru paham ketika mengikuti program guru penggerak, saya bisa membedakan dan memberi perlakuan pada siswa tentang metode untuk mengajar dan mendidik yg lebih baik. Saya rasa dan semua guru yg ada di negara ini, bila mana program guru penggerak diaktifkan kembali, kemungkinan besar banyak sekali yg minat, terlepas dari sertifikat dll, yang jelas program guru penggerak menumbuhkan motivasi intrinsik untuk Guru terus belajar dan berubah. Semoga apa yang saya sampaikan, bisa terdengar dan jadi masukan buat kita semua, bahwa kehadiran Bapak Nadiem sangat banyak memberikan perubahan pada pendidikan di negara ini.

Ahmad E.
Surabaya
Guru SD di Surabaya,
#DukunganKebijakanLain
Transformasi Pedagogi Berbasis Digital: Analisis Program Guru Penggerak dan Efisiensi Administrasi Guru

Guru Penggerak: Bukan Sekadar Pelatihan, Tapi "Rebranding" Peran Banyak yang mengira Program Guru Penggerak (PGP) hanyalah seminar biasa. Faktanya, ini adalah strategi rekrutmen pemimpin masa depan.
Fakta yang Jarang Diketahui: Lulusan PGP kini memiliki "jalur cepat" untuk menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas sesuai Permendikbudristek No. 40/2021. Ini adalah upaya memutus rantai pengangkatan kepsek yang dulu sering dianggap politis atau berdasarkan senioritas semata. Saya sendiri setelah mengikuti PGP angkatan ke 4 tahun 2021 s.d 2022 perjalanan PGP yang paling panjang selama PGP hingga angkatan 11 mendapatkan dampak bagi saya tahun 2023 saya lulus PPG dan ada kemudahan yang diberikan. Syarat PPG hanya mengupload laporan kegiatan saja.
1. Transformasi Pedagogi: Mereka diajarkan Differentiated Learning (Pembelajaran Berdeferensiasi)
Metode di mana guru menyesuaikan materi dengan kemampuan tiap siswa, bukan memaksa semua siswa paham dengan satu cara yang sama. Paradigma Baru: Guru bukan lagi "penguasa kelas", melainkan fasilitator yang berhamba pada kepentingan murid. Alumni guru penggerak hingga saat ini masih berusaha menjadi guru yang di dambakan murid, karena guru penggerak senantiasa melakukan identifikasi awal sebelum proses belajar berlangsung, sehingga kebutuhan belajar murid d idalam kelas dapat di sesuaikan.
2. Digitalisasi: PMM sebagai "Ruang Guru" bagi Guru
Digitalisasi bukan hanya soal bagi-bagi laptop, melainkan ekosistem. Munculnya Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah kunci. Dukungan: PMM memberikan akses materi berkualitas ke guru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang sebelumnya sulit mendapat pelatihan fisik. Fakta Lapangan: Digitalisasi ini memaksa guru "bermigrasi" dari cara manual ke sistem digital (seperti Pengelolaan Kinerja di PMM yang terintegrasi dengan E-Kinerja BKN). Meskipun di awal memicu resistensi, ini bertujuan menciptakan data tunggal pendidikan yang akurat. Saya mengakui awal-awal pengenalan PMM banyak guru masih melek digital, takut dengan laptop seiring waktu berjalan karena selain sebagi guru yang mengajar dikelas saya juga ikut mendampingi guru untuk belajar di PMM, perubahan guru dalam digitalisasi semakin banyak, guru mulai meningkatkan kemapuan literasi digital nya.

Wahyuni,
Aceh Utara
SMP Negeri 1 Samudera,
#DukunganChromebook
Kurikulum Merdeka

Fokus pada "Merdeka Belajar" yang mentransformasi pendidikan melalui kurikulum fleksibel dan digitalisasi. Berpusat pada siswa, fleksibel, dan menekankan pengembangan karakter melalui P5. Memberikan ruang guru untuk mengembangkan potensinya melalui komunitas belajar MGMP.

Pajar,
Tangerang
Guru SMP,
#DukunganChromebook
Chromebook Dirasakan Sampai Sekarang

Chromebook adalah salah satu alternatif mempermudah akses dalam proses pembelajaran terlebih lagi saat melaksanakan Ujian terutama ANBK. Chromebook juga dapat mempermudah akses dalam dunia pendidikan saat ANBK berlangsung Chromebook berperan penting membantu anak. Untuk mengikuti sesi pembelajaran dan saat ini masih banyak menggunakan Chromebook dalam proses pembelajaran. Jika di tanya bermanfaat atau tidak, maka Chromebook sangat bermanfaat dan mempermudah.

AR
Aceh
#DukunganChromebook
Pemanfaatan Chromebook Mewujudkan Sekolah Inovatif

Saya adalah Kepala Sekolah di SD Negeri 5 Palu. Sebelum memimpin sekolah ini, saya juga pernah memimpin sekolah lain yang telah lebih dahulu memanfaatkan Chromebook sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman itu saya bawa hingga di sekolah yang saya pimpin sekarang, bahkan sampai menjelang masa akhir pengabdian saya di dunia pendidikan. Bagi saya, kehadiran teknologi dalam pendidikan bukan sekadar alat, tetapi merupakan jembatan bagi sekolah untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu pengalaman yang sangat berkesan adalah ketika sekolah kami mulai memanfaatkan Chromebook secara lebih serius dalam kegiatan belajar mengajar.
Saat ini, SD Negeri 5 Palu telah menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google pertama di Kota Palu pada jenjang Sekolah Dasar. Pencapaian ini bukan terjadi begitu saja, melainkan melalui proses panjang dalam membangun budaya pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi. Chromebook telah memberikan banyak perubahan positif di sekolah kami. Bagi guru, perangkat ini membuka ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kompetensi profesional. Guru dapat memanfaatkan berbagai platform pembelajaran digital, mengakses sumber belajar yang lebih beragam, serta meningkatkan kreativitas dalam menyajikan materi kepada siswa. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan tidak lagi terbatas pada buku teks semata.
Sementara bagi siswa, Chromebook menjadi media untuk menumbuhkan kreativitas dan literasi digital. Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai belajar menjadi pencipta. Mereka menulis cerita, membuat karya literasi digital, melakukan eksplorasi informasi, bahkan mempresentasikan ide-ide mereka dengan lebih percaya diri. Saya melihat secara langsung bagaimana siswa menjadi lebih antusias dalam belajar, lebih berani berekspresi, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Transformasi ini juga memberikan dampak pada budaya sekolah. Kami belajar bahwa pendidikan di era sekarang menuntut sekolah untuk berani beradaptasi, berinovasi, dan terus belajar. Teknologi seperti Chromebook membantu kami membangun ekosistem pembelajaran yang lebih terbuka, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan dunia. Karena itu, saya secara pribadi merasakan bahwa kebijakan transformasi pendidikan digital yang pernah didorong oleh Bapak Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan memberikan dampak nyata bagi sekolah kami.
Kebijakan tersebut membuka kesempatan bagi sekolah untuk mengakses teknologi, meningkatkan kompetensi guru, dan mempersiapkan siswa menghadapi masa depan yang semakin digital.
Sebagai seorang kepala sekolah yang merasakan langsung manfaatnya, saya percaya bahwa langkah-langkah transformasi pendidikan seperti ini merupakan bagian penting dari upaya memajukan pendidikan Indonesia. Di SD Negeri 5 Palu, kami akan terus berkomitmen memanfaatkan teknologi, termasuk Chromebook, secara bijak dan maksimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, menumbuhkan kreativitas siswa, serta membangun generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Bagi kami, teknologi bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk membuka peluang belajar yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia. Dan pengalaman kami menjadi salah satu bukti bahwa ketika kebijakan pendidikan bertemu dengan komitmen sekolah untuk berubah, maka dampaknya benar-benar bisa dirasakan oleh guru, siswa, dan seluruh ekosistem pendidikan.

Asira Husain, S.Pd,
Kota Palu - Sulawesi Tengah
SD Negeri 5 Palu,
#DukunganKebijakanLain
Titik Cahaya Diujung Harapan

Saya pernah menjadi seorang guru honorer di sebuah sekolah dasar negeri. Selama kurang lebih 15 tahun saya mengabdikan diri sebagai guru honorer komite. Dalam perjalanan panjang tersebut, saya dan banyak teman sesama guru honorer telah melalui berbagai perjuangan. Kami terus berharap ada perubahan kebijakan yang dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi guru honorer.
Selama bertahun-tahun kami menunggu adanya kesempatan untuk memperoleh status yang lebih jelas. Namun hingga waktu yang cukup lama, hasil yang kami rasakan seolah masih belum ada perubahan yang berarti. Perasaan lelah, putus asa, dan ketidakpastian sering muncul karena pengabdian yang begitu lama belum juga memberikan kepastian.
Perubahan mulai saya rasakan ketika Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Pada masa kepemimpinannya, muncul berbagai program baru di dunia pendidikan, salah satunya adalah program Guru Penggerak. Saya memutuskan untuk mengikuti program tersebut. Melalui program itu, saya mendapatkan banyak pengalaman baru, pengetahuan baru, serta kesempatan untuk berkembang sebagai pendidik.
Program Guru Penggerak ternyata membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Saya mendapatkan kesempatan untuk memperoleh sertifikasi melalui jalur Guru Penggerak. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi saya setelah sekian lama mengabdi sebagai guru honorer.
Selain itu, selama beliau menjabat sebagai menteri, saya juga merasakan tumbuhnya rasa percaya diri sebagai seorang guru. Saya merasa bahwa guru seperti saya diberi kesempatan untuk terus belajar dan berkembang. Saya dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan guru dari berbagai daerah di Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti Komunitas Belajar dan juga BERGEMA. Melalui kegiatan tersebut, saya memperoleh banyak kesempatan untuk keluar daerah, menimba ilmu, serta berbagi pengalaman dengan guru-guru lain dari berbagai penjuru Nusantara. Hal ini sangat berharga bagi saya, karena meskipun saya hanya seorang guru biasa, saya merasa dihargai dan diberi ruang untuk berkembang.
Tidak hanya itu, pada masa kepemimpinan beliau juga dibuka kesempatan bagi guru honorer untuk mengikuti seleksi ASN PPPK. Kesempatan ini sangat berarti bagi saya, karena usia saya sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengikuti tes CPNS. Saya pun mengikuti seleksi tersebut dengan penuh harapan.
Akhirnya, pada tahun 2023 saya resmi diangkat menjadi ASN PPPK. Bagi saya pribadi, hal ini bukan sekadar perubahan status pekerjaan, tetapi juga sebuah harapan baru setelah bertahun-tahun mengabdi sebagai guru honorer komite dengan berbagai keterbatasan.
Pengalaman ini membuat saya merasakan bahwa kebijakan di masa kepemimpinan Nadiem Makarim telah memberikan kesempatan nyata bagi banyak guru honorer seperti saya untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Program-program tersebut tidak hanya membuka jalan bagi peningkatan karier, tetapi juga membangun rasa percaya diri bahwa guru dari mana pun, bahkan yang sederhana sekalipun, memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memberi kontribusi bagi pendidikan di Indonesia.

Armalina,
Pekanbaru- Riau
SDN 146 Pekanbaru,
#DukunganKebijakanLain
Surat Terbuka Guru SD Untuk Nadiem

Kepada Yth. Bapak Nadiem Anwar Makarim, Serta Seluruh Masyarakat Indonesia,
Perkenalkan, saya adalah satu dari ribuan guru SD yang setiap hari berdiri di depan kelas, berhadapan langsung dengan masa depan bangsa ini. Di tengah riuhnya pemberitaan mengenai kasus hukum yang menimpa Bapak terkait pengadaan Chromebook, izinkan saya
menyampaikan kesaksian dari sudut pandang kami yang berada di garis depan pendidikan. Bagi banyak orang di Jakarta, mungkin Chromebook hanyalah sekadar "proyek" atau "angka". Namun bagi kami di sekolah, perangkat ini adalah nafas baru.
Mas Nadiem, Kami masih ingat betul bagaimana rasanya kegelapan literasi digital sebelum program ini ada. Dulu, ujian berbasis komputer adalah kemewahan yang hanya milik sekolah elit. Namun, melalui program digitalisasi yang Bapak rintis:
1. Kami Melampaui Batas: Kami berhasil melewati ANBK 2024 dan 2025 dengan kepala tegak. Anak-anak didik kami tidak lagi gagap teknologi. Bahkan saat ini, di tahun 2026, perangkat Chromebook tersebut masih setia menemani anak-anak menempuh TKA (Tes Kompetensi Akademik).
2. Kualitas yang Bertahan: Banyak yang mencibir spesifikasinya, tapi faktanya, hingga hari ini perangkat tersebut tetap awet, cepat, dan sangat minim gangguan virus. Inilah alat kerja paling efisien yang pernah kami terima dari negara.
3. Keadilan yang Nyata: Untuk pertama kalinya, anak-anak di pelosok merasakan teknologi yang sama dengan anak-anak di kota besar. Mendengar tuduhan bahwa program ini "merugikan negara", kami merasa ada sesuatu yang janggal. Bagaimana mungkin sebuah kebijakan yang manfaatnya kami pegang setiap hari, yang membuat anak didik kami pintar secara digital, disebut sebagai kerugian? Jika ini dianggap kesalahan, maka itu adalah "kesalahan" yang paling disyukuri oleh guru-guru di daerah.
Kami memang tidak paham urusan hukum yang rumit atau perdebatan di ruang sidang. Namun, kami punya mata untuk melihat dan hati untuk merasakan. Kami melihat anak-anak kami kini bisa mengakses jendela dunia hanya dengan satu klik. Itu bukan kerugian, Mas. Itu adalah investasi manusia. Besar harapan kami agar keadilan benar-benar ditegakkan tanpa adanya paksaan kepentingan.
Jangan sampai kegaduhan ini mematikan semangat transformasi pendidikan yang sudah mulai kami nikmati hasilnya. Terima kasih, Mas Nadiem, karena pernah berani bermimpi untuk pendidikan kami. Kami tetap mengajar, kami tetap menggunakan Chromebook itu, dan kami tetap mendoakan yang terbaik bagi kebenaran.

Seorang Guru SD yang Melihat Perubahan,
Indonesia
#DukunganChromebook
Chromebook untuk Gladi TKA

Saya ingin bercerita tentang hari ini. Siswa-siswi kami di kelas 6 SD Negeri 29 Terusan memulai Gladi TKA 2026 dengan penuh khidmat dan tertib. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (Rabu & Kamis, 11-12 Maret 2026) ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mental dan teknis anak-anak menuju ujian utama. Kami berharap agar di hari pertama ini segalanya berjalan lancar, bebas dari kendala jaringan maupun teknis. Catatan spesial kali ini, bahwa gladi tahun ini sepenuhnya memanfaatkan Chromebook bantuan pemerintah.
Meski banyak dinamika yang menerpa kebijakan digitalisasi pendidikan, faktanya perangkat ini tetap tangguh dan bermanfaat sejak ANBK 2024 hingga sekarang. Sebuah solusi nyata di era "Mas Menteri" Nadiem Anwar Makarim yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh satuan pendidikan di daerah. Semoga ANBK hari kedua besok tetap lancar tanpa kendala.

Anonim,
Jambi
SD Negeri 29 Terusan,
#DukunganChromebook
Chromebook Menjadi Jembatan Menuju Mimpi Sebagai Penulis

Saya, seorang siswa SMKN 1 Marau kelas XI MPLB, memiliki hobi menulis mulai dari dongeng, legenda, cerita, novel, cerpen, dan syair. Saya sudah menekuni hobi ini sejak lama, mulai dari kelas 5 SD dan berlanjut hingga smp dan sampai sekarang memasuki jenjang SMK. Saat ini saya di SMKN 1 Marau sedang direncanakan mengikuti lomba menulis cerpen dengan cara mengetik sesuai waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh panitia, saya disuruh berlatih mengetik, karena lomba inj akan dilaksanakan dengan mengetik menggunakan media seperti komputer atau laptop, namun permasalahannya saya tidak memiliki laptop karena saya bukan termasuk orang yang mampu, akan tetap habis gelap timbulah terang.
Saya mendapati solusi yakni bisa berlatih menggunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh sekolah yakni sebuah Chromebook, saya merasa sangat terbantu atas fasilitas ini, saya bisa leluasa berlatih tanpa khawatir, saya merasa sangat bersyukur atas fasilitas ini, siapapun pihak yang menyediakan fasilitas seperti ini untuk mendukung sekolah, hal ini sangat berguna untuk membantu siswa terutama dari kalangan yang kurang mampu, saya harap fasilitas seperti ini tetap ada sampai di masa depan guna mendukung generasi mendatang, untuk mendukung karier dan mengembangkan kemampuan mereka terutama dalam lisan menulis dan berimajinasi menciptakan cerita-cerita menarik.

Ipan,
Ketapang - Kalimantan Barat
SMK Negeri 1 Marau,
#DukunganChromebook
Chromebook: Bukan Sekadar Laptop, Tapi Jendela Dunia Kami

Jujur saja, sebagai guru di kelas, saya merasa sangat terbantu. Dulu, sebelum ada Chromebook, ujian atau simulasi digital itu rasanya seperti mimpi buruk. Harus pinjam sana-sini, loading-nya lama, dan sistemnya sering error.
Tapi sekarang, ceritanya beda:
1. Sangat Awet & Bermanfaat: Sampai hari ini di tahun 2026, perangkat yang kami terima sejak beberapa tahun lalu itu masih "sehat walafiat" walaupun beberapa unit mengalami kerusakan, hal wajar akibat pemakaian. ChromeOS itu ringan banget, nggak gampang kena virus, dan nggak lemot meskipun spesifikasinya terlihat sederhana.
2. Penyelamat Ujian Nasional: Kita sudah melewati ANBK 2024 dan 2025 dengan lancar berkat alat ini. Dan sekarang, saat anak-anak menghadapi TKA (Tes Kompetensi Akademik) 2026, Chromebook tetap jadi "senjata" utama kami. Bayangkan kalau tidak ada alat ini, mungkin kami masih sibuk pinjam sana-sini laptop orang tua murid.
3. Digitalisasi yang Nyata: Anak-anak sekarang bukan cuma main game. Mereka sudah terbiasa pakai Google Classroom, bikin presentasi, dan mencari bahan belajar sendiri. Digitalisasi ini bukan sekadar istilah keren di televisi, tapi nyata di meja belajar anak didik saya.
Harapan Kami untuk Mas Nadiem:
Melihat berita yang menimpa Mas Nadiem, rasanya sedih dan bingung. Kami di sekolah tidak paham urusan politik atau kontrak yang rumit di Jakarta sana. Yang kami tahu dan kami rasakan adalah: barangnya ada, barangnya berguna, dan manfaatnya sampai ke tangan anak-anak. Kalau dibilang program ini merugikan negara, kami yang di sekolah justru merasa "diuntungkan" karena akhirnya sekolah kami punya fasilitas yang setara dengan sekolah-sekolah di kota besar. Rasanya sayang sekali jika sebuah terobosan yang benar-benar mengubah cara belajar kami di kelas, harus berakhir dengan kesan yang negatif seperti ini.
"Bagi kami, Chromebook ini adalah warisan perubahan. Kami hanya berharap kebenaran segera terungkap, agar semangat transformasi pendidikan tidak layu hanya karena persoalan hukum yang terasa dipaksakan."

Almuttahidin,
Batang Hari - Jambi
#DukunganKebijakanLain
Perjalanan Guru Beradaptasi di Era Digital melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM)

PMM (Platform Merdeka Mengajar) adalah sebuah wadah yang menjadikan guru lebih mengenal pertumbuhan dan perkembangan dunia pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Saya sebagai seorang guru yang tadinya gaptek, dengan adanya PMM saya dapat belajar secara mandiri dan berbagi praktik baik untuk saling memberi dukungan sesama guru dan antar sekolah di seluruh Indonesia. Kami dapat memecahkan dan mencari solusi penyelesaian kasus pendidikan dengan referensi dari pelatihan mandiri. Dengan adanya PMM tersebut kami dapat melakukan interaksi dan saling mengenal bagi guru se-Indonesia tanpa batas dengan melaksanakan webinar antar komunitas belajar se-Indonesia yang telah di fasilitasi melalui aplikasi tersebut.
Tapi memang bagi sebagian guru yang tetap hidup di zona nyamannya, PMM menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Padahal tidak ada paksaan, akan tetapi sukarela dan dengan kesadaran sendiri. Tapi sebagai guru sejati, pasti akan bangga menjadi seorang guru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan adanya Chromebook yang telah diterima oleh satuan pendidikan (bagi yang sudah menerima, karena sekolah kami tidak memiliki Chromebook), tentunya sangat terbantu untuk melaksanakan digitalisasi pendidikan dan juga pelaksanaan ANBK.

Herta Sianturi,
Sumatera Utara
SD negeri 173136 Lumban Baringin,
#DukunganChromebook
Membuka Pintu Dunia Pengetahuan Melalui Media Pembelajaran Interaktif Dengan Memanfaatkan Chromebook untuk Siswa SD Inpres 3 Birobuli
Perubahan pembelajaran dimulai ketika SD Inpres 3 Birobuli mendapatkan bantuan Chromebook sebagai media pembelajaran interaktif. Dengan dukungan dari pihak terkait dan pelatihan yang diberikan kepada guru, langkah demi langkah alat teknologi ini mulai diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. Guru mulai menyusun materi dalam bentuk presentasi menarik, video edukatif, dan permainan belajar yang dapat diakses siswa melalui perangkat tersebut.
Selain itu, Chromebook juga memudahkan siswa untuk mengakses sumber belajar dari internet yang terpercaya, sehingga mereka bisa belajar lebih luas dari apa yang ada di buku pelajaran. Guru juga dapat memberikan tugas secara daring dan memberikan umpan balik dengan lebih cepat, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Bagi siswa yang memiliki kesulitan dalam memahami materi di kelas, mereka bisa mengulanginya kapan saja melalui konten yang disimpan di Chromebook.
Dengan dukungan yang terus diberikan dan komitmen guru serta siswa dalam memanfaatkannya dengan baik, Chromebook telah menjadi alat yang berharga untuk membantu siswa SD Inpres 3 Birobuli meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas.

Arham,
Kota Palu
SD Inpres 3 Birobuli,
#DukunganChromebook
Anak akan Terbiasa dengan Digitalisasi

"Dalam proses pembelajaran anak anak akan Terbiasa dengan Digitalisasi, semakin kita mengulang ulang semakin anak berpikir kritis dan memperdalam wawasan tentang melek terhadap Digitalisasi. Salah satu hal dalam melakukan proses pembelajaran digitalisasi adalah memanfaatkan Chromebook yang sangat membuat anak anak gembira dan senang."

Ahmad,
Aceh
Guru SD,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk presentasi dan pengelolaan kinerja guru

"Alhamdulillah.
Walaupun kondisi siswa yang tidak punya laptop untuk presentasi, Chromebook menjadi solusi bagi kami. Kami memanfaatkan Chromebook untuk presentasi belajar siswa, mengakses internet, membuka aplikasi editing, dan untuk pembelajaran pada umumnya.
Selain siswa, Guru-guru juga memanfaatkan Chromebook untuk mengisi pengelolaan kinerja guru, mengakses internet secara umum dan untuk keperluan administrasi lainnya.
Terima kasih atas bantuan Chromebook dari Pemerintah untuk sekolah kami."

Ikhwan,
Jambi
Guru SMA,
#DukunganChromebook
Eksplorasi daerah secara mendalam dan interaktif

"Dalam mata pelajaran IPAS, Chromebook telah dimanfaatkan oleh murid-murid untuk mengeksplorasi daerah mereka sendiri secara lebih mendalam dan interaktif. Proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena informasi dapat diakses, diolah, dan dipresentasikan secara digital."

Safitri,
Jawa Timur
Guru SD,
#DukunganChromebook
Chromebook untuk pelaksanaan ANBK

"Sejak sekolah kami memanfaatkan Chromebook, terutama untuk pelaksanaan ANBK, semuanya terasa jauh lebih mudah dan efisien. Proses persiapan lebih praktis, pelaksanaan lebih lancar, dan siswa pun lebih siap menghadapi ujian berbasis digital."

Agus,
Sulawesi Selatan
Guru SD,
#DukunganChromebook
Penggunaan Chromebook agar anak menjadi pengguna IT yang positif sejak dini

"Sebagai salah satu sekolah yang terjaring ke dalam Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 ( PSP 1 ) di masa jabatan Mentri Pak Nadiem Makarim, saya bersama kepala sekolah dan rekan guru merasa sangat beruntung karena kami mendapat kesempatan emas sebagai sekolah perintis pengimplementasian Kurikulum Merdeka menjadi sangat strategis karena banyak peluang yang didapat sekolah untuk mengikuti dan mendapatkan bantuan dari pemerintah guna percepatan bagi kami dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka ini. Berbagai aktivitas kami lakukan dalam memanfaatkan akun belajar.id salah satunya adalah membuat dan melaksanakan program akses Platfrom Merdeka Mengajar platfrom ini sangat membantu kami dalam mempercepat pergerakan menerapkan kurikulum merdeka karena topik yang ada di dalamnya mampu menambah wawasan dan pengetahuan kami dalam menerapkan kurikulum ini, usaha lain yang kami lakukan guna pengalami percepatan yang maksimal adalah dengan mengakses berbagai aplikasi penunjang pembelajaran lainnya menggunakan akun belajar.id, serta memanfaatkan cromebook sebagai media pembelajaran terutama pada saat melayani murid dengan gaya belajar audio visual, ini juga merupakan salah satu langkah kami untuk mendekatkan dan mengajak anak anak untuk bisa menjadi pengguna IT yang positif sejak dini."

Silvia,
Sumatera Barat
Guru SD,