Nadiem Makarim Dituduh Membuat Grup WhatsApp Mas Menteri Core yang Membahas Pengadaan Chromebook Sebelum Menjabat

Faktanya, tidak pernah ada pembahasan tentang Chromebook di dalam grup tersebut hingga enam bulan setelah Nadiem resmi menjabat

Faktanya, tidak pernah ada pembahasan tentang Chromebook di dalam grup tersebut hingga enam bulan setelah Nadiem resmi menjabat

Pembentukan grup WhatsApp tersebut bertujuan sebagai ruang diskusi kebijakan pendidikan antara Nadiem Makarim dan timnya, bukan sebagai sarana pengambilan keputusan pengadaan.

Pada tanggal 28 Agustus 2019 (pra-pelantikan)

Grup pertama kali dibuat dengan nama “Edu Org Team”. Tujuannya adalah menjadi forum bertukar pikiran dalam menyiapkan strategi kebijakan pendidikan apabila kelak ditunjuk sebagai Menteri. Percakapan awal di grup tersebut berisi gagasan mengenai arah reformasi pendidikan.

Topik diskusi di dalam grup sebelum pelantikan 20 Oktober 2019 meliputi:

  • Penggunaan PISA sebagai standar internasional yang lebih objektif untuk mengukur mutu pendidikan Indonesia,

  • Peninjauan ulang kebijakan zonasi untuk mendorong pemerataan akses dan kualitas sekolah,

  • Perubahan paradigma penilaian dari Ujian Nasional menuju asesmen yang lebih formatif,

  • Penyederhanaan beban administrasi guru agar fokus pada proses belajar-mengajar.

29 Oktober 2019 (pasca-pelantikan)

Enam hari setelah pelantikan kabinet, nama grup diubah menjadi “Mas Menteri Core Team”. Diskusi kemudian berkembang pada isu-isu awal pelaksanaan kebijakan. Pembahasan terkait Chromebook dan pemilihan sistem operasi perangkat laptop masih belum muncul dalam fase ini.

Diskusi mengenai Chromebook baru muncul sekitar lima bulan setelah Nadiem resmi menjabat, yakni pada Mei 2020. Pembahasan tersebut berlangsung dalam konteks kajian kebijakan oleh tim teknis.

Tuduhan

Muncul tuduhan bahwa sebelum menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim telah terlibat dalam pembahasan pengadaan laptop Chromebook melalui sebuah grup WhatsApp.

Narasi ini kemudian digunakan untuk menyimpulkan adanya perencanaan pengadaan sejak sebelum menjabat, serta dianggap sebagai indikasi awal adanya niat jahat dalam pengadaan Chromebook.

Fakta

Grup WhatsApp “Edu Org” dibentuk sebelum Nadiem Makarim resmi dilantik sebagai forum diskusi gagasan dan rencana awal kebijakan pendidikan, dan sama sekali tidak membahas topik terkait Chromebook hingga beberapa bulan setelah pelantikan.

Grup tersebut berganti nama menjadi “Mas Menteri Core Team” satu minggu setelah pelantikan.

Tuduhan

Muncul tuduhan bahwa sebelum menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim telah terlibat dalam pembahasan pengadaan laptop Chromebook melalui sebuah grup WhatsApp.

Narasi ini kemudian digunakan untuk menyimpulkan adanya perencanaan pengadaan sejak sebelum menjabat, serta dianggap sebagai indikasi awal adanya niat jahat dalam pengadaan Chromebook.

Fakta

Grup WhatsApp “Edu Org” dibentuk sebelum Nadiem Makarim resmi dilantik sebagai forum diskusi gagasan dan rencana awal kebijakan pendidikan, dan sama sekali tidak membahas topik terkait Chromebook hingga beberapa bulan setelah pelantikan.

Grup tersebut berganti nama menjadi “Mas Menteri Core Team” satu minggu setelah pelantikan.

Pembentukan grup WhatsApp tersebut bertujuan sebagai ruang diskusi kebijakan pendidikan antara Nadiem Makarim dan timnya, bukan sebagai sarana pengambilan keputusan pengadaan.

Pada tanggal 28 Agustus 2019 (pra-pelantikan)

Grup pertama kali dibuat dengan nama “Edu Org Team”. Tujuannya adalah menjadi forum bertukar pikiran dalam menyiapkan strategi kebijakan pendidikan apabila kelak ditunjuk sebagai Menteri. Percakapan awal di grup tersebut berisi gagasan mengenai arah reformasi pendidikan.

Topik diskusi di dalam grup sebelum pelantikan 20 Oktober 2019 meliputi:

  • Penggunaan PISA sebagai standar internasional yang lebih objektif untuk mengukur mutu pendidikan Indonesia,

  • Peninjauan ulang kebijakan zonasi untuk mendorong pemerataan akses dan kualitas sekolah,

  • Perubahan paradigma penilaian dari Ujian Nasional menuju asesmen yang lebih formatif,

  • Penyederhanaan beban administrasi guru agar fokus pada proses belajar-mengajar.

29 Oktober 2019 (pasca-pelantikan)

Enam hari setelah pelantikan kabinet, nama grup diubah menjadi “Mas Menteri Core Team”. Diskusi kemudian berkembang pada isu-isu awal pelaksanaan kebijakan. Pembahasan terkait Chromebook dan pemilihan sistem operasi perangkat laptop masih belum muncul dalam fase ini.

Diskusi mengenai Chromebook baru muncul sekitar lima bulan setelah Nadiem resmi menjabat, yakni pada Mei 2020. Pembahasan tersebut berlangsung dalam konteks kajian kebijakan oleh tim teknis.

Situs ini disusun sebagai rujukan publik dalam mengawal kasus Chromebook Nadiem Makarim dengan menghadirkan fakta, data, dan bukti yang dapat diverifikasi. Pengelolaan situs dilakukan oleh Tim Penasihat Hukum.

Korespondensi & Klarifikasi:

Untuk pertanyaan, klarifikasi, atau penyampaian informasi tambahan terkait fakta, data, dan dokumen yang dimuat di situs ini, silakan hubungi:

© 2026 FaktaNadiem.org All rights reserved.

Situs ini disusun sebagai rujukan publik dalam mengawal kasus Chromebook Nadiem Makarim dengan menghadirkan fakta, data, dan bukti yang dapat diverifikasi. Pengelolaan situs dilakukan oleh Tim Penasihat Hukum.

Korespondensi & Klarifikasi:

Untuk pertanyaan, klarifikasi, atau penyampaian informasi tambahan terkait fakta, data, dan dokumen yang dimuat di situs ini, silakan hubungi:

© 2026 FaktaNadiem.org All rights reserved.

Situs ini disusun sebagai rujukan publik dalam mengawal kasus Chromebook Nadiem Makarim dengan menghadirkan fakta, data, dan bukti yang dapat diverifikasi. Pengelolaan situs dilakukan oleh Tim Penasihat Hukum.

Korespondensi & Klarifikasi:

Untuk pertanyaan, klarifikasi, atau penyampaian informasi tambahan terkait fakta, data, dan dokumen yang dimuat di situs ini, silakan hubungi:

© 2026 FaktaNadiem.org All rights reserved.