
Nadiem Makarim Dituduh Merugikan Negara Hingga Rp 2,1 Triliun Akibat Pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM)
Faktanya, pengadaan Chromebook justru menghemat anggaran negara setidak-tidaknya Rp 1,2 triliun, terutama dari lisensi sistem operasi dan pengelolaan perangkat
Faktanya, pengadaan Chromebook justru menghemat anggaran negara setidak-tidaknya Rp 1,2 triliun, terutama dari lisensi sistem operasi dan pengelolaan perangkat
Biaya lisensi sistem operasi yang GRATIS serta skema Device Management sekali bayar membuat Chromebook secara keseluruhan lebih murah dibandingkan laptop dalam ekosistem lain.
Penggunaan Chromebook dalam program pengadaan TIK bukan kebijakan yang merugikan negara, melainkan bagian dari strategi efisiensi biaya dalam pengelolaan TIK skala nasional.
Dalam konteks pengadaan perangkat TIK nasional, biaya yang dibutuhkan tidak hanya terbatas pada pembelian perangkat keras seperti laptop. Negara juga harus memperhitungkan biaya lain, antara lain:
Lisensi sistem operasi (operating system/OS)
Biaya pengelolaan perangkat secara tersentralisasi (device management)
Dibandingkan dengan perangkat laptop yang menggunakan sistem operasi lain seperti Windows, kedua komponen biaya tersebut secara signifikan lebih rendah dalam ekosistem Chromebook.
Struktur Biaya Chromebook
Struktur biaya Chromebook pada saat pengadaan dilakukan terdiri dari beberapa elemen utama yang dirancang untuk menekan pengeluaran negara.
Chrome OS
GRATIS atau tidak dikenakan biaya lisensi tambahan
Biaya sistem operasi sudah termasuk dalam harga perangkat
Chrome Device Management (CDM)
Lisensi sekali bayar (one-time license)
Biaya device management one-time fee sebesar USD 30 per laptop
Tidak ada biaya langganan yang harus diperbarui setiap tahun
Aplikasi Pembelajaran Terintegrasi
Chromebook menyediakan berbagai aplikasi pembelajaran yang terintegrasi secara gratis
Termasuk Google Workspace dan Google Classroom, tanpa biaya lisensi tambahan
Perbandingan dengan Sistem Operasi Lain
Sebagai pembanding, penggunaan sistem operasi lain seperti Windows menimbulkan biaya yang lebih besar dan bersifat berulang, antara lain:
Biaya lisensi sistem operasi per perangkat yang tidak gratis
Device management berbasis langganan, dengan total biaya pengelolaan perangkat yang dapat mencapai USD 200 - 230 untuk tiga tahun
Biaya lisensi tambahan untuk perangkat lunak pendukung pembelajaran, seperti aplikasi pengolah dokumen dan presentasi
Dalam skala pengadaan nasional, selisih biaya ini justru menghemat anggaran negara, bukan sebaliknya.
Mengapa Device Management (CDM) Penting?
Penggunaan Device Management, dalam konteks Chromebook disebut Chrome Device Management (CDM), memiliki peran penting dalam memastikan akuntabilitas, sistem monitoring pemanfaatan, manajemen risiko jangka panjang, dan yang lebih penting melindungi murid dari situs porno, judi online dan games.
Akuntabilitas Pengadaan
Kemendikbudristek perlu memastikan bahwa perangkat TIK yang dibeli benar-benar terdistribusi dengan baik dan diterima oleh sekolah. Fitur Device Management memungkinkan:
Pemantauan siapa yang mengaktivasi laptop
Pelacakan lokasi dan penggunaan perangkat
Pengumpulan data pemanfaatan secara berkala
Sistem Monitoring Pemanfaatan
Melalui CDM, pemanfaatan laptop dapat dimonitor untuk memastikan penggunaannya dilakukan secara bertanggung jawab. Device Management pada Chromebook memungkinkan kontrol jarak jauh oleh Super Admin (PUSDATIN Kemendikbudristek), antara lain:
Memblokir situs yang tidak relevan (media sosial, game kekerasan, pornografi, iklan tidak bermanfaat)
Mengatur aplikasi yang boleh diinstal secara terpusat
Melakukan instalasi aplikasi secara otomatis tanpa harus dilakukan oleh guru satu per satu, sehingga menghemat biaya pelatihan operator di berbagai daerah
Mematikan akses internet secara terpusat saat pelaksanaan ujian, seperti Asesmen Nasional, untuk mencegah potensi kecurangan
Seluruh mekanisme ini membantu memastikan bahwa perangkat digunakan murni untuk pembelajaran dan administrasi sekolah, sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan laptop di luar tujuan pendidikan.
Berkat CDM tidak diperlukan lagi audit fisik ke sekolah, setiap laptop di setiap sekolah terekam aktivitas pemanfaatannya secara 'real-time'. Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, pengadaan TIK bisa 100% transparan dan akuntabel.
Tuduhan
Terdapat tuduhan bahwa pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun, karena Chromebook dinilai mahal dan CDM tidak bermanfaat.
Fakta
Pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) justru menekan biaya lisensi sistem operasi dan pengelolaan perangkat dalam skala nasional. Dengan menghilangkan biaya lisensi sistem operasi dan biaya langganan, negara justru mengalami penghematan hingga setidak-tidaknya Rp 1,2 triliun.
Tuduhan
Terdapat tuduhan bahwa pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun, karena Chromebook dinilai mahal dan CDM tidak bermanfaat.
Fakta
Pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) justru menekan biaya lisensi sistem operasi dan pengelolaan perangkat dalam skala nasional. Dengan menghilangkan biaya lisensi sistem operasi dan biaya langganan, negara justru mengalami penghematan hingga setidak-tidaknya Rp 1,2 triliun.
Biaya lisensi sistem operasi yang GRATIS serta skema Device Management sekali bayar membuat Chromebook secara keseluruhan lebih murah dibandingkan laptop dalam ekosistem lain.
Penggunaan Chromebook dalam program pengadaan TIK bukan kebijakan yang merugikan negara, melainkan bagian dari strategi efisiensi biaya dalam pengelolaan TIK skala nasional.
Dalam konteks pengadaan perangkat TIK nasional, biaya yang dibutuhkan tidak hanya terbatas pada pembelian perangkat keras seperti laptop. Negara juga harus memperhitungkan biaya lain, antara lain:
Lisensi sistem operasi (operating system/OS)
Biaya pengelolaan perangkat secara tersentralisasi (device management)
Dibandingkan dengan perangkat laptop yang menggunakan sistem operasi lain seperti Windows, kedua komponen biaya tersebut secara signifikan lebih rendah dalam ekosistem Chromebook.
Struktur Biaya Chromebook
Struktur biaya Chromebook pada saat pengadaan dilakukan terdiri dari beberapa elemen utama yang dirancang untuk menekan pengeluaran negara.
Chrome OS
GRATIS atau tidak dikenakan biaya lisensi tambahan
Biaya sistem operasi sudah termasuk dalam harga perangkat
Chrome Device Management (CDM)
Lisensi sekali bayar (one-time license)
Biaya device management one-time fee sebesar USD 30 per laptop
Tidak ada biaya langganan yang harus diperbarui setiap tahun
Aplikasi Pembelajaran Terintegrasi
Chromebook menyediakan berbagai aplikasi pembelajaran yang terintegrasi secara gratis
Termasuk Google Workspace dan Google Classroom, tanpa biaya lisensi tambahan
Perbandingan dengan Sistem Operasi Lain
Sebagai pembanding, penggunaan sistem operasi lain seperti Windows menimbulkan biaya yang lebih besar dan bersifat berulang, antara lain:
Biaya lisensi sistem operasi per perangkat yang tidak gratis
Device management berbasis langganan, dengan total biaya pengelolaan perangkat yang dapat mencapai USD 200 - 230 untuk tiga tahun
Biaya lisensi tambahan untuk perangkat lunak pendukung pembelajaran, seperti aplikasi pengolah dokumen dan presentasi
Dalam skala pengadaan nasional, selisih biaya ini justru menghemat anggaran negara, bukan sebaliknya.
Mengapa Device Management (CDM) Penting?
Penggunaan Device Management, dalam konteks Chromebook disebut Chrome Device Management (CDM), memiliki peran penting dalam memastikan akuntabilitas, sistem monitoring pemanfaatan, manajemen risiko jangka panjang, dan yang lebih penting melindungi murid dari situs porno, judi online dan games.
Akuntabilitas Pengadaan
Kemendikbudristek perlu memastikan bahwa perangkat TIK yang dibeli benar-benar terdistribusi dengan baik dan diterima oleh sekolah. Fitur Device Management memungkinkan:
Pemantauan siapa yang mengaktivasi laptop
Pelacakan lokasi dan penggunaan perangkat
Pengumpulan data pemanfaatan secara berkala
Sistem Monitoring Pemanfaatan
Melalui CDM, pemanfaatan laptop dapat dimonitor untuk memastikan penggunaannya dilakukan secara bertanggung jawab. Device Management pada Chromebook memungkinkan kontrol jarak jauh oleh Super Admin (PUSDATIN Kemendikbudristek), antara lain:
Memblokir situs yang tidak relevan (media sosial, game kekerasan, pornografi, iklan tidak bermanfaat)
Mengatur aplikasi yang boleh diinstal secara terpusat
Melakukan instalasi aplikasi secara otomatis tanpa harus dilakukan oleh guru satu per satu, sehingga menghemat biaya pelatihan operator di berbagai daerah
Mematikan akses internet secara terpusat saat pelaksanaan ujian, seperti Asesmen Nasional, untuk mencegah potensi kecurangan
Seluruh mekanisme ini membantu memastikan bahwa perangkat digunakan murni untuk pembelajaran dan administrasi sekolah, sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan laptop di luar tujuan pendidikan.
Berkat CDM tidak diperlukan lagi audit fisik ke sekolah, setiap laptop di setiap sekolah terekam aktivitas pemanfaatannya secara 'real-time'. Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, pengadaan TIK bisa 100% transparan dan akuntabel.
Situs ini diperbarui secara berkala untuk menyajikan informasi dan data faktual seiring perkembangan proses hukum kasus Chromebook Nadiem Makarim
●
Situs ini diperbarui secara berkala untuk menyajikan informasi dan data faktual seiring perkembangan proses hukum kasus Chromebook Nadiem Makarim
●